KONI Pusat Dorong Kejurnas Tinju 2026 Lahirkan Petinju Kelas Dunia

KONI Pusat
KONI Pusat Dorong Kejurnas Tinju 2026 Lahirkan Petinju Kelas Dunia (Foto: Ist)

JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Komite Olahraga Nasional Indonesia Pusat (KONI Pusat) mendorong Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Tinju Piala Menko Infrastruktur 2026 menjadi momentum untuk memperkuat pembinaan atlet dan melahirkan petinju berprestasi di tingkat internasional.

Kejurnas yang diselenggarakan Pengurus Pusat Persatuan Tinju Amatir Indonesia (PP Pertina) tersebut resmi dibuka di Pluit Village Mall, Jakarta, Senin (19/10/2026). Sebanyak 384 atlet dari 34 provinsi mengikuti kejuaraan yang menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas pembinaan tinju nasional.

KONI Pusat menilai Kejurnas memiliki peran penting dalam menjaring dan menyaring atlet potensial, sekaligus mengevaluasi hasil pembinaan yang dilakukan secara berjenjang dan berkelanjutan oleh pengurus cabang olahraga di daerah.

Ketua Umum KONI Pusat Letjen TNI Purn Marciano Norman mengapresiasi dukungan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), terhadap penyelenggaraan Kejurnas Tinju tahun ini.

Apresiasi juga disampaikan kepada PP Pertina di bawah kepemimpinan Hillary Brigitta Lasut, jajaran pengurus provinsi Pertina, panitia pelaksana, sponsor, serta seluruh pihak yang berkontribusi dalam menyukseskan kejuaraan tersebut.

Agus Harimurti Yudhoyono (Foto: Ist)

Dalam sambutan yang disampaikan Wakil Ketua Umum IV KONI Pusat, Tursandi Alwi, Marciano menegaskan bahwa kejuaraan nasional merupakan agenda penting yang wajib diselenggarakan secara rutin oleh cabang olahraga anggota KONI Pusat.

Menurutnya, kompetisi tahunan bukan sekadar ajang perebutan gelar juara, melainkan sarana untuk mengukur perkembangan atlet, meningkatkan pengalaman bertanding, serta mempersiapkan petinju menghadapi persaingan di level yang lebih tinggi.

KONI Pusat juga menekankan pentingnya pembinaan atlet sejak usia dini melalui penguatan sistem pembinaan di tingkat akar rumput atau grassroots. Langkah tersebut dinilai menjadi fondasi utama untuk menghasilkan atlet berkualitas yang mampu bersaing di Asia maupun dunia.

BACA JUGA  PT API Komitmen dengan Penandatanganan Pakta Integritas

“Prestasi olahraga tidak dapat diraih secara instan, melainkan harus melalui pembinaan yang berjenjang, kompetisi yang berkelanjutan, serta dukungan dari seluruh pemangku kepentingan olahraga. Pembinaan atlet usia dini harus menjadi fokus PP Pertina, dipadukan dengan sosialisasi yang gencar guna menjaring bibit-bibit atlet berpotensi,” demikian pesan Marciano dalam sambutannya.

Selain memperkuat pembinaan, KONI Pusat berharap penyelenggaraan kompetisi tinju nasional terus meningkat dari segi jumlah maupun kualitas. Peningkatan tersebut diharapkan membuka lebih banyak kesempatan bagi petinju untuk mengembangkan kemampuan dan mengukur hasil latihan melalui pertandingan kompetitif.

Marciano juga mendorong agar tinju dikembangkan sebagai bagian dari industri olahraga (sport industry) dan pariwisata olahraga (sport tourism). Dengan pengelolaan yang baik, pertandingan tinju diharapkan mampu menarik perhatian masyarakat sekaligus memberikan dampak positif bagi ekosistem olahraga nasional.

“Jumlah pertandingan dan kompetisi tingkat nasional harus ditingkatkan, guna melahirkan petinju kelas dunia yang siap membuat Indonesia bangga karena prestasinya. Pertandingan tinju juga harus menjadi bagian dari sportainment yang menarik perhatian pecinta tinju serta memberikan dampak positif bagi pelaku olahraga,” lanjut pesan tersebut.

KONI Pusat turut mengingatkan para atlet, pelatih, dan ofisial agar menjaga sportivitas serta menjadikan persatuan sebagai landasan dalam berkompetisi. Prestasi olahraga, menurut Marciano, harus berorientasi pada kepentingan bangsa dan negara.

“Olahraga adalah pemersatu bangsa. Berbicara olahraga prestasi, tujuan kita hanya satu, yaitu Merah Putih. Oleh karenanya, kepentingan Merah Putih harus menjadi yang utama karena kita adalah patriot olahraga Indonesia,” tegasnya.

BACA JUGA  Camat Kisaran Timur Rapat Rekapitulasi Perhitungan Suara Pilkada

Sementara itu, Ketua Umum PP Pertina Hillary Brigitta Lasut menyoroti pentingnya menjaga keberlangsungan organisasi agar program pembinaan atlet tetap berjalan di tengah berbagai tantangan dan dinamika yang dihadapi.

Ia menegaskan, atlet membutuhkan kepastian dalam menjalani program latihan, mengikuti kompetisi, serta memperoleh dukungan yang memadai untuk meningkatkan kemampuan dan prestasi.

“Di tengah efisiensi dan ketidakpastian, atlet-atlet kita membutuhkan kepastian agar dapat melewati berbagai dinamika organisasi dan terus menorehkan prestasi. Oleh karena itu, pembinaan atlet harus tetap menjadi prioritas, dengan memastikan keberlangsungan program latihan, kompetisi, serta dukungan yang diperlukan untuk meningkatkan kemampuan dan prestasi atlet,” ungkap Hillary.

Ia juga mengajak seluruh jajaran Pertina untuk menjaga soliditas dan memperkuat komitmen bersama dalam mengembangkan tinju Indonesia. Menurutnya, keberlangsungan organisasi menjadi salah satu faktor penting agar pembinaan atlet dapat berlangsung secara konsisten.

“Mari kita berjuang bersama-sama untuk Pertina. Kita akan terus berdiri dan tidak boleh hilang. Pertina harus terus berdiri dan melanjutkan perjuangan demi kemajuan tinju Indonesia,” ujarnya.

Di sisi lain, Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan AHY mengapresiasi kerja keras Pertina dan seluruh pihak yang mendukung terselenggaranya Kejurnas Tinju Piala Menko Infrastruktur 2026.

AHY menilai penyelenggaraan kejuaraan nasional tersebut menunjukkan bahwa pembinaan dan kompetisi olahraga harus terus berjalan meskipun organisasi menghadapi berbagai tantangan. Ia berharap ajang ini dapat melahirkan petinju potensial yang siap bersaing pada kejuaraan tingkat Asia hingga dunia.

“Saya menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada Pertina dan mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras sehingga kejuaraan nasional ini dapat terselenggara dengan baik. Ini menjadi bukti bahwa di tengah berbagai dinamika, kita tetap mampu menyelenggarakan kejuaraan,” kata AHY.

BACA JUGA  Hari Pertama Tahun Baru 2023, Ragunan Banjir Pengunjung

Ia menambahkan, olahraga tinju tidak hanya berorientasi pada pencapaian medali, tetapi juga berperan dalam membentuk karakter dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Nilai disiplin, kehormatan, dan jiwa kesatria yang ditanamkan melalui olahraga dinilai penting untuk membentuk atlet yang tangguh, berintegritas, serta mampu membawa nama Indonesia di panggung internasional.

“Kita ingin sumber daya manusia Indonesia semakin berkualitas, termasuk di bidang olahraga. Nilai-nilai disiplin, kehormatan, serta karakter ksatria itulah yang sangat dibutuhkan dan mampu membawa Indonesia semakin jaya,” tutur AHY.

Dengan partisipasi 384 atlet dari 34 provinsi, Kejurnas Tinju Piala Menko Infrastruktur 2026 diharapkan menjadi tolok ukur perkembangan pembinaan di daerah sekaligus kesempatan bagi atlet untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya.

Konsistensi kompetisi, penguatan pembinaan sejak usia dini, dan sinergi antara organisasi olahraga dengan berbagai pemangku kepentingan menjadi faktor penting untuk mencetak petinju berprestasi. Melalui langkah tersebut, Pertina diharapkan mampu memperluas regenerasi atlet dan meningkatkan daya saing tinju Indonesia di tingkat internasional. (AGF/04)