Hemmen

170 Juta Warga AS Protes RUU Melarang TikTok

platform media sosial video TikTok
ilustrasi

SUDUTPANDANG.ID – Kongres Amerika Serikat (AS) telah mengesahkan rancangan undang-undang (RUU) yang melarang TikTok.

Menanggapi hal tersebut, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) China Wang Wenbin mengatakan, China diperlakukan tak adil.

Kemenkumham Bali

Ia menyebut AS menggunakan alasan kepentingan nasional untuk menutupi keunggulan yang dicapai negara lain.

RUU yang disahkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR AS) pada Rabu lalu itu memberi waktu 6 bulan kepada perusahaan pemilik TikTok, ByteDance, untuk mendivestasi asetnya di AS. Jika tak memenuhi syarat itu, TikTok akan dilarang.

China berkali-kali mengkritik AS karena dianggap terlalu memaksakan konsep keamanan nasional.

AS tidak akan menemukan bukti bahwa TikTok melanggar keamanan nasional. Sebaliknya, para pejabat AS dituduh menyalahgunakan kekuasaan untuk mengusir perusahaan tersebut.

BACA JUGA  Taiwan: Pengusiran Kapal Penangkap Ikan Ilegal China Sepenuhnya Legal

Wang sebelumnya mengatakan, bentuk intimidasi yang dilakukan AS dengan menggunakan cara ini bisa mengganggu tatanan perdagangan internasional yang pada akhirnya bisa menjadi bumerang.

Para anggota DPR AS menyuarakan kekhawatiran bahwa data pengguna TikTok di AS bisa dibocorkan ke pemerintah China.

Saat ini diperkirakan sekitar 170 juta orang pengguna TikTok di Negeri Paman Sam. Pengesahan RUU itu mendatangkan masalah bagi DPR. Para anggota dewan mengeluh kantor mereka diserang panggilan telepon dari para pengguna TikTok yang menentang RUU tersebut.(06/iNews)