Hemmen

Lukas Enembe Akan Didakwa Kasus Suap dan Gratifikasi Rp 46,8 M

Lukas Enembe
Lukas Enembe (foto:antara)

JAKARTA,SUDUTPANDANG.ID –Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah melimpahkan berkas perkara kasus dugaan suap dan gratifikasi Lukas Enembe ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta.

Dengan penyerahan ini, Gubernur Papua nonaktif itu akan segera menjalani persidangan.

Kemenkumham Bali

“Hari ini, Jaksa KPK Arif Rahman Irsady telah selesai melimpahkan berkas perkara dan surat dakwaan terkait penerimaan suap dan gratifikasi dengan terdakwa Lukas Enembe ke Pengadilan Tipikor pada PN Jakarta Pusat,” ungkap Kabag Pemberitaan KPK Ali Fikri, Rabu (31/5/2023).

Lebih lanjut Ali menjelaskan, Jaksa KPK akan mendakwa Lukas Enembe menerima suap dan gratifikasi dari sejumlah pihak swasta. Total uang suap yang diduga diterimanya mencapai Rp46,8 miliar

BACA JUGA  Cerita Muara Karta, Soal Kliennya Polwan Polda Sulteng yang Diduga Jadi Korban Kriminalisasi

“Tim Jaksa mendakwa total senilai Rp46, 8 Miliar yang diterima terdakwa Lukas Enembe dari beberapa pihak swasta,” ujarnya.

Kendati begitu, Ali mengatakan saat ini jaksa KPK masih menunggu jadwal sidang perdana kasus suap dan gratifikasi Lukas Enembe. Adapun untuk penahanan terdakwa menjadi wewenang pihak pengadilan.

“Status penahanan beralih menjadi wewenang Pengadilan Tipikor,” tukasnya

Diketahui Lukas Enembe dijerat kasus suap dan gratifikasi. Teranyar, ia dijerat dengan pasal pencucian uang. KPK menemukan bukti permulaan yang cukup untuk menjeratnya.

KPK mengendus adanya pembelian aset menggunakan uang hasil suap dan gratifikasi yang dilakukan oleh Lukas. Sebagian barang miliknya sudah disita penyidik.

Penyidik masih terus menelusuri lebih lanjut terhadap seluruh aset-aset yang terkait dengan perkara. KPK berupaya memulihkan aset negara yang dikorupsi.(PR/04)

Tinggalkan Balasan