Berita  

Sirine Tiga Zaman Akan Tandai Pergantian Tahun di Solo

Taman Sriwedari Solo/pergimulu.com

Jakarta, SudutPandang.id-Pemkot Solo melarang masyarakat untuk membunyikan petasan saat pergantian Tahun Baru 2020 nanti. Sebagai gantinya akan dibunyikan sirine peninggalan zaman Belanda yang terdapat di Kompleks Taman Sriwedari, tepatnya di belakang Gedung Wayang Orang.

”Ya nanti pergantian tahun barunya ditandai dengan sirine yang ada di Sriwedari. Selain itu ada gong di tiap panggung,” ujar Kepala Dinas Pariwisata Solo, Hasta Gunawan, Rabu (25/12/2019) kemarin.

IMG-20220125-WA0002

Tahun ini, jelasnya, pihaknya juga melarang menyalakan kembang api sesuai dengan surat edaran yang dilakukan selama dua tahun terakhir.

Selama ini, jelasnya, sirine masih aktif dibunyikan untuk penanda berbuka puasa di kawasan Sriwedari. Bahkan kerap mengiringi momen detik-detik proklamasi yang selalu diperingati di Stadion R Maladi Sriwedari.

Balai Kota Surakarta/merbabu.com

Konon, sirine ini sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda dan menjadi penanda kalau mereka bersiap menyerang. Benda tersebut hingga kini masih berfungsi dan dipasang di atas tower berketinggian sekitar 30 meter.

Sirine Taman Sriwedari yang hanya dinyalakan pada bulan puasa Ramadhan serta Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha itu, merupakan peninggalan Sampeyandalem Ingkang Sinuhun Kangjeng Susuhunan Pakubuwono X yang memerintah Surakarta Hadiningrat antara tahun 1800-1939.

“Pada awalnya, dipasang lima buah sirine. Kelima alat itu masing-masing dipasang di Taman Sriwedari, Jongke, Gading, Jagalan, dan kompleks rumah dinas Residen Surakarta yang berlokasi di kawasan Banjarsari. Namun yang sampai saat ini masih berfungsi hanya tinggal satu, yakni di Taman Sriwedari,”ungkap Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo.(gus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.