Syahrini Ungkap Perjalanan Mendapatkan Buah Hati dan Akui Sempat Dua Kali Keguguran

Syahrini
Artis Syahrini (Foto: Net)

JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Kebahagiaan Syahrini menjadi seorang ibu ternyata menyimpan perjalanan panjang yang penuh perjuangan. Penyanyi yang menikah dengan Reino Barack itu mengungkap pengalaman pahit yang harus dilaluinya sebelum akhirnya berhasil mendapatkan buah hati.

Cerita tersebut disampaikan Syahrini melalui kanal YouTube The Princess Syahrini. Ia mengaku perjalanan menuju kehamilan bukan sesuatu yang mudah, terlebih setelah mengalami keguguran hingga harus menjalani berbagai prosedur medis.

“Panjang banget perjalananku. It’s a long, long journey. Karena awal menikah itu setelah bulan madu tuh aku isi, tapi aku diizinkannya hanya berjumpa anakku dalam kandungan di usia 3 bulan. Jadi waktu itu aku langsung keguguran,” ujar Syahrini melalui kanal YouTubenya, dikutip Sabtu (5/9/2026).

Setelah keguguran pertama, Syahrini kembali mendapatkan kabar bahagia. Ia diketahui hamil ketika sedang berada di luar negeri. Akan tetapi, kebahagiaan itu kembali diuji. Syahrini mengalami pendarahan hingga harus dibawa ke sebuah klinik untuk mendapatkan pemeriksaan.

Saat menjalani pemeriksaan, Syahrini baru mengetahui usia kehamilannya sekitar 1,5 bulan. Lebih mengejutkan lagi, dokter menemukan bahwa janin yang dikandungnya merupakan bayi kembar.

BACA JUGA  HUT SCTV ke-36 Siap Digelar, Iwan Fals hingga 3 Diva Ramaikan Panggung XtraOrdinary

“Dibawa lah aku lagi bleeding itu ke klinik dan ternyata anakku kembar dua. Itu sedihnya melebihi putus cinta, melebihi kehilangan apa pun. Tahu lah namanya ya,” ucapnya.

Kehamilan tersebut akhirnya kembali berujung pada keguguran. Pengalaman kehilangan untuk kedua kalinya membuat Syahrini harus menjalani tahapan pemulihan yang tidak singkat.

Pasca dua kali keguguran, Syahrini mengatakan dirinya harus menunda kehamilan selama satu tahun. Dalam periode tersebut, ia menjalani terapi hormon sebagai bagian dari proses pemulihan.

Prosedur tersebut juga berdampak terhadap perubahan berat badannya. Syahrini mengaku berat badannya naik hingga 20 kilogram selama menjalani suntikan hormon.

“Satu tahun enggak boleh hamil dulu karena dua kali kan keguguran. Terus aku harus bersabar dengan suntikan-suntikan hormon, sehingga aku naik 20 kilo waktu itu. Jadi, tiap pagi aku suntik kanan kiri dua,” tuturnya.

BACA JUGA  Potret Kebahagiaan Rumah Tangga Syahrini dan Reino Barack

Syahrini menjelaskan terapi hormon tersebut dilakukan untuk membantu memulihkan kondisi rahim sebelum kembali merencanakan kehamilan.

“(Horman ini untuk?) Supaya ngeboost lagi, sehat lagi rahimku. Suntik horman satu tahun, enggak boleh hamil satu tahun, jadi aku mendapatkan baby ini juga melalui proses yang panjang,” sambungnya.

Setelah melewati masa pemulihan, Syahrini juga sempat menempuh program IVF atau bayi tabung untuk mendapatkan buah hati.

Namun, usaha tersebut belum memberikan hasil sesuai harapan. Kondisi itu membuat ia akhirnya memilih berhenti sejenak dari berbagai prosedur medis yang telah dijalaninya.

Ia bahkan sempat menyampaikan kepada dokter keinginannya untuk beristirahat dari rangkaian suntikan apabila usaha terakhirnya belum berhasil.

“Aku bilang ke dokter, ‘Dok, pokoknya kalau kali ini aku enggak berhasil berarti bukan rezekiku di tahun ini, aku udahan dulu ya Dok, aku mau istirahat dari suntikan’,” katanya.

Dokter kemudian menyarankan Syahrini untuk mencoba menjalani upaya mendapatkan kehamilan secara natural. Keputusan Syahrini untuk beristirahat dari prosedur medis ternyata berujung pada kabar yang tidak disangka-sangka.

BACA JUGA  Hamil 7 Bulan, Syahrini Ngidam Peyek dan Makanan Sunda

Setelah sebelumnya menjalani berbagai rangkaian pengobatan dan program kehamilan, ia justru berhasil hamil melalui proses natural.

“Akhirnya aku jeng jeng jeng malam itu, ya sudah aku jeng jeng-in, jadi! Jadi ini anak jadinya natural. Tanpa proses obat-obatan, yang itu tuh sudah dihempas,” ucapnya.

Perjalanan tersebut menjadi pengalaman berharga baginya dan Reino Barack. Setelah melewati dua kali keguguran, terapi hormon hingga program bayi tabung (04)