Hemmen

Perdana Gunakan “Lift” di Morut, Gedung RSUD Kolonodale Capai 85 Persen

Visual progres pembangunan gedung perawatan VIP/VVIP Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kolonodale, Kabupaten Morowali Utara (Morut), Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) pada Jumat (2/2/2024). Gedung itu menjadi bangunan pertama di Morut yang menggunakan "lift" (tangga listrik). FOTO: MCDD Pemkab Morut

MORUT-SULTENG, SUDUTPANDANG.ID – Gedung Perawatan VIP/VVIP Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kolonodale, Kabupaten Morowali Utara (Morut), Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) menjadi bangunan pertama di daerah itu yang menggunakan “lift” (tangga listrik), di mana kini progres pembangunannya sudah mencapai 85 persen.

“Kita berharap, jika semua berjalan lancar gedung perawatan baru ini dapat diresmikan pada 30 April 2024, bertepatan dengan tiga tahun pemerintahan Bupati Delis Julkarson Hehi dan Wakil Bupati H. Djira K,” kata Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pembangunan Gedung Perawatan VIP/VVIP RSUD Kolonodale, Delfia Parenta, ST dalam keterangan yang dikutip di Kolonodale, Senin (5/2/2024).

Idul Fitri Kanwil Kemenkumham Bali

Pada Jumat (2/2), bersama pengawas bangunan, ia mengelilingi area bangunan yang sedang digenjot pekerjaannya untuk
melihat langsung perkembangan pembangunan gedung tersebut.

Ia berjalan di lorong-lorong gedung dan memerhatikan beberapa kamar yang sudah dalam tahap “finishing”.

Dijelaskannya bahwa di beberapa ruangan bahkan sudah mulai dipasang instalasi oksigen (O2), hydrant, air conditioner (AC), tangga manual dan lift, serta perlengkapan lainnya sebagai layaknya ruang perawatan berkelas VIP/VVIP.

BACA JUGA  Penghargaan Anugerah Literasi Indonesia 2024 Diraih Bupati Morowali Utara

Gedung perawatan tiga tingkat itu terdiri dari 31 kamar dengan rincian 28 kamar VIP (Very Important Person) dan 3 kamar VVIP (Very-Very Important Person).

Sesuai perjanjian kontrak, kata dia, pekerjaan itu diharapkan rampung semuanya pada pertengahan bulan Maret 2024 depan.

“Sesuai hitungan pengawas bangunan, pekerjaan gedung ini sudah mencapai 85 persen. Selain itu, 90 persen material sudah berada di lokasi. Jadi tinggal penyelesaian saja,” katanya.

Menurut dia berdasarkan isi adendum, kontraktor pelaksana diberi waktu perpanjangan pekerjaan selama 75 hari atau tepatnya hingga tanggal 15 Maret 2024.

Dalam perjanjian itu ditegaskan jika kontraktor pelaksana tidak bisa menyelesaikan pekerjaan, maka setelah tanggal 15 Maret akan dikenakan denda sebesar Rp26 juta/hari hingga rampungnya pekerjaan itu.

BACA JUGA  Gibran Diisukan Masuk Golkar, Agung Laksono: Kita akan Sambut dengan Baik

Ia mengatakan dalam hitungan normal, tidak mungkin kontraktor akan mengulur waktu hingga melampaui kesepakatan, karena selain harus membayar denda yang cukup besar, mereka juga harus membayar upah kerja dan biaya lainnya.

“Kalau melihat progres pekerjaan, saya yakin pembangunan gedung perawatan ini akan rampung pada 15 Maret,” katanya.

Dilakukan “review”

Menurut dia perpanjangan waktu pekerjaan gedung perawatan ini diputuskan oleh pihak terkait setelah dilakukan “review” bersama pihak inspektorat dan kejaksaan.

Ia menambahkan pembahasan tim ini cukup lama. Mereka juga bolak-balik memeriksa kondisi fisik lapangan sebelum mengambil keputusan memutus kontrak dan sekaligus menunjuk kontraktor pelaksana yang baru.

Pembangunan gedung perawatan RSUD Kolonodale tersebut mestinya selesai pada 31 Desember 2023.

Namun karena kontraktor tidak mampu menyelesaikan pekerjaannya, maka kontrak diputus dan pekerjaannya dilanjutkan kontraktor lain.

“Pemutusan kontrak pekerjaan tersebut besar risikonya. Kontraktor lama harus kehilangan uang jaminan pelaksanaan pekerjaan sebesar Rp1,8 miliar. Uang itu disetor ke kas Pemkab Morut,” tambahnya.

BACA JUGA  Persit KCK PD Jaya Gelar Syukuran Hari Jadi ke-77

Delfia sendiri merupakan PPK pengganti. Ia menggantikan PPK Pembangunan Gedung Perawatan VIP/VVIP RSUD Kolonodale sebelumnya Ronald Lagombi, ST, yang mengundurkan diri.

Proyek Pembangunan Gedung Perawatan VIP/VVIP RSUD Kolonodale dibiayai dengan menggunakan dana Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sebesar Rp 36 miliar, demikian Delfia Parenta. (MCDD/02)

Barron Ichsan Perwakum