Jacksen Tiago Tegaskan Jalur Timnas Putri Dimulai dari Pembinaan Dini

Jacksen F. Tiago tegaskan bahwa masa depan tim nasional sepak bola putri harus dibangun sejak usia dini melalui pembinaan berjenjang dan berkelanjutan. (Foto: IST).

JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID — Mantan pelatih tim nasional Indonesia, Jacksen F. Tiago, terjun langsung memantau sekaligus membina bibit pesepak bola putri usia dini melalui ajang MilkLife Soccer Challenge Tangerang dan Semarang Seri 2 musim 2025–2026 yang berlangsung pada 13–18 Januari 2026.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk membangun fondasi sepak bola putri nasional sejak level paling dasar.

Jacksen yang kini menjabat sebagai Head Coach MilkLife Soccer Challenge bersama Timo Scheunemann menilai turnamen kelompok usia 8, 10, dan 12 tahun tersebut sebagai jalur awal pembinaan pesepak bola putri menuju level profesional hingga tim nasional.

Menurut dia, pembinaan usia dini memiliki peran krusial dalam membentuk karakter, teknik dasar, serta mental bertanding atlet perempuan.

“Turnamen kelompok usia ini adalah langkah awal pembinaan. Kalau bicara tim nasional putri ke depan, maka jalurnya dimulai dari sini,” ujar Jacksen dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu (18/1/2026).

Ia menjelaskan, pembinaan sepak bola putri membutuhkan pendekatan yang berbeda dibandingkan sepak bola putra.

Selain aspek teknik dan fisik, perhatian khusus perlu diberikan pada faktor psikologis atlet, terutama dalam menjaga motivasi dan konsistensi performa sejak usia dini.

BACA JUGA  Timnas Indonesia Tiba di Sydney, Kluivert Ajak Pemain ke Gym

“Siklus putra berbeda dengan putri. Menurut saya itu menjadi tantangan terberat. Karena mood-nya perempuan itu sangat labil, sehingga kita harus memahami itu untuk bisa menangani mereka,” kata Jacksen.

Ia menambahkan, kompetisi yang rutin dan berjenjang menjadi sarana penting untuk membentuk mental bertanding sekaligus menumbuhkan rasa percaya diri para pesepak bola putri muda.

MilkLife Soccer Challenge Tangerang dan Semarang Seri 2 mencatat peningkatan signifikan dari sisi partisipasi dibandingkan seri sebelumnya.

Di Tangerang, turnamen ini diikuti 1.424 siswi yang berasal dari 135 sekolah dasar (SD) dan madrasah ibtidaiyah (MI). Sementara di Semarang, jumlah peserta mencapai 1.239 siswi dari 65 SD dan MI.

Peningkatan jumlah peserta tersebut dinilai mencerminkan semakin besarnya minat sekolah dan orang tua dalam mendorong anak perempuan terlibat aktif dalam olahraga sepak bola.

Selain sebagai ajang kompetisi, turnamen ini juga menjadi ruang pembelajaran bagi peserta untuk mengenal nilai sportivitas, kerja sama tim, dan disiplin.

BACA JUGA  Juara Baru Lahir di MilkLife Soccer Challenge Yogyakarta & Bandung

Dari sisi hasil pertandingan, di Tangerang, SDN Pinang 3 C keluar sebagai juara kategori usia 10 tahun setelah mengalahkan British School Jakarta dengan skor 2-1 pada partai final.

Sementara itu, kategori usia 12 tahun dimenangkan SDN Kunciran 4 C yang berhasil menundukkan SDN Kebayoran Lama Selatan 19 dengan skor ketat 3-2.

Adapun di Semarang, gelar juara kategori usia 10 tahun diraih SDN Klepu 03. Pada kategori usia 12 tahun, SDN Sendangmulyo 04 tampil sebagai kampiun setelah melalui rangkaian pertandingan yang kompetitif.

Program Director MilkLife Soccer Challenge, Teddy Tjahjono, mengatakan peningkatan jumlah peserta pada Seri 2 juga diiringi perkembangan kualitas permainan.

Menurut dia, para peserta kini sudah memiliki gambaran lebih jelas mengenai pola pertandingan dan jadwal pelaksanaan turnamen, sehingga persiapan tim menjadi lebih matang.

“Dari sisi kualitas juga terlihat perkembangan karena anak-anak sudah lebih siap. Mereka mulai memahami cara bermain sebagai tim dan berani menunjukkan kemampuan di lapangan,” ujar Teddy.

Selain mempertandingkan kategori usia 10 dan 12 tahun, MilkLife Soccer Challenge juga menghadirkan Festival SenengSoccer untuk kategori usia 8 tahun.

BACA JUGA  MilkLife Soccer Challenge Seri 2 Dorong Pembinaan Sepak Bola Putri Usia Dini

Program ini dirancang sebagai pengenalan sepak bola secara menyenangkan, dengan fokus pada gerak dasar, koordinasi, serta kecintaan terhadap olahraga sejak dini tanpa tekanan kompetisi.

Penyelenggara berharap, melalui Festival SenengSoccer, minat anak perempuan terhadap sepak bola dapat tumbuh secara alami dan berkelanjutan.

Dengan demikian, jenjang pembinaan dari usia 8 hingga 12 tahun dapat berjalan selaras dan berkesinambungan.

MilkLife Soccer Challenge Seri 2 musim 2025–2026 selanjutnya akan digelar di Bandung dan Yogyakarta pada 27 Januari hingga 1 Februari 2026.

Rangkaian turnamen ini diharapkan terus menjadi wadah pencarian dan pembinaan talenta muda sepak bola putri Indonesia yang kelak mampu bersaing di level nasional maupun internasional. (09/AGF).