Hemmen

Pelabuhan Tanjung Priok Paparkan “Public Expose” Kinerja 2022

Acara "Public Expose" capaian kinerja 2022 yang digelar Instansi pemerintah Pelabuhan Tanjung Priok beserta PT Pelindo (Persero) Regional 2 Tanjung Priok, Kamis (5/1) di Museum Maritim Indonesia, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. FOTO: Humas Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Priok

JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Pelabuhan Tanjung Priok beserta PT Pelindo (Persero) Regional 2 Tanjung Priok dan instansi pemerintah terkait menggelar acara “Public Expose” capaian kinerja 2022 pada Kamis (5/1) di Museum Maritim Indonesia, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta.

Dalam taklimat media yang diterima sudutpandang.id dari Humas Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Priok di Jakarta, disebutkan acara tersebut dihadiri oleh kepala kantor instansi pemerintah, pimpinan pemangku kepentingan di lingkungan Pelabuhan Tanjung Priok serta media elektronik dan daring.

Kemenkumham Bali

Acara dibuka oleh Kepala Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Priok (Ka OP), Dr Capt Wisnu Handoko, MSc.

Dalam paparannya, Wisnu Handoko menyampaikan capaian kinerja Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Priok terutama mengenai Single Truck Identification Data (STID) , System Monitoring (SIMON) TKBM, Terminal Booking System (TBS), Single Submission (SSM) Pengangkut, sampai dengan capaian anggaran serta Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

“Sampai dengan Rabu (4/1) total pemegang STID di Pelabuhan Tanjung Priok berjumlah 24933 yang terdiri atas 23.330 truk kontainer dan 1.603 truk non-kontainer. Sedangkan jumlah perusahaan trucking sebanyak 39 perusahaan, 634 pengemudi (driver) dalam STID. Adapun jumlah Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) di Pelabuhan Tanjung Priok sampai saat ini berjumlah 2.213 dari Koperasi TKBM Karya Sejahtera dan 822 berasal dari Koperasi Kalibaru,” katanya.

Adapun perusahaan yang berkegiatan di Pelabuhan Tanjung Priok terdiri atas 1 Badan Usaha Pelabuhan (BUP), 224 Perusahaan Jasa Pengurusan Transportasi (JPT), 1 Perusahaan Pandu, 109 Perusahaan Bongkar Muat (PBM), 2 Perusahaan Penanganan Limbah Darat, 1 Perusahaan Penanganan Limbah Laut, 1 Perusahaan Pengerukan, 216 Perusahaan Pelayaran, dan 138 Perusahaan Keagenan Kapal.

BACA JUGA  JK Prediksi Pandemi Covid-19 Akan Berakhir 2 Tahun Lagi

“Untuk TBS (Terminal Booking System) kita telah melakukan uji coba pada Terminal PT JICT dengan 2 tahap yaitu tahap pertama tanggal 02 Januari 2023 sampai dengan 31 Januari 2023, dan tahap kedua pada tanggal 01 Februari 2023 sampai dengan 28 Februari 2023,” katanya.

“Sedangkan untuk SSm Pengangkut , jumlah kapal yang telah menggunakan layanan SSM Pengangkut di Tanjung Priok pada Tahun 2022 sebanyak 324 kapal yang terdiri dari 22 perusahaan,” tambah mantan Kepala Kantor Kesyahbandaraan Utama Tanjung Priok itu.

Dijelaskannya pada Tahun 2022 Kantor OP telah mencapai PNPB sebesar Rp 413.162.043.000.

Dengan jumlah tersebut OP telah mencapai 112 persen dari target PNBP yakni sebesar Rp 369.282.345.000,-“imbuh Ka OP.

Selain OP, masing-masing instansi pemerintah dan pemangku kepentingan di lingkungan Pelabuhan Tanjung Priok juga menyampaikan capaian kinerjanya.

Adapun yang menyampaikan antara lain Kepala Kantor Kesyahbandaran Utama Tanjung Priok, Kepala Kantor KPU Bea dan Cukai Tipe A Tanjung Priok, Kepala Balai Besar Karantina Pertanian Tanjung Priok, Kepala Kantor Kesehatan Kelas I Tanjung Priok, Kepala Polres Pelabuhan Tanjung Priok, dan General Manager Pelindo Regional 2 Cabang Tanjung Priok.

BACA JUGA  Pengadilan Negeri Tangerang Gelar Sidang Perdana Yusuf Mansur

Kepala Kantor Kesyahbandaran Utama Tanjung Priok, Andi Hartono menyampaikan beberapa capaian kinerja dan inovasi Kantor Kesyahbandaran Utama Tanjung Priok (KSU) antara lain penerimaan PNBP, dokumen keselamatan berlayar, sertfikasi kapal, serta penjagaan patrol dan penyelidikan.

“Penerimaan PNBP Tahun 2022 kita (KSU) sebesar Rp52.102.858.555 atau 104 persen dari target yaitu Rp 49.793.719.000,. Untuk Bidang Keselamatan Berlayar Tahun 2022 kami telah menerbitkan 87.348 dan mengesahkan 120.648 Dokumen Kepelautan”, katanya.

“Di Tahun 2022 kami juga melakukan inovasi pelayanan yaitu Sistem Terpadu Manajemen Pelayanan (SI TAMPAN). Kami juga tengah membuat aplikasi-aplikasi dalam upaya mempermudah pelayanan serta pengawasan antara lain Port Security Assesment (PSA), Port Security Plan (PSP), Sistem Verifikasi Keamanan (SIVERA)” tambah Andi Hartono.

Pada kesempatan selanjutnya, GM PT Pelindo Regional 2 Tanjung Priok, M Hadi Syafitri Noor, menjelaskan mengenai capaian kinerja PT Pelindo Regional 2 Tanjung Priok, di antaranya trafik kapal, trafik barang, dan produktifitas layanan.

“Trafik kapal atau Ship Call Tahun 2022 di Pelabuhan Tanjung Priok berjumlah 11.993, yang terdiri atas 3.482 kapal internasional dan 8.511 kapal domestik. Total GT berjumlah 120.783.348 yang terdiri atas 83.366.616 GT kapal internasional dan 37.416.732 GT kapal domestik”, katanya.

Untuk trafik peti kemas tahun 2022 berjumlah 6.147.053 Teus, yang terdiri atas 4.506.360 Teus peti kemas internasional dan 1.910.693 Teus untuk peti kemas domestik.

BACA JUGA  Dua Wilayah Jakarta Berpotensi Diguyur Hujan

Sedangkan untuk barang non-peti kemas berjumlah 14612729 Ton yang terdiri atas 7.115.728 ton barang non-peti kemas internasional dan 6533530 ton barang non-peti kemas domestik”, tambah GM PT Pelindo Regional 2 Tanjung Priok.

Kemudian Ka OP menjelaskan beberapa sistem pelayanan yang telah berjalan di Pelabuhan Tanjung Priok dan beberapa hal yang menjadi fokus pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) di Pelabuhan Tanjung Priok.

“Kami berterima kasih serta memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh instansi pemerintah, stakeholders, asosiasi di Pelabuhan Tanjung Priok yang telah bersinergi dan berkolaborasi dalam mendukung peningkatan pelayanan. Semoga Pelabuhan Tanjung Priok semakin pelabuhan yang berdaya saing, dan dapat memberikan nilai tambah serta bertaraf Internasional”, kata Capt Wisnu Handoko. (Red/02)

Tinggalkan Balasan