Hemmen

Siaga di Semua Lini, SPJM Siap Hadapi Arus Mudik dan Balik Lebaran 2024

Aktivitas karyawan Subholding Pelindo Jasa Maritim (SPJM) yang siap layani arus mudik dan balik Lebaran 2024 (Idul Fitri) 1445 Hijriah di sejumlah pelabuhan. FOTO: Humas SPJM

MAKASSAR-SULSEL, SUDUTPANDANG.ID – Subholding Pelindo Jasa Maritim (SPJM) menyatakan telah menyiagakan personelnya di semua lini dan siap menghadapi arus mudik dan balik Lebaran 2024 (Idul Fitri) 1445 Hijriah.

“Untuk menjaga kelancaran arus kapal yang membawa penumpang maupun barang, jajaran kami di seluruh Indonesia senantiasa berkordinasi dengan seluruh stakeholder di pelabuhan untuk mendukung layanan pemanduan yang berperan untuk menyandarkan dan membantu kapal untuk berangkat dari dermaga,” kata Corporate Secretary SPJM, Tubagus Patrick Tribudi Utama Iskandar dalam keterangan yang diterima di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) Senin (25/3/2024).

Kemenkumham Bali

Pihaknya berkomitmen menyukseskan penyelenggaraan layanan logistik selama Ramadhan dan arus mudik/balik Idul Fitri 2024.

Kesiapan berbagai sisi terus dioptimalkan dengan memastikan layanan marine, peralatan dan layanan utilitas di pelabuhan.

Pihaknya siap memberikan layanan terbaik baik untuk jasa marine, peralatan, dan layanan utilitas pelabuhan.

Untuk layanan marine, kesiapan kapal pandu dan para awak yang akan mengoperasikan kapal telah senantiasa diingatkan untuk menjaga keselamatan kapal maupun dirinya sendiri dengan memperhatikan aspek-aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja dan Lingkungan (K3L).

Para pandu yang bertugas setiap saat dilengkapi APD (alat pelindung diri) serta telah melakukan pengecekan kesehatan serta menjaga kondisi fisik (fit to work) secara berkala untuk memastikan pelayanan yang prima.

Demikian pula petugas operasional pelayanan segmen peralatan dan utilitas, juga intens dilakukan penyadaran akan pentingnya K3 dalam kegiatan operasional. Sementara jajaran Direksi dan manajemen rutin melakukan management walkthrough untuk memastikan semua aspek kesiapan operasional terjaga.

BACA JUGA  Arus Mudik Lintas Garut Masih Ramai

Dukungan digitalisasi

Ia juga menyampaikan dukungan digitalisasi layanan marine dengan kehadiran aplikasi “Phinnisi” yang terus di-upgrade.

“Phinnisi merupakan platform sistem operasi layanan kapal yang dikembangkan oleh Pelindo, yang bersifat End-To-End, menyediakan fitur terpadu sepenuhnya sebagai Order Management, Front-End dan Back-End dalam proses Layanan Kapal, serta mendukung pemenuhan siklus Order-To-Cash dan Record-To-Report dalam satu platform,” katanya.

Layanan marine yang disediakan oleh SPJM adalah pemanduan dan penundaan kapal. Hal ini sangat siginifikan apalagi pada masa menjelang hari raya dan libur seperti pada Ramadhan dan Idul Fitri, di mana jumlah penumpang dan barang yang berkorelasi dengan jumlah arus kapal turut meningkat.

Dengan demikian SPJM telah mengantisipasi kesiapan layanan untuk kapal-kapal tersebut di seluruh kelolaan Pelindo.

Ia menambahkan kapal-kapal pandu dan tunda untuk pelayanan yang dioperasikan oleh anak usaha SPJM yaitu PT PT Jasa Armada Indonesia Tbk. dan PT Pelindo Marine Service, semuanya rutin dilakukan pengecekan kesiapan, termasuk ketersediaan spare part kritikal jika terjadi permasalahan tekhnis bisa dengan cepat teratasi.

Sedangkan dari segi eksternal, hal yang menjadi perhatian dari perusahaan adalah pemantauan cuaca dengan memperhatikan informasi dari BMKG sehingga dapat diantisipasi dengan lebih dini.

BACA JUGA  Kabar PPKM Level 3 Batal, Tempat Wisata di Sumbar Buka saat Nataru

“Termasuk koordinasi terkait potensi cuaca ekstrim, di mana SPJM rutin berkoordinasi dengan BMKG dan instansi terkait untuk mitigasi risikonya,” katanya.

Sementara itu di stream jasa peralatan, kata dia, kesiapan SPJM sudah dimaksimalkan terutama dalam menjaga kesiapan peralatan di pelabuhan dalam mendukung proses bongkar muat barang.

Demikian pula dengan kesiapan layanan utilitas pelabuhan yang diberikan oleh SPJM group melalui anak-anak usahanya.

Untuk menjamin kesiapan peralatan di pelabuhan, 3 anak usaha SPJM yaitu PT Equiport Inti Indonesia (EII) dan PT Jasa Peralatan Pelabuhan Indonesia (JPPI), dan PT Berkah Industri Mesin Angkat (BIMA) senantiasa siaga untuk menjaga availabilitas peralatan sehingga kesiapan alat juga makin tinggi.

Sedangkan layanan utilitas berupa listrik dan air itu juga telah dipersiapkan oleh 2 anak usaha SPJM lainnya, yaitu PT Lamong Energi Indonesia (LEGI) dan PT Energi Pelabuhan Indonesia (EPI).

“Manajemen berharap, dengan optimalisasi layanan baik dari segi petugas maupun seluruh armada operasional, dan didukung dengan kordinasi intens bersama seluruh stakeholder terkait, layanan kepelabuhanan berjalan lancar tanpa kendala,” kata Tubagus Patrick Tribudi Utama Iskandar.

PT Pelindo Jasa Maritim (SPJM) merupakan subholding PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo yang dibentuk pada 1 Oktober 2021 pasca integrasi PT Pelabuhan Indonesia (Persero).

PT PSJM telah berpengalaman dengan mengelola lima klaster bisnis, yaitu jasa layanan marine, jasa peralatan pelabuhan (Equipments), jasa galangan, pengerukan (dredging solution), dan jasa utilitas kepelabuhanan (Port Services).

BACA JUGA  Hindari Kerumunan Jelang Lebaran, Petugas Gabungan Cek Pasar Mester

Wilayah operasional SPJM mencakup seluruh Nusantara yang terbentang dari Malahayati hingga Merauke.

SPJM juga terbuka untuk kerja sama dan bersinergi dalam dukungan layanan dengan mitra strategis baik untuk entitas domestik maupun luar negeri.

SPJM saat ini mengelola 8 (delapan) anak perusahaan yaitu: PT Jasa Armada Indonesia Tbk., PT Pelindo Marine Service, PT Equiport Inti Indonesia, PT Jasa Peralatan Pelabuhan, PT Energi Pelabuhan Indonesia, dan PT Pengerukan Indonesia, PT Berkah Industri Mesin Angkat (BIMA), dan PT Lamong Energi Indonesia.

SPJM juga memiliki 3 cucu perusahaan yaitu PT Alur Pelayaran Barat Surabaya, PT Berkah Multi Cargo, dan PT Pelindo Energi Logistik. Dengan keberagaman segmen bisnisnya, SPJM mampu menyediakan integrated one stop service bagi pengguna jasanya. (PR/02)