Luar Biasa..! Kakek Ini Jadi Inspirasi Menuntut Ilmu Tak Kenal Batasan Usia

Laode M.Sidik, wisudawan tertua UMB Kota Baubau/Foto: sultraterkini
Laode M.Sidik, wisudawan tertua UMB Kota Baubau/Foto: sultraterkini

Baubau, Sudut Pandang-Tidak ada istilah ‘terlalu muda’ dalam mengukir prestasi, begitu pula tidak istilah ‘terlalu tua’ untuk menuntut ilmu. Ungkapan tersebut tampaknya sangatlah tepat untuk menggambarkan orang-orang luar biasa.

Salah satunya adalah La Ode Muhammad Sidik, S.Pd. Meski usianya sudah 85 tahun, ia masih semangat kuliah, dan baru saja merampungkan gelar sarjananya di Universitas Muhammadiyah Buton (UMB) Kota Baubau Buton Sulawesi Tenggara.

IMG-20220125-WA0002

Kakek Sidik menarik perhatian suasana acara Wisuda Sarjana Angkatan XIV di Aula Graha Puspa UMB, Sabtu (16/11/2019) lalu, lantaran semangatnya yang luar biasa.

Dilansir dari berbagai sumber, Kakek Sidik mengambil Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, ia tamat dengan judul skripsi `Mengkaji Puisi Wolio Buton Dalam Sastra Indonesia. Selain sebagai wisudawan tertua, ia juga berhasil meraih predikat kategori sangat memuaskan dengan IPK 3.5. Kakek Sidik punya segudang mimpi buat anak di Indonesia terkhusus di Pulau Buton.

“Harapan saya adalah agar anak yang ada di Indonesia, lebih khusus anak di Buton menjadi seperti Taufik Ismail, dan Khairil Anwar,” ujarnya.

Saat ditanya apa motivasinya kuliah diusia senja, dia menerangkan, bahwa Ilmu tidak mengenal umur, itu didasari riwayat Nabi Muhammad SAW, bahwa tuntutlah ilmu sampai ke liang lahat.

“Bahkan pernah dosen saya di Unhalu menyarankan saya agar kejarlah ilmu sampai ke negeri China,” jelasnya.

Yang paling menyita perhatian adalah, kakek tersebut sudah memiliki 15 cucu dan 3 cicit. “Saya memiliki 9 orang anak, saat ini sisa 5 orang, 15 Cucu, dan 3 orang cicit,” ungkapnya.

Wisuda Kali ini merupakan wisudanya yang ke dua setelah di tahun 1999, kakek Sidik menamatkan Diploma Tiga di Universitas Haluoleo (Unhalu) Kendari, juga dengan jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia.

Mantan guru Bahasa Indonesia di SMPN 1 Baubau ini, bahkan punya niatan melanjutkan pendidikan S-2nya jika memiliki uang.

Rektor Universitas Muhammadiyah Buton Dr Wa Ode Alzarliani SP MM, juga terharu melihat perjuangan kakek tersebut.

“Terharu, dan ternyata menuntut ilmu itu tidak mengenal usia, dan karena beliau adalah guru SMP 1 Baubau maka ini menjadi contoh untuk guru-guru SMP 1 Baubau agar menjadi lebih baik lagi,” ucapnya.Red/Vic

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.