Gratis, 40 calon mahasiswa D3 Kebidanan dan Keperawatan terpilih mulai ikuti PKKMB Tahun Akademik 2025/2026 di Kampus Akademi Kebidanan Sakinah Pasuruan

Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun Akademik 2025/2026 di Kampus Akademi Kebidanan Sakinah Pasuruan
Masa Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun Akademik 2025/2026 di Kampus Akademi Kebidanan Sakinah Pasuruan (Foto Istimewa)

PASURUAN – JATIM | SUDUTPANDANG.ID – Program Bantuan biaya pendidikan Program D3 Kebidanan dan Keperawatan tahun 2025 oleh Pemerintah Kabupaten Pasuruan kepada calon mahasiswa dari masyarakat kurang mampu, kini memasuki babak baru.

Sebanyak 20 calon mahasiswa D3 Kebidanan dan 20 mahasiswa D3 Keperawatan telah terpilih dan mulai mengikuti Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun Akademik 2025/2026 di Kampus Akademi Kebidanan Sakinah Pasuruan, Kamis (4/9/2025) siang.

Dimulainya PKKMB tersebut ditandai dengan pembukaan oleh Wakil Bupati Pasuruan, Shobih Asrori dan dihadiri oleh Wakil Ketua Tim Percepatan Pembangunan Daerah (TP3D) Kabupaten Pasuruan, KH Saifullah Damanhuri; Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Kabupaten Pasuruan, Diano Vela Fery dan undangan lainnya.

Menurut Diano, seluruh biaya perkuliahan hingga living cost alias biaya hidup keempat puluh mahasiswa ditanggung oleh pemerintah daerah Kabupaten Pasuruan.

“Mulai dari seragam, uang gedung, uang semester, membayar air, listrik, makan minum sampai wisuda ditanggung pemerintah daerah,” ucapnya.

Total anggaran yang digelontorkan mencapai Rp 851.800.000 yang diambilkan dari APBD Kabupaten Pasuruan tahun 2025. Dimana per mahasiswa kebidanan menerima bantuan sebesar Rp 20.070.000, dan mahasiswa keperawatan per orang menerima bantuan sebesar Rp 22.520.000.

BACA JUGA  Kantor Pers Gaza: 15.000 Lebih Anak Palestina Terbunuh Dalam Serangan Zionis Israel

“Kita sampaikan terima kasih dulu kepada Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo dan Pak Wabup Shobih Asrori yang telah memberikan kesempatan bagi calon mahasiswa dari masyarakat kurang mampu desil 1 sampai 5 untuk tetap bisa kuliah gratis,” katanya.

Sebelum berhasil menyeleksi 40 calon mahasiswa, Pemkab Pasuruan melalui Tim Panitia Seleksi (Pansel) telah melaksanakan penjaringan selama 3 bulan. Meliputi tahapan seleksi administrasi untuk kesesuaian tingkat kesejahteraan dari desil 1 sampai 5, kesehatan, kemampuan akademik dan seleksi lainnya.

Kata Diano, program bantuan pendidikan dari Pemkab Pasuruan ini mendapat sambutan yang sangat baik dari seluruh masyarakat. Terutama para orang tua dari golongan kurang mampu yang ingin menguliahkan putra-putrinya namun terhalang keterbatasan ekonomi.

“Alhamdulillah sangat antusias sambutan masyarakat terhadap beasiswa tahun ini. Mudah-mudahan dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya,” terangnya.

Sementara itu, Gus Shobih, demikian biasanya Wakil Bupati Pasuruan disapa mengisyaratkan, pemberian Beasiswa Program Pendidikan D3 Kebidanan dan Keperawatan yang digulirkan oleh Pemerintah Kabupaten Pasuruan merupakan investasi tak ternilai bagi daerah. Menurutnya, fasilitasi akses pendidikan tak berbayar bagi para pembelajar berprestasi tersebut akan berdampak terhadap peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Pada akhirnya akan mendorong Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Pasuruan.

BACA JUGA  One Way Diperpanjang hingga Tol Semarang-Solo

Gus Shobih menyampaikan keyakinannya. Bahwa pemberian Program Beasiswa bagi pelajar berprestasi dari berbagai latar belakang agar dapat melanjutkan studinya tanpa hambatan finansial. Sudah barang tentu akan menjadi langkah awal dalam menciptakan generasi unggul. Bagaimana bisa mencetak Tenaga Kesehatan (Nakes) unggul dengan membekalinya pengetahuan dan keterampilan selama menuntut ilmu di kampus.

“Beasiswa ini adalah investasi masa depan buat Pemerintah Kabupaten Pasuruan. Ini salah satu program visi-misi dari 33 program Mas Bupati dan saya. Ini adalah program yang sifatnya tidak bisa dinikmati langsung seperti program pembangunan infrastruktur jalan. Tapi baru bisa dinikmati insyaallah 3, 4 atau 5 tahun mendatang,” kata Gus Shobih didampingi oleh Direktur Akademi Kebidanan Pasuruan dan Direktur Politeknik Kesehatan.

Gus Shobih menitipkan beberapa pesan pentingnya. Ia berharap agar seluruh mahasiswa Program D3 Kebidanan dan Keperawatan Investasi IPM Kabupaten Pasuruan mampu memanfaatkan betul ilmu yang diperolehnya nanti.

BACA JUGA  Pemkot Jakbar Terima Bantuan 130 Tandon Air dari PAM Jaya

“Mudah-mudahan ini juga salah satu upaya usaha kita untuk meningkatkan IPM di Kabupaten Pasuruan. Diantara hal pokok yang juga harus kita perhatikan adalah Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi. Jika Adik-adik bisa lolos menjadi peraih beasiswa, maka bisa memanfaatkan ilmunya untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat,” katanya.

Lebih lanjut, Gus Shobih berharap, program pemberian beasiswa dapat berjalan dengan lancer. Sekaligus dapat diteruskan sebagai salah satu program andalan Pemerintah Kabupaten Pasuruan di bidang pendidikan. Sehingga akan mencetak Bidan dan Perawat yang tangguh di segala medan. (ACZ)