JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Pengurus Besar Olahraga Olah Pikir Domino Indonesia (PB Orado) mulai memanfaatkan teknologi digital untuk menjaring atlet potensial dari berbagai daerah. Melalui aplikasi Orado Game, federasi mengembangkan sistem pemeringkatan dan pendataan pemain sebagai bagian dari pembinaan olahraga domino nasional.
Ketua Bidang Hubungan Masyarakat PB Orado, Henry Kurnia Adhi atau Jhon LBF, mengatakan aplikasi Orado Game mulai diluncurkan melalui Play Store. Platform tersebut dirancang bukan sekadar menjadi sarana bermain, melainkan juga membuka jalur bagi pemain untuk mengembangkan karier sebagai atlet profesional.
Jhon menyampaikan hal itu saat menghadiri pameran AGIEX 2026 di ICE BSD, Kabupaten Tangerang, Banten, Sabtu.
“Di Orado Game ini tidak hanya sekadar bertanding, tapi ada sistem peringkat (ranking) yang nantinya bisa menjadi jenjang karier sebagai atlet profesional,” ujar Jhon.
Melalui aplikasi tersebut, pemain yang mendaftar untuk mengikuti pertandingan diwajibkan menjalani verifikasi identitas atau Know Your Customer (KYC). Data yang terkumpul akan dihimpun dalam basis data nasional untuk membantu federasi memantau perkembangan kemampuan dan konsistensi pemain.
Sistem ini diharapkan mempermudah pengurus PB Orado di tingkat provinsi hingga kabupaten/kota dalam mengidentifikasi pemain yang memiliki potensi untuk mengikuti pembinaan dan kompetisi.
Dengan pemeringkatan digital, proses penjaringan atlet diharapkan dapat menjangkau lebih banyak peserta tanpa terbatas pada kompetisi tatap muka di daerah tertentu.
“Ini menjadi media yang mempermudah penyelenggaraan penjaringan atlet di setiap daerah. Bahkan tidak menutup kemungkinan ke depan, turnamen Kejuaraan Nasional (Kejurnas) juga bisa disiapkan secara dalam jaringan (online),” kata Jhon.
Digitalisasi tersebut menjadi bagian dari upaya PB Orado memperluas akses masyarakat terhadap olahraga domino sekaligus membangun sistem pembinaan yang lebih terstruktur. Melalui platform digital, pemain berpeluang menunjukkan kemampuan mereka dan membangun rekam jejak pertandingan yang dapat dipantau federasi.
Jhon menilai domino memiliki unsur olah pikir yang dapat mengasah kemampuan menyusun strategi, melakukan perhitungan matematis, bekerja sama, serta mengambil keputusan. Karena itu, PB Orado ingin memperkuat pemahaman masyarakat bahwa domino juga dapat dikembangkan sebagai olahraga prestasi.
Upaya tersebut tidak hanya dilakukan melalui aplikasi. PB Orado juga terus memperkuat organisasi dan jejaring kelembagaan untuk mendukung perkembangan olahraga domino di tingkat nasional maupun internasional.
Jhon menyebut PB Orado telah bergabung dengan Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) dan berafiliasi dengan Domino World Federation.
Selain itu, domino direncanakan tampil sebagai cabang olahraga eksibisi pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028. Rencana tersebut diharapkan membuka kesempatan lebih luas bagi para pemain untuk berkompetisi dalam ekosistem olahraga yang terorganisasi.
“Tahun 2028 nanti, sudah dikonfirmasi domino akan dipertandingkan pada eksibisi Pekan Olahraga Nasional (PON). Oleh karena itu, kita dukung bersama, karena bersama Orado, menjadi atlet adalah hak semua orang,” ujar Jhon.
Pengembangan Orado Game menjadi salah satu langkah PB Orado untuk menghubungkan partisipasi masyarakat, pemetaan potensi atlet, dan pembinaan kompetitif melalui teknologi digital. Ke depan, sistem tersebut diharapkan dapat membantu memperluas jangkauan pencarian atlet domino sekaligus memperkuat regenerasi pemain di berbagai daerah. (AGF/04)











