Berani Cemari Sungai, Siap-siap Berhadapan dengan Zurig Ciliwung

Inisiator Konsorsium Komunitas Pecinta Alam dan Lingkungan yang juga Ketua Yayasan Hipperpala Indonesia Ferly Syahadat (kanan), bersama Ketua Komunitas Zurig Ciliwung, Syamsudin (kiri).foto: akuratnews.com

Jakarta, Sudut Pandang.id-Zurig Ciliwung, salah satu komunitas yang mendukung upaya pelestarian Sungai Ciliwung termasuk siap memberikan kontribusi positif terhadap lingkungan hidup dan mendukung berbagai inisiatif konservasi.

“Zurig Ciliwung mendukung berbagai inisiatif gerakan edukasi pelestarian lingkungan, termasuk kegiatan Hari Pencegahan Exploitasi Lingkungan Hidup ini. Mari kita jaga lingkungan hidup, termasuk menjaga Ciliwung, berani mencemari sungai, siap-siap berhadapan dengan kami,” tegas Ketua Zurig Ciliwung, Syamsudin, saat menghadiri peringatan Hari Pencegahan Exploitasi Lingkungan Hidup (HPELH) di Taman Jagakarsa, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Minggu (15/12/2019).

IMG-20220125-WA0002

Menurut Syamsudin, generasi milenial memiliki peran yang sangat signifikan untuk berkontribusi terhadap keberlangsungan lingkungan hidup.

“Kami bangga menjadi bagian dari gerakan generasi muda yang berkontribusi terhadap keberlanjutan lingkungan hidup ini, khususnya pencegahan exploitasi lingkungan hidup,” tandasnya.

Ia berharap, gerakan ini dapat berkembang dan menjadi gerakan nasional yang melibatkan lebih banyak pemangku kepentingan untuk mewujudkan objektif konservasi lingkungan hidup nasional.

Ketua Yayasan Hipperpala Indonesia, Ferly Syahadat mengapresiasi komitmen yang ditunjukan oleh “Zurig Ciliwung” yang siap bersinergi dan menjaga lingkungan hidup, khususnya sungai yang mengalir dari Bogor hingga Pantai Utara Jakarta ini.

“Ciliwung merupakan sumber mata air untuk air minum warga Jakarta. Kami menyayangkan jika ada orang yang hanya bisa menyalahkan saja bahwa pada saat bencana banjir yang disalahkan adalah warga Ciliwung yang membuang sampah ke sungai tersebut,” ungkap Ferly.

“Kita peduli dengan masalah yang ada, tinggal kita kembali pada pemerintah. Di sini Ciliwung tidak ada di bawah kewenangan Pemda DKI, tetapi masih di bawah pemerintahan pusat yang harus memberikan kepercayaan kepada kami masyarakat yang ada di bantaran sungai untuk kami bisa menjaga DAS Ciliwung itu sendiri,” tambahnya.

Ia berharap  lebih mengoptimalkan lagi gerak langkah teman-teman komunitas pencinta alam, tidak hanya yang ada di bantaran Ciliwung, tetapi pencinta alam secara global.

“Kita ke depan bisa sinergi menjaga sungai,” tegas Ferly penuh semangat. (filla)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.