Hemmen

Catat! Angka Pernikahan di Indonesia Turun, Ini Penyebabnya!

Angka pernikahan
ilustrasi pernikahan/ istimewa

JAKARTA,SUDUTPANDANG.ID – Data terbaru dari laporan Statistik Indonesia, terdapat 1,58 juta pernikahan di dalam negeri pada tahun 2023, turun sebesar 7,51% dibandingkan dengan tahun sebelumnya 2022 (year-on-year/yoy).

Penurunan ini juga menandai angka yang mencapai 28% lebih rendah dibandingkan dengan sepuluh tahun sebelumnya.

Kemenkumham Bali

Para ahli memperkirakan bahwa tren penurunan ini akan berlanjut dalam 10 tahun mendatang, dengan semakin banyak orang memilih untuk menunda pernikahan hingga usia 30-an menjadi hal yang umum.

Dalam sepuluh tahun terakhir, angka pernikahan nasional pernah mencatatkan rekor tertinggi pada tahun 2013, mencapai 2,21 juta pernikahan.

Namun, setelah itu, angka tersebut mengalami fluktuasi dan konsisten turun selama lima tahun berturut-turut sejak tahun 2019.

BACA JUGA  Tokoh Adat Papua: Jangan Injak Hak Rakyat, Itu Dosa!

Berdasarkan data provinsi, angka pernikahan tertinggi pada tahun 2023 terjadi di Jawa Barat dengan 317.715 pernikahan, diikuti oleh Jawa Timur dengan 285.189 pernikahan, dan Jawa Tengah dengan 256.144 pernikahan.

Sementara itu, Papua Selatan mencatatkan angka pernikahan terendah pada tahun 2023, hanya sebanyak 871 pernikahan, diikuti oleh Papua Tengah dan Papua Barat dengan masing-masing 896 dan 1.113 pernikahan.

Beberapa faktor bisa diidentifikasi sebagai penyebab utama dari penurunan angka pernikahan di Indonesia.

Salah satunya adalah meningkatnya beban biaya hidup, yang mendorong sebagian orang untuk menunda keputusan untuk menikah.

Biaya membesarkan anak juga menjadi pertimbangan penting, ditambah lagi dengan kesulitan dalam mewujudkan impian memiliki rumah sendiri.

BACA JUGA  Kementerian KKP Rotasi Sejumlah Pejabat di Tingkat UPT PSDKP

Fenomena serupa juga terjadi di negara-negara lain, seperti Jepang dan Korea Selatan, di mana banyak perempuan memilih untuk menunda pernikahan atau bahkan tidak menikah sama sekali demi fokus pada karir dan pekerjaan mereka.

Sumber: databoks.katadata.id, Twitter @Strategi_Bisnis/06)