Genangan Mulai Surut, Banjir Kritik Terhadap Anies Terus Berlanjut

Anies tinjau pintu air Manggarai
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat mengecek pintu air Manggarai Jakarta Selatan, Rabu (1/1/2020)/fajar.co.id

Jakarta, SudutPandang.id-Genangan banjir di sejumlah lokasi di Jakarta, Jumat (3/1/2020), berangsur surut. Namun, banjir kritik terhadap Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terus berlanjut.

Salah satu kritik yang membanjiri ruang media sosial terkait anggaran penanganan banjir di ibu kota. Netizen membandingkan anggaran pengendalian banjir, revitalisasi trotoar hingga perhelatan formula E yang akan digelar Juni 2020 mendatang.

IMG-20220125-WA0002

“Sifat kritis tentang penanganan banjir di DKI Jakarta di media sosial menurut saya wajar karena menilai penanganan banjir tidak optimal, sepanjang hal itu disampaikan berdasarkan fakta. Sehingga tidak selalu dipandang sebagai nyinyiran atau cibiran,” ujar anggota DPRD DKI Jakarta, Agus Hamonangan, saat dihubungi di Jakarta, Jumat (3/1/2020).

Menurut politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ini, pandangan sementara sebelum melakukan cross check terkait anggaran yang disebutkan netizen di media sosial, pemangkasan adalah kesalahan fatal dari sosok pemimpin yang dipercayai warga pemilihnya.

“Kemudian, besarnya anggaran trotoar dan perhelatan Formula E dibanding pengendalian banjir juga jelas menunjukan tidak seriusnya Pemprov DKI menangani banjir yang sudah menjadi persoalan di ibu kota. Alih-alih defisit anggaran, namun di sisi lain ada penghamburan dibandingkan hal yang seharusnya menjadi prioritas seperti penanganan banjir ini,” kata Agus.

Ia juga mengaku tidak habis pikir dengan pernyataan Anies bahwa air sebaiknya ditampung di dalam tanah bukan disalurkan ke gorong-gorong, sungai dan laut.

Agus Hamonangan
Anggota DPRD DKI Jakarta Agus Hamonangan (kiri) bersama warga/dok.ist

“Betul, kita tidak sedang menyalahkan siapapun, apalagi menyalahkan hujan atau cuaca, dan fokus melakukan evakuasi warga yang terdampak banjir. Namun pertanyaannya, banjir ini kan bukan persoalan baru di ibu kota, kemana saja selama ini?sudah optimalkah untuk melakukan antisipasi?” ucapnya mempertanyakan.

“Sedia payung sebelum hujan atau sedia perahu karet saat banjir? Memang kedua-duanya baik, tetap lebih baik melakukan pencegahan dibandingkan bertindak saat kejadian,” sambung legislator dapil DKI Jakarta 8 ini.

Bercermin dari kacaunya pencegahan maupun penanggulangan banjir saat ini, lanjut Agus, Pemprov DKI sebaiknya perlu mensinkronkan dengan kebijakan pemerintah pusat.

“Jangan mengedepankan ego, tak perlu gengsi, sebaiknya bersinergi untuk kerja nyata bersama bukan sebatas retorika kata-kata dalam menangani persoalan banjir di Jakarta,” pungkasnya.(vic)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.