Polisi Kembali Temukan Peluru di Rumah “Koboi Lamborghini”

Ilustrasi

Jakarta, SudutPandang.id-Tim Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan menemukan beberapa peluru panjang dan satu peluru pendek yang masih utuh saat melakukan penggeledahan di rumah tersangka Abdul Malik “Koboi Lamborghini” di bilangan Pejaten Barat Pasar Minggu.

“10 peluru panjang kaliber 5.56, 11 peluru pendek kaliber 9 dan 1 peluru pendek masih utuh,” jelas Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, Kompol Andi Sinjaya Ghalib, dalam keterangan pers, Kamis (26/12/2019).

IMG-20220125-WA0002

Andi mengungkapkan, penggeledahan dilakukan pada hari Selasa (24/12/2019) pukul 23.00 WIB dengan disaksikan oleh istri serta ketua RT dan RW setempat.

Dalam perkara ini, Polres Metro Jakarta Selatan telah menetapkan Abdul Malik sebagai tersangka. Dia ditangkap pada Senin (23/12/2019) dengan barang bukti berupa senjata api kaliber 32, tiga selongsong peluru yang telah ditembakkan, dan 9 buah peluru aktif.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan, awalnya Abdul Malik melintas dengan mengendarai mobil Lamborghini oranye No Pol B 27 AYR di kawasan Kemang. Abdul Malik kemudian bertemu dengan dua orang pelajar yang sedang berjalan kaki. Kedua pelajar itu pun melontarkan kalimat “Wah, mobil bos nih!”.

“Pemilik kendaraan tidak terima, lalu turun, dan mengeluarkan satu kata yang tidak bagus,” kata Yusri di Polres Jakarta Selatan, Selasa (24/12/2019).

Tak hanya mengeluarkan kata-kata tidak sopan, juga memaksa kedua pelajar itu untuk berhenti. Pasalnya, kedua pelajar itu melarikan diri usai mengetahui AM turun dari mobil.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus (tengah) saat press conference perkara “Koboi Lamborghini”/Ant

Yusri mengungkapkan, Abdul Malik melepaskan tembakan ke udara sebanyak tiga kali guna memberhetikan kedua pelajar yang melarikan diri itu.

“(Kedua pelajar) disuruh jongkok, tapi yang bersangkutan tidak mau, lalu diletupkan lagi satu kali (tembakan). Jadi tiga kali letupan (tembakan),” ungkap Yusri.

Berdasarkan penelusuran polisi, Malik diketahui memiliki izin untuk senjata apinya tersebut. Dia merupakan anggota Persatuan Menembak Sasaran dan Berburu Indonesia (Perbakin). Polisi juga menyatakan bahwa pria yang disebut sebagai pengusaha properti itu baru saja menggunakan narkoba jenis ganja.

Polisi pun akhirnya mencabut izin senjata api pria yang disebut sebagai pengusaha properti ini. Ia pun dijerat dengan pasal 335 dan 336 KUHP. (filla)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.