Keributan di Warung Nasi Uduk Pegangsaan Berujung Bentrok, Satu Orang Tewas

Avatar photo
Keributan di Warung Nasi Uduk Pegangsaan Berujung Bentrok, Satu Orang Tewas
Lokasi bentrokam antarkelompok warga di Jalan Tambak, Kelurahan Pegangsaan, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (26/7/2026). (Foto: Fir/Sudutpandang.id

JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Bentrokan yang diduga dipicu keributan di sebuah warung nasi uduk di Jalan Tambak I, Kelurahan Pegangsaan, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (26/7/2026), menewaskan satu orang.

Polisi menyatakan korban berinisial K (23) sempat dilarikan ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), namun meninggal dunia saat menjalani perawatan.

“Kami turut berduka cita. Berdasarkan informasi yang kami terima, saudara K telah meninggal dunia,” ujar Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Reynold Hutagalung kepada wartawan di lokasi kejadian, Minggu (26/7/2026).

Terkait peristiwa tersebut, polisi mengamankan tiga orang yang diduga terlibat dalam aksi penganiayaan. Ketiganya masing-masing berinisial S, T, dan U.

Ia mengatakan, dua orang dievakuasi dari lokasi kejadian dalam kondisi kritis. Namun, satu di antaranya tidak dapat diselamatkan.

“Dua orang yang diamankan dari TKP dibawa dalam kondisi kritis. Namun, ketika di rumah sakit, satu di antaranya meninggal dunia,” ujarnya.

BACA JUGA  Sido Muncul Kembali Meraih Penghargaan dari Kementerian LHK

Selain korban jiwa, polisi juga mengamankan delapan orang untuk dimintai keterangan.

Mereka terdiri atas enam orang dari satu kelompok dan dua orang dari kelompok lainnya.

“Sedang kami amankan dan ambil keterangannya di Polsek Menteng,” katanya.

Warung Nasi Uduk

Kasat Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra menambahkan, berdasarkan penyelidikan sementara, bentrokan bermula ketika sekelompok orang datang ke warung nasi uduk untuk membeli sarapan.

Polisi menduga terjadi perselisihan yang membuat kelompok tersebut meninggalkan lokasi sambil menggeber sepeda motor.

Tak lama kemudian, kelompok itu diduga kembali bersama sejumlah rekannya dan merusak gerobak pedagang nasi uduk.

Peristiwa tersebut memicu reaksi warga sekitar hingga bentrokan antarkelompok tidak dapat dihindari.

Polisi menyebut petugas sempat berupaya melerai keributan. Namun, jumlah massa yang cukup banyak membuat bentrokan sulit dikendalikan hingga menimbulkan korban.

BACA JUGA  Kuasa Hukum Ungkap Dugaan Kriminalisasi dalam Perkara Sengketa Tanah Pegangsaan

Hingga kini, penyidik masih mendalami penyebab pasti bentrokan serta peran masing-masing pihak yang terlibat. Polisi juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Dari lokasi kejadian, petugas menemukan puing bangunan dan kendaraan yang terbakar, serta batu yang terdapat bercak darah. Meski demikian, hingga kini penyidik belum menemukan senjata tajam yang diduga digunakan dalam bentrokan tersebut.

Tak Terima Ditegur

Sementara itu, pedagang nasi uduk, Rusdi, mengungkapkan, keributan bermula ketika seorang pelanggan menegur pengendara sepeda motor yang menggunakan knalpot bising di sekitar warungnya.

“Terus enggak lama kemudian manggil abang-abangnya, datang, terus udah langsung kejadian (bentrok),” kata Rusdi.

Menurut Rusdi, sekitar 10 orang kemudian datang ke lokasi dan diduga mencari orang yang menegur pengendara motor. Karena tidak menemukannya, mereka diduga melampiaskan amarah dengan merusak gerobak miliknya.

Akibat kejadian tersebut, kaca dan roda gerobak mengalami kerusakan. Meski demikian, Rusdi mengatakan kerusakan itu masih dapat diperbaiki.

BACA JUGA  Wabup Tangerang : Isu Pelecehan Seksual Lingkungan Kerja Bukan Persoalan Individu, Tapi Masalah Serius

“Cuma kacanya itu, kaca sama roda sih. Masih bisa dibenerin,” ujarnya.

Rusdi juga memastikan tidak ada pelanggan yang menjadi korban karena saat bentrokan terjadi warungnya sedang tidak melayani pembeli.

“Kalau yang makan di saya sih aman, waktu itu lagi enggak ada, lagi kosong. Cuma ini (kaki) kena pecahan doang,” katanya.(fir/01)