Hemmen

Ribuan Korban Banjir di Jembrana-Bali Diberi Bantuan Bupati

Bupati Jembrana, Provinsi Bali, I Nengah Tamba memberikan bantuan sembako kepada warga yang terdampak banjir di daerah itu, Sabtu (8/7/2023). FOTO: dok.Ant

JEMBRANA, BALI, SUDUTPANDANG.ID – Bupati Jembrana, Provinsi Bali, I Nengah Tamba membantu ribuan warga korban banjir yang melanda daerah itu pada Jumat (7/7/2023).

Saat penyaluran bantuan, ia disertai anggota DPR RI Anak Agung Bagus Adhi Mahendra Putra serta Komandan Kodim 1617 Jembrana Letkol (Inf) Teguh Dwi Raharja.

“Salah satu desa dengan korban paling banyak adalah Desa Pengambengan. Meskipun tidak ada korban jiwa, ratusan rumah di desa ini terendam banjir,” katanya saat menyalurkan bantuan korban banjir di tenda pengungsian yang didirikan di Kantor Desa Pengambengan, Kecamatan Negara, Sabtu (8/7/2023).

Selain ke Pengambengan, ia bersama rombongan juga mendatangi lokasi banjir di Samblong serta abrasi pantai di Dusun Pabuahan, Desa Banyubiru.

BACA JUGA  PKK Asahan Gelar Lomba Menghias Tumpeng Non-Beras Meriahkan HUT RI ke-77

Khusus Desa Pengambengan, kata dia, pemerintah telah membangun drainase dengan anggaran Rp1,3 miliar.

“Adanya drainase itu sebenarnya cukup membantu, tapi karena curah hujan yang tinggi, banjir lumayan besar tetap terjadi di Pengambengan,” katanya.

Ia berharap anggota DPR RI yang hadir bisa memperjuangkan pembangunan infrastruktur penanggulangan banjir di Pengambengan.

Demikian juga terkait abrasi di Pabuahan, katanya, Pemkab Jembrana tidak bisa bekerja sendiri, tapi harus mendapatkan dukungan dari pemerintah pusat.

“Hari ini kami sudah petakan lokasi banjir dan abrasi, kami minta dukungan dari teman-teman di pusat serta pihak balai,” kata I Nengah Tamba.

Sementara itu Kepala Dinas Sosial Jembrana I Gusti Bagus Ketut Oka Parwata mengatakan penyaluran bantuan yang dilakukan bersama BPBD Kabupaten Jembrana antara lain nasi bungkus, matras, selimut dan lain-lain.

BACA JUGA  Tak Mampu Bayar Denda Overstay, WNA Mesir Dideportasi Rudenim Denpasar

“Wilayah yang kami prioritaskan Pengembengan dan Pebuahan, karena kondisinya cukup parah hingga masyarakat tidak dapat beraktivitas normal,” katanya.

Kepala Desa Pengambengan Kamaruzzaman mengatakan, sebanyak 1.000 kepala keluarga (KK) di wilayahnya terdampak banjir.

“Banjir merendam rumah di Banjar Munduk, Banjar Kelapa Balian dan Ketapang lampu. Kurang lebih 1000 keluarga terdampak,” katanya. (02/Ant)

Kesbangpol Banten