Kebakaran Rumah di Papanggo, Petugas Damkar Gercep Padamkan Api

Avatar photo
Kebakaran di Pademangan: 2 Tewas, Diduga Akibat Ledakan Gas. Klender. Kebakaran di Papanggo. Grogol Petamburan. Rumah Tambora. Gudang Logistik Pesantren. Ruko Cipadu Tangsel
ilustrasi

JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Petugas Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu berhasil memadamkan kebakaran yang melanda dua rumah di Jalan Papanggo, Kecamatan Tanjung Priok, pada Sabtu (5/10/2025) dini hari. Dalam waktu kurang dari dua jam, api berhasil dikendalikan meski sempat membesar dan mengancam permukiman padat penduduk.

Kepala Seksi Operasi Gulkarmat Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu, Gatot Sulaeman, mengatakan, sebanyak 80 personel dengan 17 unit mobil pemadam dikerahkan ke lokasi begitu laporan diterima dari warga sekitar pukul 02.13 WIB. Kebakaran pun di Papanggo berhasil dipadamkan.

“Petugas tiba enam menit kemudian dan langsung melakukan pemadaman. Api berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 03.37 WIB,” ujarnya.

BACA JUGA  Disnaker Asahan Buka Posko Pengaduan 2024 Untuk Pekerja-Buruh

Menurut Gatot, kebakaran di Papanggo diduga dipicu arus pendek listrik (korsleting) dari kipas angin di salah satu kamar. Api dengan cepat merembet ke bangunan di sebelahnya yang terbuat dari material semi permanen.

“Objek yang terbakar dua unit rumah dengan luas total sekitar 160 meter persegi. Kedua rumah dihuni tujuh kepala keluarga atau 25 jiwa,” ungkapnya.

Warga sempat panik setelah mendengar teriakan minta tolong dari salah satu penghuni yang sakit dan terjebak di dalam kamar.

Sejumlah warga kemudian mendobrak pintu dan berhasil menyelamatkan korban sebelum petugas datang. Akses jalan yang sempit sempat menyulitkan mobil damkar mencapai titik api, namun proses pemadaman tetap berjalan kondusif.

BACA JUGA  Koramil Krejengan Mengawal Penyaluran BLT DD Ekstrem Desa Binaan

Gatot menambahkan, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran di Papanggo tersebut, namun kerugian material ditaksir mencapai Rp800 juta.

“Kami mengimbau warga memastikan instalasi listrik rumahnya aman dan rutin diperiksa untuk mencegah kebakaran serupa,” katanya.(fir/01)