IWL Bergulir Oktober 2026, Diikuti Enam Klub

CEO Indonesia Women’s League Teddy Tjahjono menyampaikan rencana bergulirnya IWL sebagai kompetisi sepak bola putri senior pada pertengahan Oktober 2026 dalam Talk Show Ekosistem Kompetisi Olahraga Nasional di ISS 2026, JICC Senayan, Jakarta, Minggu (13/9/2026). (Foto: AGF/SP).

JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID — Kompetisi sepak bola putri Indonesia memasuki babak baru dengan segera bergulirnya Indonesia Women’s League (IWL).

Kompetisi senior tersebut dijadwalkan mulai berlangsung pada pertengahan Oktober 2026 dan menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem sepak bola putri secara berkelanjutan.

CEO Indonesia Women’s League Teddy Tjahjono mengatakan IWL dipersiapkan sebagai jenjang kompetisi senior bagi pemain sepak bola putri yang telah melewati fase pembinaan usia muda.

“Indonesia Women’s League ini sebenarnya masih dalam kandungan. Rencananya akan dilahirkan pada pertengahan Oktober 2026,” ujar Teddy dalam Talk Show Ekosistem Kompetisi Olahraga Nasional di Indonesia Sports Summit (ISS) 2026, Cendrawasih Hall, JICC Senayan, Jakarta, Minggu (13/9/2026).

Menurut Teddy, kehadiran IWL diharapkan dapat memperkuat jalur pembinaan pemain putri di Indonesia. Kompetisi senior diperlukan agar talenta yang telah melewati berbagai jenjang usia memiliki ruang untuk melanjutkan perkembangan dan mendapatkan pengalaman bertanding secara kompetitif.

Selama ini, pembinaan sepak bola putri masih menghadapi sejumlah tantangan. Persoalan tersebut antara lain berkaitan dengan keterbatasan kompetisi, jumlah pemain, pelatih, wasit, serta sistem pendukung yang diperlukan untuk membangun ekosistem secara menyeluruh.

Karena itu, pembinaan pemain putri dilakukan sejak usia dini. Jalur tersebut dimulai melalui kelompok usia 8, 10, dan 12 tahun, kemudian dilanjutkan ke kelompok usia 14-16 tahun serta kompetisi usia 15-18 tahun.

BACA JUGA  Booth Hyundai GIIAS 2026 Hadirkan Euforia Piala AFF Hyundai Cup

Tahapan pembinaan tersebut diharapkan mampu menghasilkan pemain yang memiliki pengalaman bermain sebelum memasuki level senior. Setelah melewati kelompok usia muda, IWL disiapkan sebagai salah satu tujuan berikutnya bagi pemain yang telah berusia di atas 18 tahun.

Teddy menilai keberadaan kompetisi yang berjenjang menjadi salah satu kunci dalam menciptakan kesinambungan pembinaan sepak bola putri. Pemain muda tidak hanya membutuhkan latihan, tetapi juga pertandingan reguler untuk mengembangkan kemampuan teknik, fisik, mental, dan pemahaman permainan.

Musim perdana IWL akan menggunakan format single venue. Seluruh pertandingan pada musim pertama direncanakan berlangsung di wilayah Jabodetabek.

Pemilihan Jabodetabek sebagai lokasi penyelenggaraan musim perdana mempertimbangkan efisiensi biaya. Format tersebut dinilai menjadi langkah awal yang realistis untuk membangun kompetisi sebelum IWL berkembang ke wilayah yang lebih luas.

Ke depan, IWL membuka peluang untuk berekspansi ke sejumlah kota lain di Indonesia. Namun, pengembangan wilayah kompetisi akan mempertimbangkan berbagai faktor, terutama aspek ekonomi dan kesiapan daerah.

“Ke depan, kompetisi direncanakan berekspansi ke kota-kota lain dengan mempertimbangkan faktor ekonomi,” demikian penjelasan Teddy mengenai rencana pengembangan IWL.

BACA JUGA  Jaravee Boonchant Juara Indonesia Women’s Open 2026

Pada musim perdana, enam klub disebut akan ambil bagian. Mereka adalah Persija Jakarta, Persita Tangerang, EY United, Garuda Yaksa, Persika Depok, dan Bekasi FC.

Kehadiran enam klub tersebut menjadi langkah awal dalam membangun kompetisi sepak bola putri senior yang lebih terstruktur. Klub-klub peserta nantinya menjadi bagian penting dalam memberikan ruang bagi pemain untuk berkembang sekaligus membangun basis kompetisi sepak bola putri di Indonesia.

Teddy mengatakan pembentukan IWL bukan sekadar menghadirkan kompetisi baru. Liga tersebut dirancang sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem sepak bola putri secara keseluruhan.

Menurutnya, pembangunan sepak bola putri membutuhkan kesinambungan dari level akar rumput hingga senior. Kompetisi usia muda harus memiliki jalur yang jelas menuju level berikutnya sehingga pemain berbakat tidak kehilangan kesempatan untuk melanjutkan karier.

IWL diharapkan menjadi salah satu jembatan penting bagi pemain yang telah menyelesaikan pembinaan usia muda untuk masuk ke kompetisi senior. Dengan adanya kompetisi reguler, pemain juga memiliki kesempatan lebih besar untuk mendapatkan pengalaman bertanding dan meningkatkan kualitas permainan.

“Kami melihat talenta-talenta adik-adik putri kita mempunyai prospek yang bagus,” pungkas Teddy.

BACA JUGA  Timnas U-20 Akui Kehebatan Turki

Peluncuran IWL pada pertengahan Oktober 2026 sekaligus menjadi momentum penting bagi perkembangan sepak bola putri nasional. Kompetisi tersebut diharapkan mampu membuka lebih banyak kesempatan bagi pemain perempuan untuk berkarier secara profesional.

Dalam jangka panjang, keberadaan kompetisi senior yang terhubung dengan pembinaan usia muda diharapkan dapat memperkuat fondasi sepak bola putri Indonesia. Selain menghasilkan pemain berkualitas, ekosistem yang berkelanjutan juga dibutuhkan untuk meningkatkan daya saing Indonesia di level internasional.

Dengan musim perdana yang melibatkan enam klub dan menggunakan format single venue di Jabodetabek, IWL akan memulai perjalanan sebagai kompetisi senior sepak bola putri Indonesia.

Pengembangan jumlah peserta dan wilayah pertandingan menjadi bagian dari agenda berikutnya seiring kesiapan ekosistem dan kemampuan ekonomi kompetisi. (09/AGF).