Hemmen

Dompet Dhuafa: Generasi Muda Dominasi Penyumbang Bansos

Sekretaris Yayasan Dompet Dhuafa Republika Yayat Supriyatna dan Egm PT Pos Indonesia Hasan Jaidi Tarigan dalam Jakhumfest 2023 di Pos Bloc, Pasar Baru, Jakarta Pusat, Ahad (29/1/2023). FOTO:dok.Ant

JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Sekretaris Yayasan Dompet Dhuafa Republika Yayat Supriyatna menyatakan donatur yang menyalurkan bantuan sosial untuk beragam bencana melalui Dompet Dhuafa saat ini didominasi oleh para generasi muda.

“Yang donasi melalui kami untuk bencana alam justru 60 persen merupakan generasi muda, nominalnya memang sedikit ada yang Rp10.000 tapi jumlahnya (donatur) banyak,” katanya saat ditemui Antara di acara Jakhumfest 2023 di Jakarta, Ahad (29/1/2023).

Idul Fitri Kanwil Kemenkumham Bali

Di sisi lain, kata dia, nominal yang disumbangkan oleh generasi muda memang tidak sebanyak yang didonasikan oleh korporasi maupun “baby boomers”.

Meski demikian, ia mengatakan realitas tersebut harus diapresiasi karena mencerminkan bahwa generasi muda Indonesia memiliki rasa kepedulian yang sangat tinggi.

BACA JUGA  Petenis Asuhan BIN Kuasai Partai Semifinal Rajawali Women's Tennis Open

Menurutnya, generasi muda Tanah Air sangat antusias ketika terdapat bencana atau peristiwa yang membutuhkan bantuan hingga akhirnya Indonesia dijuluki dengan masyarakat paling dermawan nomor satu di dunia.

“Rasa sosial kita tinggi, kita nomor satu loh rasa dermawan di dunia. Jadi kalau ada bencana penghimpunan di Dompet Dhuafa itu langsung tinggi. Himpunan sosialnya itu tinggi, cepat sekali,” katanya.

Oleh sebab itu, Yayat mengatakan sikap positif tersebut harus terus didukung agar generasi muda tetap bersatu untuk peduli berkontribusi memulihkan Indonesia dari beragam bencana.

Salah satu upaya Dompet Dhuafa untuk mendorong partisipasi anak muda adalah melalui gelaran Jakarta Humanity Festival (Jakhumfest) 2023 yakni kegiatan sosial yang dilakukan bersama PT Pos Indonesia.

BACA JUGA  Berusaha Tegar, Ibnu Jamil Ungkap Penyakit Diderita Ayahanda

Jakhumfest sendiri mengangkat dua isu yaitu program Indonesia Mendengar yang difokuskan untuk membantu teman-teman tuli dan pemulihan Cianjur pascagempa.

Dalam ajang ini terdapat beberapa rangkaian acara yaitu Humanitalk (Talkshow), lokakarya, Sound of Humanity (SOH) sekaligus pameran fotografi oleh para fotografer kemanusiaan Dompet Dhuafa.

Pihaknya berharap melalui acara yang dikemas sesuai dengan generasi muda ini akan semakin mendorong milenial untuk memiliki kesadaran dan terjun dalam aktivitas-aktivitas kemanusiaan.

“Semangatnya mereka ada untuk itu, tinggal bagaimana kita menggerakkan dan menstimulasi dengan program seperti ini. Mengajak mereka terjun langsung ke lapangan melihat apa yang kita lakukan,” katanya.

Egm PT Pos Indonesia Hasan Jaidi Tarigan pun mendukung program-program yang dapat menggugah semangat generasi muda untuk peduli sesama.

BACA JUGA  Jaktim Tertibkan PKL yang Beraktivitas di Lahan Hijau Jatinegara

Terlebih lagi, program dan acara yang diselenggarakan sesuai dengan generasi muda sehingga bisa lebih menyentuh secara luas para milenial Bangsa ini.

“Ini semangat yang perlu kita dukung, semangat kemanusiaan, milenial, generasi muda itu,” katanya. (02/Ant)

Barron Ichsan Perwakum

Tinggalkan Balasan