IJBA Perkuat Regenerasi Atlet Jetski Menuju IGP 2026

Ketua Umum IJBA Syaiful Sutan Aswar menegaskan pembinaan atlet jetski nasional terus diperkuat melalui klub dan penyelenggaraan Indonesia International Jetsport Grand Prix (IGP) 2026. (Foto: AGF/SP).

JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Ketua Umum Indonesia Jetsport Boating Association (IJBA), Syaiful Sutan Aswar, menegaskan organisasinya terus memperkuat regenerasi atlet jetski nasional melalui pembinaan berbasis klub.

Langkah tersebut dilakukan agar proses pengembangan atlet berjalan lebih terarah, berkelanjutan, dan mampu melahirkan pembalap Indonesia yang kompetitif di tingkat internasional.

Komitmen itu disampaikan Syaiful dalam konferensi pers persiapan Indonesia International Jetsport Grand Prix (IGP) 2026 di Jakarta, Selasa (28/7/2026)

Menurutnya, klub memiliki peran strategis sebagai ujung tombak pembinaan, sementara IJBA bertugas memberikan pendampingan, pembinaan, dan arah pengembangan prestasi.

“Jadi klub-klub itu tetap berafiliasi ke IJBA, yang mana nanti kami membantu mereka untuk menjalankan proses pengembangan atlet, karena dengan begitu bisa lebih fokus kepada peningkatan prestasi,” ujar Syaiful.

Pria yang akrab disapa Fully itu menjelaskan, pendekatan pembinaan melalui klub dipilih karena dinilai lebih efektif dalam menciptakan sistem regenerasi yang berkesinambungan.

Dengan adanya koordinasi yang kuat antara IJBA dan klub, atlet dapat dibina sejak usia dini hingga siap bersaing di level internasional.

Menurutnya, pembinaan tidak cukup hanya berorientasi pada keikutsertaan dalam kejuaraan. Klub juga harus mampu mencetak atlet yang memiliki kualitas teknik, mental bertanding, dan konsistensi performa untuk menghadapi persaingan dengan pembalap terbaik dunia.

BACA JUGA  Hadapi Korea, Indonesia Turunkan Kekuatan Terbaik

Karena itu, IJBA kini lebih memfokuskan perannya sebagai organisasi yang memperkuat sistem pembinaan nasional dibanding hanya menjadi penyelenggara kompetisi.

Melalui pola tersebut, setiap klub diharapkan memiliki arah pembinaan yang jelas serta target peningkatan prestasi yang terukur.

Syaiful mengakui membangun atlet jetski berkelas dunia bukan pekerjaan yang mudah.

Dibutuhkan proses panjang, latihan intensif, serta pengalaman bertanding di berbagai kompetisi internasional agar atlet mampu berkembang secara maksimal.

IJBA, kata dia, pernah mengirim sejumlah atlet Indonesia mengikuti kejuaraan di Amerika Serikat sebagai bagian dari program peningkatan pengalaman bertanding.

Namun, hasil yang diperoleh saat itu belum memenuhi ekspektasi karena tingginya level persaingan internasional.

Pengalaman tersebut menjadi bahan evaluasi bagi IJBA dalam menyusun strategi pembinaan yang lebih efektif.

Organisasi kini memilih menghadirkan kompetisi berstandar internasional di Indonesia sehingga lebih banyak atlet nasional dapat merasakan atmosfer persaingan dunia tanpa harus menghadapi kendala biaya perjalanan ke luar negeri.

“Berangkat dari pengalaman itu, kami ingin membawa kompetisi internasional ke Indonesia agar semakin banyak atlet muda mendapat kesempatan mengukur kemampuan mereka melawan pembalap terbaik dunia,” jelasnya.

Strategi tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Indonesia International Jetsport Grand Prix (IGP) 2026 yang akan berlangsung di Jetski Academy Indonesia, Ancol, Jakarta, pada 2–6 Desember 2026.

BACA JUGA  Apriyani/Fadia Makin Padu, Satu Tiket 16 Besar Dipesan

Kejuaraan ini diproyeksikan menjadi salah satu ajang jetski internasional terbesar yang pernah digelar di Indonesia. Puluhan atlet elite dari berbagai negara dijadwalkan ambil bagian dalam berbagai kelas perlombaan.

Menurut Syaiful, kehadiran IGP 2026 bukan hanya menjadi ajang perebutan gelar juara, tetapi juga sarana transfer pengalaman bagi atlet nasional.

Dengan menghadapi lawan-lawan berkelas dunia di kandang sendiri, pembalap Indonesia diharapkan mampu meningkatkan kemampuan teknis maupun mental bertanding.

Selain itu, penyelenggaraan IGP 2026 juga diyakini akan mempercepat proses regenerasi atlet nasional.

Atlet-atlet muda dapat menyaksikan langsung standar kompetisi internasional sekaligus termotivasi untuk meningkatkan kualitas mereka.

Sebelum IGP 2026 digelar, IJBA juga telah menyiapkan agenda turnamen nasional sebagai bagian dari proses seleksi atlet yang akan tampil pada kompetisi internasional tersebut.

Kejuaraan nasional itu akan menjadi tolok ukur untuk menentukan atlet yang dinilai memiliki kemampuan dan kesiapan bersaing di level dunia.

Dengan demikian, wakil Indonesia yang tampil di IGP 2026 benar-benar merupakan pembalap terbaik hasil proses pembinaan nasional.

Syaiful mengungkapkan jumlah klub jetski di Indonesia hingga kini masih mencapai puluhan. Meski demikian, belum seluruhnya memiliki atlet yang memenuhi standar kompetisi internasional.

BACA JUGA  Ditahan Galatasaray Tanpa Gol, Barcelona Janjikan Kebangkitan di Istanbul

“Meski tidak sebanyak dulu tetapi jumlah klub sampai saat ini masih ada puluhan. Namun memang yang memenuhi standar kelas dunia masih terbatas sehingga butuh banyak jam terbang, kualifikasi, dan turnamen,” katanya.

Ia menilai peningkatan frekuensi kompetisi menjadi faktor penting untuk mempercepat lahirnya atlet berprestasi.

Semakin banyak kesempatan bertanding, semakin besar pula peluang atlet meningkatkan pengalaman, kemampuan membaca strategi lawan, serta menjaga konsistensi performa.

Melalui sinergi antara IJBA, klub, dan penyelenggaraan Indonesia International Jetsport Grand Prix 2026, Syaiful optimistis pembinaan jetski Indonesia akan semakin kuat.

Ia berharap ajang tersebut menjadi titik awal lahirnya generasi baru pembalap Indonesia yang mampu bersaing dan meraih prestasi di panggung internasional sekaligus mengharumkan nama bangsa. (09/AGF).