Dokter Berjiwa Sosial Cari Siswa Berprestasi untuk Beasiswa Kedokteran Gratis

Prof. Dr. dr. Eka Julianta Wahjoepramono, SpBS, Ph.D. (dok.uph.edu)

“Mereka yang nantinya lulus dan selesai kuliah kedokteran lewat beasiswa tersebut, diharuskan kembali ke daerahnya untuk berkontribusi membangun daerahnya. Jika dia selesai (wisuda), harus balik ke daerahnya (Kalimantan) untuk membangun daerahnya.”

SINGKAWANG, SUDUTPANDANG.ID – Nama Prof. Eka Julianta Wahjoepramono, sudah tidak asing lagi di dunia kesehatan di Indonesia, bahkan Asia. Pria kelahiran 27 Juli 1958 dan merupakan dokter spesialis bedah saraf ini sudah sejak lama terkenal sebagai dokter pertama yang berhasil membedah batang otak pasien.

IMG-20220125-WA0002

Saat ini, dokter berjiwa sosial itu bersama Astra sedang mencari tiga siswa kurang mampu dan berprestasi dari Kalimantan Barat, termasuk Kota Singkawang untuk mengikuti beasiswa kedokteran gratis.

Hal tersebut ia sampaikan saat ia menjadi narasumber pada kegiatan edukasi kesehatan otak yang digelar di XXI Singkawang Grand Mall pada Minggu, 15 Mei 2022.

Ia menjelaskan, dibukanya kesempatan kepada para siswa berprestasi, khususnya dari kalangan kurang mampu untuk mendapatkan beasiswa kedokteran ini bertujuan untuk memajukan daerahnya.

“Mereka yang nantinya lulus dan selesai kuliah kedokteran lewat beasiswa tersebut, diharuskan kembali ke daerahnya untuk berkontribusi membangun daerahnya. Jika dia selesai (wisuda), harus balik ke daerahnya (Kalimantan) untuk membangun daerahnya,” ujar Eka Julianta, dalam keterangannya, Senin (16/5/2022).

Dirinya berpesan kepada pengusaha dan Pemerintah Kota (Pemkot) Singkawang untuk saling bersinergi melengkapi fasilitas kesehatan.

“Kita tidak mungkin melarang masyarakat untuk pergi, itu hak mereka, tetapi kita musti berjuang bagaimana masyarakat percaya dengan kita,” lanjutnya.

Eka Julianta merupakan dokter berjiwa sosial. Ia juga meminta Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie untuk menghubungi pihaknya apabila ada masyarakat kurang mampu yang membutuhkan pengobatan.

“Kami benar-benar mau bantu daerah, suatu saat jika ada kasus yang sulit di Singkawang, kita datang, serius, bisa bayar silahkan, nggak bisa bayar nggak apa-apa, itu prinsip, karena kita senang kalau pasien bisa baik,” tuturnya.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.