Hemmen

Cuaca Ekstrem, Keberangkatan Kapal Roro Bintan-Anambas Sempat Tertunda

Kapal roro di Batam, Provinsi Kepri. FOTO:dok.Ant

BATAM, KEPRI, SUDUTPANDANG.ID – Kapal Roro Bahtera Nusantara 01 rute Pelabuhan Tanjung Uban, Kabupaten Bintan menuju Matak, Kabupaten Anambas, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) ditunda keberangkatanyya akibat cuaca ekstrem pada Jumat (20/1/2023).

General Manager PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Batam Marsadik mengatakan pelayaran terpaksa ditunda karena ketinggian gelombang menuju Matak mencapai 4 meter.

Kemenkumham Bali

“Laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), tinggi gelombang di sana mencapai 4 meter. Oleh karena itu, kami tunda pelayarannya hingga bisa dilalui lagi,” katanya saat dihubungi di Batam, Jumat (20/1).

Ia menjelaskan, pelayaran kapal roro Bahtera 01 sudah dijadwalkan berangkat sehari sebelumnya, Kamis (19/1). Namun tidak demikian setelah melihat laporan dari BMKG.

BACA JUGA  Imlek 2022, Polres Bintan Lakukan Pengamanan di Sejumlah Vihara

“Kemarin saya melihat cuaca cukup normal, jadi saya sudah membuat jadwal keberangkatan hari ini. Tapi pagi ini, ketika saya melihat laporan cuaca dari BMKG, ombaknya sangat tinggi sehingga batal. Pertimbangan kami adalah faktor keselamatan navigasi,” katanya.

Dia menyebutkan, pelayaran akan dilanjutkan kembali setelah kondisi cuaca benar-benar aman untuk dilalui kapal. Pihaknya terus berkoordinasi dengan BMKG untuk perkembangan cuaca ini.

“Sampai nanti kita lihat perkembangan cuaca lebih lanjut, kalau memang memungkinkan untuk berlayar dalam satu atau dua hari ini, kami akan mengirimkan surat ke Balai Pengelola Transportasi Daerah (BPTD) untuk melaksanakan pelayaran tersebut,” katanya.

Untuk itu, dia mengimbau kepada calon pengguna atau calon penumpang yang akan menggunakan kapal BN01 agar bersabar hingga cuaca membaik.

BACA JUGA  Gubernur Kukuhkan Mardiyanto Arif Rakhmadi Kepala Perwakilan BPKP Kepri

“Bukannya kami tidak mau berangkat, tapi mengingat faktor keamanan pelayaran, maka kami tunda untuk sementara waktu karena faktor keamanan pelayaran, cuaca yang cukup ekstrem membuat pelayaran tidak aman sampai pemberitahuan dari BMKG bahwa pelayaran aman dilakukan,” kata Marsadik. (02/Ant)

Tinggalkan Balasan