IMO dan Delegasi Jepang Tinjau Sistem Kendali Terpusat IPC TPK, Dorong Pengurangan Emisi Maritim

IPC TPK
IMO dan Delegasi Jepang Tinjau Sistem Kendali Terpusat IPC TPK, Dorong Pengurangan Emisi Maritim (Foto: Sp)

JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) mendapat perhatian internasional atas inovasi digital dan sistem pengelolaan operasional pelabuhan. Fasilitas Integrated Planning & Control di Terminal Tanjung Priok menjadi lokasi kunjungan International Maritime Organization (IMO) bersama PT PBM Dharma Lautan Nusantara dan delegasi dua perusahaan logistik besar asal Jepang, Daiichi Chuo Kinkai Kaisha serta Suzuyo & Co., Ltd.

Kunjungan tersebut menyoroti peran teknologi digital dalam meningkatkan efisiensi operasional pelabuhan sekaligus mendukung upaya pengurangan emisi transportasi laut. Sistem kendali terpusat IPC TPK dinilai menjadi salah satu aspek penting dalam mendorong tata kelola pelabuhan yang transparan, modern, dan berorientasi pada keberlanjutan.

Senior Manager Sekretariat Perusahaan IPC TPK, Daniel Setiawan, mengatakan kunjungan ini memperlihatkan bahwa transformasi digital di lingkungan pelabuhan memiliki manfaat yang lebih luas, termasuk dalam menjawab kebutuhan industri logistik global.

“Kunjungan ini menjadi bukti nyata bahwa transformasi digital dan sentralisasi perencanaan yang kami terapkan tidak hanya berhasil memacu produktivitas operasional, tetapi juga menjawab tantangan industri logistik global saat ini.” Ujar Daniel Setiawan, Senior Manager Sekretariat Perusahaan IPC TPK.

BACA JUGA  Kapendam Jaya Baru Perkuat Sinergi dengan Media

Dalam agenda tersebut, delegasi IMO berfokus pada penjajakan peluang kerja sama terkait pelaksanaan Blue Solutions Project di Indonesia. Inisiatif ini memiliki tujuan yang sejalan dengan upaya global untuk mengurangi emisi transportasi maritim atau Reducing Maritime Transport Emissions.

IPC TPK memperlihatkan bagaimana fasilitas Integrated Planning & Control mendukung optimalisasi perencanaan kapal sandar serta kegiatan bongkar muat secara real-time. Melalui perencanaan yang lebih terkoordinasi, waktu tunggu kapal atau idle time dapat ditekan.

Pengurangan waktu tunggu kapal berpotensi meningkatkan efisiensi penggunaan bahan bakar dan membantu menurunkan emisi gas buang di kawasan pelabuhan. Dengan demikian, digitalisasi operasional tidak hanya berperan dalam meningkatkan produktivitas, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem maritim yang lebih ramah lingkungan.

Selain IMO, kunjungan ini turut diikuti PT PBM Dharma Lautan Nusantara bersama delegasi Daiichi Chuo Kinkai Kaisha dan Suzuyo & Co., Ltd. Agenda mereka bertujuan melihat secara langsung kelancaran operasional di Terminal Tanjung Priok.

BACA JUGA  Pemprov DKI Dinilai Gagap Hadapi Banjir

Melalui pusat kendali Integrated Planning & Control, para delegasi dapat mengamati sistem pemantauan dan perencanaan operasi IPC TPK, termasuk aspek transparansi, ketepatan, serta keandalan pelayanan terminal.

Peninjauan tersebut juga membuka kesempatan bagi perusahaan logistik asal Jepang untuk mempelajari sistem operasional IPC TPK secara lebih menyeluruh. Langkah ini diharapkan menjadi awal penjajakan kerja sama bisnis yang dapat memperkuat hubungan logistik antara Indonesia dan Jepang.

Kolaborasi lintas negara ini menjadi peluang bagi pelaku industri untuk bertukar pengalaman dan mengeksplorasi penerapan teknologi dalam meningkatkan efisiensi rantai pasok.

IPC TPK terus mendorong pemanfaatan teknologi sebagai bagian dari pengembangan layanan terminal petikemas yang modern dan berkelanjutan. Integrasi perencanaan dan pengendalian operasi menjadi salah satu pendekatan untuk meningkatkan efektivitas pelayanan kapal sekaligus mendukung pengelolaan aktivitas pelabuhan yang lebih efisien.

Daniel berharap kunjungan dan kolaborasi dengan berbagai pihak internasional dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan industri maritim Indonesia.

BACA JUGA  Kawasan Hutan di Lereng Gunung Merbabu-Jateng Terbakar

“Melalui kolaborasi lintas negara dan organisasi ini, kami berharap sistem Integrated Planning & Control IPC TPK dapat terus memberikan nilai tambah bagi penciptaan ekosistem maritim yang lebih hijau, efisien, dan modern,” pungkas Daniel.

Melalui inovasi digital dan penjajakan kemitraan internasional, IPC TPK berupaya memperkuat perannya dalam mendukung efisiensi logistik serta mendorong pelabuhan yang lebih ramah lingkungan. Upaya ini sekaligus sejalan dengan kebutuhan industri maritim global untuk meningkatkan produktivitas tanpa mengabaikan aspek keberlanjutan.(UM)