Hemmen

BPBD: Warga Harus Siaga-Waspada, Banjir di Kapuas Hulu-Kalbar Meluas

Kondisi banjir yang terjadi di Teluk Barak, Kecamatan Putussibau Selatan, Kabupaten Kapuas Hulu, Provinsi Kalimantan Barat, Sabtu (2/12/2023). FOTO: dok.Ant

KAPUAS HULU-KALBAR, SUDUTPANDANG.ID – Masyarakat di Kabupaten Kapuas Hulu, Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) diperingatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan guna menghadapi bencana banjir yang saat ini semakin meluas di sejumlah titik di daerah itu.

Kepala BPBD Kapuas Hulu, Gunawan saat dihubungi di Putussibau Kapuas Hulu, Sabtu (2/12/2023) menyatakan sampai saat ini pihaknya masih melakukan pemantauan dan pengumpulan data sambil menunggu laporan dari masing-masing kecamatan terdampak banjir.

“Sejumlah titik di dalam kota dan sejumlah kecamatan daerah pesisir sungai sudah terendam banjir kami minta masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan mengutamakan keselamatan,” katanya.

Banjir yang disebabkan oleh intensitas curah hujan yang tinggi, kata dia, mengakibatkan sungai Kapuas dan beberapa sungai lainnya meluap.

Banjir di wilayah tersebut telah terjadi sejak 27 November 2023 dengan kondisi mengalami pasang surut dan kedalaman air rata-rata 50 centimeter sampai dengan 1,5 meter.

BACA JUGA  Gerak Cepat Gubernur Ansar, Pemprov Kepri Bantu Rp 300 Juta dan Logistik untuk Korban Banjir di Natuna

Namun, karena intensitas curah hujan tinggi beberapa hari terakhir mengakibatkan sejumlah daerah terendam banjir.

Ia menyebutkan dari hasil pantauan BPBD Kapuas Hulu di lapangan banjir melanda Kecamatan Boyan Tanjung, Kecamatan Bunut Hilir, Kecamatan Embaloh Hilir, Kecamatan Bika, Kecamatan Putussibau Selatan dan Kecamatan Putussibau Utara.

Sementara Sungai Boyan, Sungai Semangut, Sungai Mentebah, Sungai Sibau dan Sungai Kapuas debit airnya mengalami peningkatan.

“Belum diketahui pasti jumlah rumah dan warga terdampak banjir sebab kami masih mengumpulkan data di lapangan dan menunggu laporan dari desa dan kecamatan,” katanya.

Oleh sebab itu, BPBD mengimbau kepada seluruh camat dan kepala desa serta kelurahan untuk segera menyampaikan laporan sesuai format yang telah disampaikan sebelumnya melalui surat edaran.

“Data itu penting sebagai dasar kami menyampaikan kepada pimpinan untuk mengambil langkah terutama penanganan dan penetapan status ketika terjadi bencana alam seperti ini,” kata Gunawan.

BACA JUGA  BPBD-TNI Bangun Tanggul Darurat Atasi Banjir Rob di Halmahera Utara

Berdasarkan data BPBD Kapuas Hulu, Rabu (29/11) banjir merendam Kecamatan Pengkadan dan Kecamatan Bika, tercatat 5.030 jiwa dari 1.678 kepala keluarga, sebanyak 78 fasilitas umum terdampak banjir, bahkan 1.105 rumah penduduk terendam banjir.

Di sisi lain, berdasarkan data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kapuas Hulu, Jumat (1/12), terdapat 20 sekolah di Kapuas Hulu terpaksa diliburkan karena terdampak banjir, salah satunya yaitu SDN 03 Teluk Barak, SDN Tanjung Jati dan sejumlah gedung sekolah di daerah pesisir sungai Kapuas.

Sementara itu, pantauan di lokasi banjir tepatnya di daerah Teluk Barak, Kelurahan Kedamin Hilir, Kecamatan Putussibau Selatan, Sabtu (2/12) debit air semakin naik, bahkan sejumlah rumah warga sudah mulai tergenang banjir.

Selain itu, akses transportasi darat di ruas jalan Kalimantan Teluk Barak juga terputus akibat banjir, dengan kedalaman air rata-rata 80 centimeter sampaikan dengan 1,90 meter.

BACA JUGA  Aceh Jaya Diterjang Banjir, 4 Desa Terisolasi

Masyarakat yang tinggal di Teluk Barak terpaksa menggunakan perahu untuk melakukan aktivitas sehari-hari dan membuat panggung di dalam rumah sebagai tempat pengungsi saat banjir.

Sampai dengan pukul 17.21 WIB, Sabtu (2/12) sore, debit air masih semakin naik dan dikhawatirkan terjadi banjir besar seperti beberapa tahun sebelumnya. (02/Ant)

 

Kesbangpol Banten