UPDATE! Insiden Musala Al Khoziny, Sudah 40 Jenazah Ditemukan

Musala al khoziny
UPDATE! Insiden Musala Al Khoziny, Sudah 40 Jenazah Ditemukan (Foto: SP)

SIDOARJO, SUDUTPANDANG.ID – Proses pencarian korban reruntuhan Musala Al Khoziny di Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo, terus menunjukkan perkembangan signifikan. Hingga Minggu (5/10/2025) pukul 18.00 WIB, tim SAR gabungan telah berhasil menemukan 40 jenazah dari balik tumpukan beton bangunan empat lantai yang ambruk.

Sejak pagi, suara alat berat seperti eskavator dan pemecah beton terus terdengar di lokasi kejadian. Tim pencarian dan pertolongan (SAR) gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, BNPB, serta relawan bekerja tanpa henti menembus puing-puing demi mengevakuasi korban.

Dengan perlengkapan lengkap seperti helm, sepatu boots, sarung tangan, dan alat pelindung diri (APD), para petugas bergerak hati-hati agar tidak memperburuk kondisi struktur bangunan yang masih rawan roboh. Setiap jasad yang ditemukan segera dimasukkan ke kantong jenazah, disemprot disinfektan, lalu dibawa ke RS Bhayangkara Sidoarjo untuk proses identifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI).

BACA JUGA  Plt Bupati Sidoarjo Turun Langsung Bersih-bersih Sungai Wunut

Penemuan korban pada hari ketujuh pencarian ini menjadi yang terbanyak sejak musala ambruk pada Senin (29/9). Berdasarkan data resmi, berikut perkembangan jumlah korban meninggal dunia per hari:

  • Rabu (1/10): 3 jenazah.
  • Kamis (2/10): 2 jenazah.
  • Jumat (3/10): 9 jenazah.
  • Sabtu (4/10): 11 jenazah.
  • Minggu (5/10): 15 jenazah.

Total korban meninggal hingga saat ini mencapai 40 orang, sementara 23 orang lainnya masih dinyatakan hilang.

Selain korban dalam kondisi utuh, tim SAR juga menemukan empat potongan tubuh manusia yang hingga kini masih dalam proses identifikasi. Tim DVI masih melakukan pemeriksaan menyeluruh untuk memastikan apakah potongan tersebut berasal dari tubuh korban yang sama atau berbeda.

Meski masa operasi pencarian resmi sudah memasuki hari ketujuh, tim SAR memutuskan untuk memperpanjang masa evakuasi hingga seluruh korban berhasil ditemukan. Keputusan ini diambil berdasarkan hasil evaluasi lapangan dan pertimbangan kemanusiaan.

BACA JUGA  Victor Mambor, Pengurus AJI Jayapura Diteror Aksi Bom

Sejak hari keempat, ketika tidak lagi ditemukan tanda-tanda kehidupan, fokus operasi beralih sepenuhnya pada evakuasi jenazah dan pembersihan puing-puing.

Kepala Basarnas Jawa Timur menyebutkan bahwa operasi akan tetap berjalan 24 jam tanpa henti, dibagi ke dalam beberapa regu kerja untuk menjaga efektivitas dan keselamatan petugas.

Tragedi ini menjadi duka mendalam bagi keluarga korban dan masyarakat Sidoarjo. Pemerintah pusat melalui BNPB, Kementerian Kesehatan, serta Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Kabupaten Sidoarjo terus memberikan dukungan penuh, baik logistik, tenaga medis, maupun alat berat tambahan.

Selain aparat resmi, puluhan relawan dari berbagai daerah juga turun langsung membantu proses pencarian, pendistribusian bantuan, serta pendampingan psikologis bagi keluarga korban.

Salah satu anggota tim SAR mengungkapkan, “Kami tidak akan berhenti sampai seluruh korban ditemukan. Ini bukan hanya tugas kemanusiaan, tetapi juga amanah bagi mereka yang menunggu kepastian,” ujarnya.

BACA JUGA  DPD LDII Kota Kediri dan Media Tingkatkan SDM Profesional Religius

Dengan kerja keras tim SAR dan dukungan berbagai pihak, diharapkan seluruh korban dapat segera ditemukan dan diidentifikasi. Pemerintah juga berkomitmen untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap keamanan bangunan keagamaan dan pendidikan, agar peristiwa tragis seperti ini tidak terulang di masa depan.

Musala Al Khoziny kini menjadi simbol kepedihan sekaligus pengingat pentingnya keselamatan bangunan publik. Semoga seluruh korban mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan, dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan menghadapi cobaan ini.(PR/04)