Ayo ke TPS Pemprov Banten

IPC TPK Dorong Pertumbuhan Ekspor ke Vietnam dan China

Layanan Baru IPC TPK
MV MSC Elizabeth III dan MV MSC Ida II saat sandar di Terminal Operasi 3 Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (28/6/2023). Foto:Dok.IPC TPK

JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – IPC Terminal Petikemas/IPC TPK melayani dua new service atau layanan baru oleh Pelayaran Mediterranean Shipping Company (MSC) untuk pertama kalinya di hari yang sama. Dua layanan baru ini diberi nama “Sea Horse Service” dan “Lang Co Service”.

Sandarnya kapal MV MSC Elizabeth III dan MV MSC Ida II di Terminal Operasi 3 Pelabuhan Tanjung Priok, baru-baru ini, menjadi penanda hadirnya layanan direct service kedua negara, China dan Vietnam.

Layanan Iklan Masyarakat Kemenkumham Bali

“Pelayanan ini dibuka dalam rangka mendorong pertumbuhan aktivitas ekspor-impor Indonesia ke negara mitra dagang terbesar Indonesia, China serta negara ASEAN salah satunya Vietnam,” ujar¬† Direktur Utama IPC TPK, Guna Mulyana, dalam siaran pers yang diterima Sudutpandang.id, Selasa (4/7/2023).

BACA JUGA  Bersinergi dengan Rumah Zakat, IPC Dukung Pembelajaran Jarak Jauh Saat Pandemi

Guna Mulyana menerangkan, pada Januari-Maret 2023, ekspor ke China tercatat US$ 16,58 miliar atau naik 26,7 persen. Impor tercatat US$ 15,34 miliar atau turun 3,6 persen. Sepanjang kuartal I-2023, Indonesia masih mencatatkan surplus sebesar US$ 1,24 miliar terhadap China. Surplus neraca perdagangan Indonesia ini diperkirakan mengecil pada April 2023.

Sementara total perdagangan Indonesia-Vietnam menunjukkan tren naik dalam 5 tahun terakhir. Hadirnya layanan direct service Indonesia ke Vietnam diharapkan membantu Pemerintah dalam memenuhi target perdagangan sebesar US$ 15 miliar atau Rp 221 triliun pada 2028.

“Ekonomi China yang terus memburuk memberikan dampak negatif terhadap Indonesia yang merupakan mitra dagang utama. Hadirnya layanan baru ini diharapkan dapat memfasilitasi pemerintah dalam mendorong angka ekspor kedua negara dan peluang bisnis bagi pelaku usaha untuk memperluas pangsa pasar secara direct ke China dan Vietnam tanpa perlu transit di negara tetangga. Langkah ini menjadi fokus utama kami dalam memangkas waktu Port Stay dan Cargo Stay di pelabuhan,” pungkas Guna Mulyana.

BACA JUGA  Mewujudkan Pelabuhan Tanjung Priok Menjadi Kawasan Berbasis WBK/WBBM
IPC TPK Ekspor
Layanan baru IPC TPK “Sea Horse Service” dan “Lang Co Service”. (Foto:Dok.IPC TPK)

Sebagai informasi, MV MSC Ida II dan MV Elizabeth III berhasil sandar di Terminal Operasi 3 pada Rabu (28/6/2023) pukul 13.00 WIB. Kedua service ini memiliki tujuan yang berbeda.

“Lang Co Service” melayani rute Jakarta-Batangas-Manila North Harbour-Nansha-Shekou-Qui Nhon dengan MV MSC Ida II. Sedangkan “Sea Horse Service” rute Jakarta-Singapura-Tanjung Pelepas-Qinzhou-Hongkong-Shanghai dengan MV MSC Elizabeth III. Layanan ini menjadi service ke-3 dan ke-4 di tahun 2023.

MV MSC Ida II yang memiliki LOA 195 meter telah melakukan bongkar muat peti kemas sebanyak 836 TEUs. MV MSC Elizabeth III dengan LOA 210 meter ini telah melakukan bongkar muat peti kemas sebanyak 1.504 TEUs. Kedua layanan ini dilakukan secara bersamaan tanpa waktu tunggu (Berthing on Arrival).(PR/01)

Kesbangpol Banten