Pasuruan, Jawa Timur – SUDUTPANDANG.ID | Hujan deras yang mengguyur Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan, pada Senin malam (24/11/2025), memicu banjir besar di jalan utama Desa Tambakrejo. Luapan sungai setempat mengakibatkan genangan hingga 70 sentimeter, sehingga memutus akses jalur Pantura dan melumpuhkan arus lalu lintas hingga malam hari.
Banjir Datang Mendadak, Ribuan Warga Terdampak
Berdasarkan laporan lapangan, banjir mulai menggenangi ruas jalan utama Tambakrejo sekitar pukul 18.30 WIB. Dalam waktu kurang dari satu jam, ketinggian air mencapai 40–70 cm di berbagai titik, terutama di area permukiman yang berdekatan dengan sungai.
Sekretaris Desa Tambakrejo, M. Zainal Abidin, mengungkapkan bahwa kenaikan debit air terjadi sangat cepat.
> “Air naik cepat dalam waktu sekitar setengah jam. Kami terus memantau perkembangan, khususnya permukiman dekat badan jalan yang paling rentan,” ujarnya.
Dampak banjir tidak hanya mengganggu transportasi, tetapi juga mengancam keselamatan warga. Sedikitnya 423 rumah terendam dan 1.268 jiwa berada di kawasan rawan banjir. Sebanyak 112 warga terpaksa mengungsi sementara ke rumah kerabat demi menghindari risiko lebih buruk.
Jalur Alternatif Dibuka, Kendaraan Dialihkan ke Tol
Akibat terendamnya jalan utama, kendaraan roda empat tidak bisa melintas. Pihak berwenang pun membuka jalur alternatif melalui jalan tol untuk mengurai kemacetan dan menjaga kelancaran distribusi logistik.
Sementara itu, sejumlah pengendara sepeda motor nekat menerobos genangan. Sayangnya, banyak di antara mereka terpaksa menuntun kendaraan karena mesin mogok akibat kemasukan air.
BPBD Pasuruan Siagakan Posko, Prioritaskan Keselamatan Warga
Tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan langsung turun ke lokasi sejak pukul 20.00 WIB. Koordinator Lapangan BPBD Pasuruan, Budi Kurniawan, menegaskan bahwa keselamatan warga menjadi prioritas utama.
> “Prioritas kami memastikan keselamatan warga. Posko siaga sudah didirikan, dan kami siap mengevakuasi jika dibutuhkan,” katanya.
Hingga Selasa pagi (25/11), belum ada laporan korban jiwa akibat banjir tersebut. Namun, aktivitas ekonomi masyarakat setempat terganggu. Banyak warung dan toko di sepanjang jalan utama Tambakrejo terpaksa tutup lebih awal karena akses pelanggan terputus.
Evaluasi dan Imbauan Pemerintah
Pemerintah daerah berencana melakukan evaluasi menyeluruh setelah air surut untuk mengidentifikasi penyebab teknis banjir dan merancang langkah antisipatif di masa depan. Warga diimbau untuk menghindari jalur Tambakrejo hingga kondisi benar-benar normal dan terus memantau informasi resmi dari BPBD atau pihak berwenang.
Banjir Tambakrejo menjadi pengingat pentingnya mitigasi bencana dan perbaikan infrastruktur pengendali banjir, terutama di wilayah rawan seperti Kabupaten Pasuruan yang kerap dilanda fenomena serupa tiap musim hujan.


