JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Semen Padang FC harus puas berbagi poin dengan PSMS Medan setelah kedua tim bermain imbang 1-1 dalam laga pekan keenam Pegadaian Championship 2026/2027 di Stadion Patriot Chandrabhaga, Bekasi, Sabtu (17/10/2026).
Drama terjadi pada masa tambahan waktu ketika kedua tim mencetak gol dalam pertandingan yang berlangsung ketat. PSMS Medan sempat berada di ambang kemenangan setelah Javier Siverio Toro membobol gawang Semen Padang pada menit ke-90+6.
Namun, kemenangan yang hampir diraih tim berjuluk Ayam Kinantan itu buyar setelah Risman Ariyanto Maring mencetak gol penyeimbang pada menit ke-90+23 atau menit ke-113, berdasarkan catatan waktu pertandingan yang diberikan.
Hasil tersebut membuat Semen Padang terhindar dari kekalahan di kandang, sementara PSMS Medan harus kehilangan kesempatan membawa pulang tiga poin. Kedua tim pun menutup pertandingan dengan satu gol masing-masing setelah gagal mencetak gol sepanjang waktu normal babak pertama dan sebagian besar babak kedua.
Bagi Semen Padang, hasil imbang ini menjadi yang kedua di Pegadaian Championship musim ini. Sebelumnya, tim berjuluk Kabau Sirah tersebut bermain 1-1 saat menghadapi PSIS Semarang dua pekan lalu.
Tambahan satu poin membuat Semen Padang masih harus bekerja keras untuk memperbaiki performa dan menjaga persaingan di Grup A. Hasil melawan PSMS juga menjadi bahan evaluasi bagi tim pelatih, terutama dalam memaksimalkan peluang dan menjaga konsentrasi hingga peluit akhir.
Teco Soroti Peluang dan Keputusan Wasit
Pelatih Semen Padang FC, Alessandro Stefano Cugurra Rodrigues atau yang akrab disapa Teco, menyoroti sejumlah aspek permainan setelah timnya gagal mengamankan kemenangan.
Pelatih asal Brasil yang telah lama berkarier di sepak bola Indonesia itu menilai Semen Padang sebenarnya memiliki kesempatan untuk mencetak gol tambahan. Namun, peluang yang tersedia belum seluruhnya dapat dikonversi menjadi gol.
Teco juga menyinggung sejumlah situasi pertandingan yang menurutnya perlu ditinjau kembali, termasuk keputusan wasit. Ia berharap setiap keputusan dalam pertandingan diambil secara cermat agar jalannya kompetisi tetap terjaga.
“Kami mencetak gol dan memiliki peluang lain. Pada babak kedua, ada beberapa situasi yang menurut saya perlu diperiksa kembali. Sebagai pemain dan pelatih profesional, kami tentu berharap setiap keputusan wasit diambil dengan cermat,” ujar Teco dalam keterangannya seusai pertandingan.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa evaluasi Semen Padang tidak hanya berfokus pada hasil akhir, tetapi juga pada efektivitas permainan dan situasi penting yang terjadi selama pertandingan.
Meski demikian, kegagalan mempertahankan keunggulan atau memaksimalkan peluang tetap menjadi persoalan yang perlu dibenahi. Dalam kompetisi yang berlangsung ketat, kehilangan poin pada menit-menit akhir dapat memengaruhi posisi tim dalam persaingan klasemen.
Konsistensi Jadi Pekerjaan Rumah Kabau Sirah
Hasil imbang melawan PSMS Medan menjadi pengingat bagi Semen Padang bahwa konsistensi permainan harus dijaga sepanjang pertandingan. Tim perlu memperbaiki penyelesaian akhir sekaligus memastikan konsentrasi pemain tidak menurun ketika laga memasuki fase krusial.
Dua hasil imbang dengan skor identik 1-1, termasuk ketika menghadapi PSIS Semarang, memperlihatkan bahwa Semen Padang masih memiliki pekerjaan rumah untuk meningkatkan efektivitas permainan.
Teco diharapkan dapat memanfaatkan hasil evaluasi tersebut untuk memperbaiki organisasi permainan dan meningkatkan ketajaman lini serang. Kemampuan mengelola tekanan pada menit-menit akhir juga menjadi aspek penting yang perlu diperhatikan.
Di sisi lain, gol penyeimbang Risman Ariyanto Maring memberikan dorongan bagi Semen Padang karena tim mampu bertahan dalam pertandingan hingga akhirnya terhindar dari kekalahan. Namun, satu poin belum cukup untuk menutup kebutuhan akan peningkatan performa secara menyeluruh.
Pegadaian Championship 2026/2027 masih menyisakan perjalanan panjang. Semen Padang perlu segera berbenah agar tidak kembali kehilangan poin penting, sedangkan PSMS Medan juga harus mengevaluasi kegagalan mempertahankan keunggulan hingga pertandingan berakhir.
Drama di Stadion Patriot Chandrabhaga pun menjadi bukti bahwa pertandingan belum benar-benar selesai sebelum peluit akhir dibunyikan. Bagi Semen Padang dan PSMS Medan, hasil 1-1 ini menjadi modal sekaligus bahan evaluasi untuk menghadapi laga berikutnya. (AGF/09)



