JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Universitas Indraprasta PGRI (Unindra) menyelenggarakan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-21 dan Dies Natalis ke-22 secara meriah di Auditorium Graha Indraprasta, Kampus C Unindra, Jakarta pada Sabtu (6/9/2025) lalu.
Siaran pers yang diterima Selasa (9/9/2025) menyebutkan, puncak acara HUT ke-21 dan Dies Natalis ke-22 Unindra, digelar pertunjukan seni budaya wayang kulit oleh dua dalang milenial dari TVRI Ki Danesworo Rafi Ramadhan dengan lakon Wahyu Trimanggola dan Ki Harjuno Pramareza Fadlansyah dengan lakon Sang Anoman.
Rektor Unindra, Prof. H. Sumaryoto, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Unindra terus berkomitmen menjadi Excellent Teaching University di Indonesia. L
“Kami berupaya aktif mengembangkan sumber daya manusia yang profesional, kreatif, mandiri, dan adaptif. Ini yang menjadikan Unindra pilihan masyarakat untuk menempuh pendidikan sarjana, magister, dan doktor,” ujarnya.
Saat ini, Unindra memiliki 22 program studi dengan lebih dari 40.000 mahasiswa. Meskipun dikenal sebagai perguruan tinggi dengan biaya terjangkau, Unindra tetap konsisten menjaga standar mutu pendidikan sesuai regulasi pemerintah, termasuk penyediaan sarana-prasarana dan peningkatan kompetensi dosen.
Dalam acara tersebut, Kepala Stasiun TVRI DKI Jakarta, Hari Setya, S.A.B., M.A.B., menyerahkan penghargaan kepada Rektor Unindra atas kontribusi kampus ini dalam pengembangan pendidikan dan pelestarian budaya.
“TVRI siap mendukung kerja sama dengan Unindra untuk mewujudkan visinya menjadi universitas unggul dalam pembelajaran pada 2029,” ungkapnya.
Unindra juga mendapatkan penghargaan dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta atas kontribusinya dalam mengentaskan kemiskinan melalui pendidikan dan pengajaran yang profesional serta pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
“Kami bersyukur atas penghargaan ini. Pendidikan adalah jalan menuju kesejahteraan bangsa,” tambah Prof. Sumaryoto.
Tak hanya fokus pada pendidikan formal, Unindra juga konsisten menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, termasuk pelestarian budaya nusantara. Melalui sanggar seni kampus, Unindra aktif mengembangkan seni tari tradisional, kawih, ketoprak, hingga wayang kulit.
Pagelaran wayang kulit kali ini juga disiarkan oleh TVRI sebagai bentuk sinergi dalam menjaga warisan budaya yang telah diakui UNESCO.
Prof. Sumaryoto juga mengaitkan perayaan ini dengan momen Maulid Nabi Muhammad SAW.
“Ini saat yang tepat untuk refleksi diri. Mari kita terus bersyukur dan bersama-sama membangun masa depan pendidikan yang berkualitas, dengan semangat gotong royong, kemandirian, serta adaptasi terhadap perkembangan zaman,” tuturnya.
Ketua Pengurus YPLP PT PGRI Jakarta, Drs. H. Diding Zainudin, M.M., turut memberikan apresiasi terhadap kinerja Rektor, pimpinan, dosen, karyawan, dan mahasiswa Unindra yang telah mengharumkan nama institusi di tingkat provinsi, nasional, hingga internasional.
“Unindra tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga berkomitmen kuat melestarikan seni budaya nusantara, bahkan telah mempergelarkan wayang kulit hingga ke Asia dan Eropa,” katanya.
Ia juga mendorong seluruh civitas akademika Unindra untuk terus meningkatkan profesionalisme dosen, memperkuat inovasi, serta menjawab tantangan zaman.
“Abad ini adalah abad pengetahuan. Pendidikan tinggi harus mampu menyelenggarakan pembelajaran yang modern, profesional, dan transparan. Mari jadikan momen ini sebagai tonggak semangat untuk kemajuan yang lebih baik,” pungkas H. Diding.(PR/01)

