BRI Life Raih Penghargaan Indonesia Best Digital Innovation 2025

BRI Life Raih Penghargaan Indonesia Best Digital Innovation 2025

“Transformasi digital menjadi fondasi BRI Life dalam menjaga keberlanjutan bisnis di tengah dinamika industri asuransi.”

JAKARTA, SUDUT PANDANG.ID – PT Asuransi BRI Life meraih penghargaan Indonesia Best Digital Innovation Award 2025 atas pengembangan inovasi digital yang dinilai berkontribusi terhadap peningkatan kinerja perusahaan dan penguatan ekosistem industri asuransi. Penghargaan tersebut diberikan dalam ajang yang diselenggarakan oleh SWA dan Business Digest di Jakarta, Senin (27/1/2025).

Melalui keterangan pers, Kamis (29/1/2026), BRI Life menyebutkan bahwa penghargaan ini diberikan sebagai pengakuan atas transformasi digital yang dijalankan perusahaan secara berkelanjutan dalam merespons dinamika industri asuransi yang semakin kompetitif. Inovasi digital dinilai menjadi salah satu fondasi utama dalam menjaga keberlanjutan bisnis di tengah perubahan perilaku konsumen dan perkembangan teknologi.

Direktur Operasional BRI Life, Andrew Bain, menyampaikan bahwa pencapaian tersebut mencerminkan pemanfaatan teknologi digital yang terukur dan relevan dengan kebutuhan perusahaan maupun nasabah.

BACA JUGA  Wabup Asahan Sambangi Petani Durian di Desa Meranti

“Kami berkomitmen menghadirkan inovasi digital yang tidak hanya mendukung operasional internal, tetapi juga memberikan kemudahan serta nilai tambah bagi nasabah,” ujar Andrew.

Sebagai perusahaan asuransi jiwa nasional, BRI Life menjalankan sejumlah inisiatif transformasi digital, antara lain penerapan sistem berbasis teknologi untuk mendukung operasional keuangan, pengelolaan data, serta pengawasan proses pembayaran klaim dan manfaat.

Selain itu, perusahaan juga menerapkan langkah mitigasi risiko untuk mengantisipasi ancaman keamanan siber.

Andrew menjelaskan, transformasi digital BRI Life dilakukan sebagai respons terhadap berbagai tantangan industri, seperti meningkatnya biaya kesehatan (medical cost inflation), rendahnya tingkat literasi dan penetrasi asuransi, perubahan perilaku generasi milenial dan generasi Z, serta tren kenaikan klaim kesehatan.

Model Bisnis

Dalam proses tersebut, BRI Life menggeser model bisnis dari sekadar penyedia perlindungan menjadi bagian dari aktivitas keseharian nasabah melalui pendekatan Beyond Insurance and Insurance as a Platform.

Tim juri menilai transformasi digital BRI Life dijalankan melalui kerangka strategi digital yang mencakup digitalisasi proses inti, pembangunan ekosistem digital, serta integrasi layanan dalam kehidupan nasabah.

BACA JUGA  Gejala Kenaikan Harga Selama Ramadan: Kebodohan atau Ketidakberdayaan?

Strategi ini diperkuat dengan pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan, analitik data, dan Internet of Things, serta pengembangan ekosistem layanan kesehatan digital.

Selain itu, perusahaan asuransi ini juga melakukan integrasi layanan dalam ekosistem BRI Group maupun mitra di luar grup, serta diversifikasi saluran distribusi, mulai dari bisnis ke bisnis (B2B), bisnis ke konsumen (B2C), telemarketing, hingga pemasaran digital.

Transformasi tersebut tercermin dari peningkatan pangsa pasar annual premium equivalent (APE) BRI Life dari 4,1 persen pada 2019 menjadi 8,8 persen pada 2023.

Perusahaan juga mencatat kenaikan peringkat industri dari posisi ke-12 menjadi peringkat ketiga, peningkatan jumlah tertanggung hingga sekitar 20 juta orang, serta tingkat pencapaian distribusi yang melampaui target.

BACA JUGA  Mimpi Erick Thohir, Ekonomi Kreatif RI Bisa Maju

“Transformasi digital menjadi kebutuhan bagi perusahaan untuk tetap kompetitif. Penghargaan ini diharapkan dapat mendorong penguatan transformasi digital di industri asuransi jiwa nasional,” kata Andrew.(PR/01)