PASURUAN-JATIM|SUDUTPANDANG.ID – Mohammad Ilham Azhari, pelajar SMK 1 Sukorejo, Kabupaten Pasuruan, ditemukan meninggal dunia di sebuah kebun kopi di Desa Jatiarjo, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Sabtu (3/10/2026) dini hari. Polisi kemudian menetapkan seorang kerabat korban berinisial Wy (24) sebagai tersangka dalam kasus tersebut.
Ilham sebelumnya diketahui meninggalkan rumah pada Kamis (1/10/2026) sekitar pukul 16.00 WIB. Saat itu, ia berpamitan kepada orang tuanya untuk mengikuti latihan voli. Orang tuanya sempat melarang karena bertepatan dengan malam Jumat, tetapi pelajar Pasuruan tersebut tetap berangkat.
Sekitar pukul 18.22 WIB, Ilham mengirim pesan WhatsApp kepada seorang temannya. Pesan tersebut kemudian menjadi petunjuk awal bagi keluarga dalam mencari keberadaannya.
Kepala Dusun Dayu, Desa Dayurejo, Eko Wahyudi, mengatakan, Ilham meminta pertolongan melalui pesan tersebut karena mengaku sedang menghadapi masalah dan tidak berani pulang.
“Kemudian pukul 18.22 WIB, ada pesan WA (WhatsApp) kepada temannya. Isinya ‘tulungono aku, aku ono masalah gede, gak wani moleh. Saiki posisi ono Pajaran (tolong aku, aku ada masalah besar, nggak berani pulang. Posisiku sekarang di Desa Pajaran)’. Nah setelah itu pihak keluarga mencari,” kata Eko seusai pemakaman korban.
Keluarga bersama warga kemudian melakukan pencarian pada Kamis malam. Namun, pelajar Pasuruan itu belum ditemukan.
Sepeda Motor Jadi Petunjuk
Pencarian dilanjutkan pada Jumat (2/10/2026). Saat itu, keluarga memperoleh informasi bahwa sepeda motor Honda Beat milik Ilham digunakan seseorang di wilayah Desa Keduruan, Kecamatan Sukorejo.
Motor tersebut diketahui sudah tidak menggunakan pelat nomor. Ayah korban kemudian meminta bantuan Kepala Desa Keduruan untuk memastikan identitas kendaraan tersebut.
“Motor itu sudah tidak ada pelat nomornya. Sehingga ayah korban menghadap ke Kades Keduruan meminta tolong memastikan identitas motor. Setelah ditemukan pembawa motor korban, dan dipastikan itu motor korban, akhirnya diketahui motor itu ternyata didapat dari terduga pelaku Wyd,” ujar Eko.
Dari penelusuran tersebut, warga kemudian mengarah kepada Wy yang masih memiliki hubungan kerabat dengan korban.
Wy diamankan di rumah kepala dusun untuk dimintai keterangan oleh keluarga dan warga. Menurut Eko, saat itu Wy mengaku telah meninggalkan Ilham di wilayah Kejayan.
Warga kemudian mencari korban ke lokasi yang disebutkan. Namun, pencarian tersebut tidak menemukan keberadaan pelajar asal Pasuruan tersebut.
“Siang setelah jumatan, warga sempat melakukan pencarian korban ke Kejayan. Itu sesuai pengakuannya saat diamankan keluarga korban dan warga,” kata Eko.
Eko mengatakan, keterangan Wy ketika itu berubah-ubah. Setelah pencarian di Kejayan tidak membuahkan hasil, keluarga meminta agar Wy diserahkan kepada polisi.
“Orangnya mencla-mencle. Sempat diajak ke Kejayan untuk menunjukkan keberadaan korban yang dibuang, ternyata tidak ketemukan. Akhirnya diserahkan ke polisi,” ujarnya.
Karena warga yang berkumpul semakin banyak dan dikhawatirkan terjadi hal yang tidak diinginkan, Wy kemudian diamankan ke Polsek Prigen.
“Karena sudah banyak warga, takut terjadi hal yang tidak diinginkan, ayah korban meminta agar Wyd diamankan ke Polsek Prigen. Wyd ini masih ada hubungan kerabat dengan korban, sepupu ipar,” kata Eko.
Korban Ditemukan di Kebun Kopi
Hingga Jumat (2/10/2026) petang, keberadaan Ilham belum diketahui. Warga Desa Dayurejo kemudian mendatangi Mapolsek Prigen pada Jumat malam untuk meminta kejelasan mengenai pencarian korban.
Kapolsek Prigen AKP Mulyono saat itu mengatakan, terduga pelaku akan dibawa ke Polres Pasuruan untuk menjalani proses penyelidikan lebih lanjut.
“Kasus ditangani Polres. Akan dirilis di Polres,” kata Mulyono.
Setelah mendapat penjelasan tersebut, warga membubarkan diri dan pencarian Ilham dilanjutkan.
Dalam proses pencarian, Wy sempat ikut bersama warga mencari keberadaan Ilham. Menurut Eko, Wy bahkan sempat memberikan rokok kepada warga yang ikut mencari.
“Terduga pelaku ini sempat ikut cari korban. Bahkan sempat memberi rokok ke warga yang mencari,” kata Eko, Sabtu (3/10/2026).
Ilham akhirnya ditemukan pada Sabtu (3/10/2026) dini hari di kebun kopi Desa Jatiarjo, Kecamatan Prigen.
Korban ditemukan dalam kondisi telah meninggal dunia. Berdasarkan pemeriksaan medis atau visum luar, terdapat sejumlah luka akibat kekerasan dan luka bakar pada tubuh korban.
Jenazah kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Porong, Sidoarjo, untuk menjalani autopsi. Setelah proses tersebut selesai, jenazah dibawa pulang untuk dimakamkan.
Kerabat Korban Jadi Tersangka
Satreskrim Polres Pasuruan kemudian menetapkan Wy (24) sebagai tersangka dalam kasus kematian Ilham.
Penetapan tersangka disampaikan Kapolres Pasuruan AKBP Irawan Setyono bersama Kasat Reskrim Polres Pasuruan AKP Rizky Akbar Kurniadi dalam konferensi pers di Mapolres Pasuruan, Sabtu (3/10/2026) siang.
Wy merupakan warga Dusun Krajan, Desa Candi Binangun, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan. Polisi menyebut Wy masih memiliki hubungan kerabat dengan korban sebagai sepupu ipar.
Berdasarkan hasil penyidikan sementara, polisi menduga motif pembunuhan berkaitan dengan upaya tersangka menguasai sepeda motor milik korban.
Sepeda motor Honda Beat milik Ilham kemudian digadaikan kepada seseorang berinisial BU dengan nilai Rp 2,4 juta. Polisi menyebut uang hasil gadai tersebut digunakan tersangka untuk menebus sepeda motor miliknya yang sebelumnya juga digadaikan.
“Dari hasil penyidikan, motif sementara berkaitan dengan upaya tersangka menguasai sepeda motor korban. Tersangka diduga membutuhkan uang setelah sepeda motor miliknya digadaikan,” kata Rizky.
Polisi juga menyebut Wy kerap bermain judi daring dan baru-baru ini mengalami kekalahan.
“Berdasarkan informasi yang dihimpun memang kerap bermain judol dan baru-baru ini mengalami kekalahan,” ujar Rizky.
Polisi Ungkap Dugaan Rangkaian Pembunuhan
Menurut hasil penyidikan sementara, peristiwa bermula ketika Wy meminta Ilham menjemputnya di wilayah Sukorejo pada Kamis (1/10/2026) sekitar pukul 16.00 WIB.
Keduanya kemudian berboncengan menggunakan sepeda motor Honda Beat warna hitam bernomor polisi N 2973 TCN milik korban menuju kawasan Leduk.
Sekitar pukul 17.30 WIB, keduanya tiba di Jalan Tegalan, Dusun Tonggowah, Desa Jatiarjo, Kecamatan Prigen. Tersangka kemudian turun dari sepeda motor dan berjalan kaki.
Polisi menyebut jalan tersebut merupakan jalan buntu sehingga korban memutar sepeda motornya. Saat korban berada sekitar 15 meter di depan tersangka, Wy diduga mengambil kayu dari pinggir jalan dan menyerang korban hingga terjatuh.
Polisi menyebut kekerasan kemudian kembali dilakukan terhadap korban hingga meninggal dunia.
Setelah korban meninggal, polisi menyebut tersangka menutupi tubuh korban dengan daun kering dan membakarnya menggunakan korek api. Tindakan tersebut diduga dilakukan untuk menghilangkan jejak.
Hasil pemeriksaan medis atau visum luar menunjukkan adanya luka bakar pada sejumlah bagian tubuh korban. Polisi juga menemukan tanda-tanda kekerasan.
Penyidik masih mendalami fakta lain dan memeriksa sejumlah saksi untuk memastikan seluruh rangkaian peristiwa dalam kasus tersebut.
“Kami menangani perkara secara profesional dan transparan serta memastikan proses hukum berjalan sesuai ketentuan,” kata Irawan.
Ilham Dikenal Baik
Kematian Ilham meninggalkan duka bagi keluarga dan warga di lingkungan tempat tinggalnya. Nasifudin, ayah korban, tidak kuasa menahan tangis setelah kehilangan anak bungsunya dari dua bersaudara.
Tetangga korban, Abdul Ghofur, mengatakan Ilham selama ini dikenal sebagai anak yang pendiam dan tidak banyak membuat masalah.
Hal serupa disampaikan Eko Wahyudi. Menurut dia, Ilham dikenal sebagai anak yang baik dan selama ini tidak pernah memiliki masalah dengan warga.(ACZ)











