Perang Iran-Israel, Atlet Arab dan Qatar Tertahan di RI

Dampak Perang Iran Melawan Israel dan AS, Atlet Arab Saudi dan Atlet Qatar Masih Tertahan di Indonesia. (Foto: PB IKASI).
Dampak Perang Iran Melawan Israel dan AS, Atlet Arab Saudi dan Atlet Qatar Masih Tertahan di Indonesia. (Foto: PB IKASI).

JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Dampak Perang Iran Melawan Israel dan AS, Atlet Arab Saudi dan Atlet Qatar Masih Tertahan di Indonesia.

Sebanyak 23 atlet kadet dan junior asal Arab Saudi, lima atlet dan ofisial dari Qatar, serta dua pejabat federasi anggar dari Irak dan Uzbekistan belum dapat kembali ke negara masing-masing setelah mengikuti Kejuaraan Anggar Kadet dan Junior Asia 2026 di Jakarta.

Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (PB IKASI), Firtian Judiswandarta, mengatakan para atlet tersebut sejatinya dijadwalkan pulang pada Minggu (1/3/2026). Namun, situasi perang di kawasan Timur Tengah membuat sejumlah penerbangan internasional dibatalkan.

“Jadwal kepulangan mereka hari ini. Tetapi mereka yang sudah berada di Bandara Soekarno-Hatta tidak bisa terbang karena tidak ada penerbangan akibat dampak perang Iran melawan Amerika Serikat dan Israel. Untuk sementara, mereka masih berada di Indonesia,” ujar Firtian saat dihubungi di Jakarta, Minggu (1/3).

Menurut Firtian, PB IKASI terus berkoordinasi dengan pihak maskapai dan otoritas terkait untuk memastikan keselamatan dan kepulangan para atlet. Hingga saat ini, belum ada kepastian kapan penerbangan menuju sejumlah negara di Timur Tengah kembali normal.

BACA JUGA  Presiden FCA Puji PB IKASI di Kejuaraan Anggar Asia

Selain rombongan atlet yang tertahan di Indonesia, dua wasit internasional masing-masing dari Arab dan Iran juga belum dapat kembali ke negaranya. Keduanya saat ini tertahan di Bandara Internasional Doha, Qatar, akibat gangguan operasional penerbangan di kawasan tersebut.

Kejuaraan Anggar Kadet dan Junior Asia 2026 digelar pada 20–27 Februari 2026 di Jakarta International Convention Centre (JICC), Senayan, Jakarta.

Ajang ini diikuti 801 atlet dari 26 negara dan menjadi salah satu babak kualifikasi menuju Youth Olympic Games 2026 di Dakar, Senegal.

PB IKASI memastikan seluruh atlet dan ofisial yang masih berada di Indonesia dalam kondisi aman. Panitia pelaksana juga telah menyiapkan akomodasi tambahan sembari menunggu perkembangan situasi geopolitik di Timur Tengah.

“Kami menjamin kebutuhan mereka selama di sini. Koordinasi dengan kedutaan besar masing-masing negara juga terus dilakukan,” kata Firtian.

Situasi ini dipicu eskalasi konflik setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan militer ke wilayah Iran pada Sabtu (28/2/).

Serangan tersebut dilaporkan menghantam sejumlah titik strategis di Teheran, termasuk kompleks kediaman pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei.

BACA JUGA  Indonesia Turunkan 48 Atlet di Kejuaraan Anggar Asia 2026

Sejumlah laporan menyebutkan puluhan bom dijatuhkan dalam operasi tersebut. Serangan itu memicu respons balasan dari Iran yang menargetkan kepentingan Amerika Serikat dan Israel di kawasan Timur Tengah.

Eskalasi konflik ini berdampak luas terhadap stabilitas kawasan, termasuk gangguan penerbangan internasional. Beberapa negara seperti Bahrain, Qatar, dan Uni Emirat Arab (UEA) terdampak karena terdapat pangkalan militer atau aset militer Amerika Serikat di wilayah mereka.

Penutupan sementara wilayah udara dan pembatalan sejumlah rute penerbangan menuju dan dari Timur Tengah menjadi imbas langsung dari konflik tersebut. Maskapai-maskapai internasional memilih menghentikan sementara operasional demi alasan keselamatan.

Bagi dunia olahraga, dampak konflik ini menjadi tantangan tersendiri. Kejuaraan Anggar Kadet dan Junior Asia 2026 sejatinya berlangsung lancar hingga hari terakhir pertandingan. Namun, situasi geopolitik global yang berkembang cepat membuat sebagian kontingen belum bisa kembali tepat waktu.

Firtian menegaskan, pihaknya terus memantau perkembangan situasi dan siap membantu kebutuhan logistik tambahan jika masa tinggal para atlet harus diperpanjang. Ia berharap konflik segera mereda agar mobilitas internasional kembali normal.

“Kami tentu berharap situasi cepat membaik sehingga mereka bisa kembali ke negaranya dengan aman,” ujarnya.

BACA JUGA  Agus Suparmanto Kembali Pimpin PB IKASI

Kondisi ini menunjukkan bagaimana konflik geopolitik dapat berdampak langsung pada sektor olahraga internasional.

Atlet yang sebelumnya fokus bertanding kini harus menghadapi ketidakpastian perjalanan akibat dinamika politik global.

Sementara itu, hingga Minggu malam, belum ada pernyataan resmi dari otoritas penerbangan internasional mengenai jadwal normalisasi penerbangan menuju kawasan terdampak konflik.

PB IKASI memastikan akan terus memberikan pembaruan informasi kepada publik dan keluarga atlet terkait perkembangan terbaru.

Perang Iran Melawan Israel dan AS, Atlet Arab Saudi dan Atlet Qatar Masih Tertahan di Indonesia kini menjadi gambaran nyata bagaimana ketegangan global dapat merembet hingga ke arena olahraga.

Pemerintah dan federasi terkait diharapkan dapat bekerja sama memastikan keselamatan seluruh pihak yang terdampak. (AGF/09).