Berita  

Perkosa 48 Pria, Mahasiswa S-2 Asal Indonesia Dihukum Seumur Hidup di Inggris

Reynhard Sinaga
Reynhard Sinaga/net

Jakarta,SudutPandang.id-Reynhard Sinaga, (36), warga negara Indonesia divonis hukuman penjara seumur hidup di Pengadilan Manchester Inggris. Mahasiswa S-2 asal Indonesia ini terbukti melakukan pemerkosaan terhadap 48 orang pria di negara Britania Raya.

Di antara 159 kasus tersebut terdapat 136 pemerkosaan yang difilmkan, di mana sejumlah korban diperkosa berkali-kali selama 2,5 tahun.

IMG-20220125-WA0002

Hingga sidang vonis dibacakan Hakim, polisi belum dapat mengidentifikasi 70 korban lainnya.

Wakil Kepala Penuntut, Ian Rushton dalam persidangan, Senin (6/1/2020) kemarin, mengungkapkan, Reynhard sebagai “pemerkosa dengan korban paling banyak dalam sejarah hukum Inggris”. Ia terbukti telah melakukan 159 pelanggaran, termasuk 136 perkosaan, yang difilmkannya di dua telepon seluler.

Reynhard yang pindah ke Inggris pada tahun 2007 sejak berusia 24 tahun ini, dijatuhi hukuman penjara seumur hidup dengan jangka waktu minimal 30 tahun.

Menurut Ian, pelaku mengklaim para korbannya menikmati fantasi seksualnya selama hubungan intim, tetapi pembelaan itu digambarkan sebagai hal “menggelikan” dan ditolak dengan suara bulat oleh empat hakim di Pengadilan Manchester.

Dalam rekaman video yang jadi barang bukti, terungkap banyak dari pria yang menjadi korbannya terdengar mendengkur saat diperkosa. Rekaman itu menepis pengakuan Reynhard bahwa korban tidak mempersoalkan atas apa yang dilakukannya.

“Sebagian besar memangsa para pelajar pada usia belasan atau awal 20-an. Mereka biasanya pergi ke pusat kota Manchester “tidak menginginkan apa pun selain malam yang baik bersama teman-teman mereka,” kata hakim Suzanne Goddard QC.

Dibius

Modusnya, Reynhard membujuk para korban ke apartemenya dengan kedok sebagai “good Samaritan”, lalu membiusnya kemudian melecehkan secara seksual setelah mereka pingsan. Ia emiliki formula yang telah diuji untuk menemukan korbannya di luar klub dalam beberapa menit berjalan kaki dari flatnya di Princess Street, Pusat Kota Manchester.

“Dia akan pergi setelah tengah malam untuk mencari mangsa yang sebagian besar pemuda heteroseksual. Beberapa diantaranya tidak memiliki uang untuk naik taksi ke rumah atau baterai ponsel mereka habis, sementara yang lain sakit.

Semua dalam keadaan mabuk ketika mereka didekati Reynhard yang berperawakan kecil dan tersenyum dalam kacamata berbingkai hitam, seperti tampak tidak berbahaya. Dia kemudian bertanya kepada para korbannya apakah mereka ingin ke apartemennya untuk tidur atau minum-minum lagi, dan mereka pun sepakat.

Dilansir dari The Guardian, politisi Inggris, Priti Patel menyampaikan simpati tulus kepada para korban dan berterima kasih kepada polisi dan jaksa yang telah menangani kasus ini.(gus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.