JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Penampilan Anggun C. Sasmi dan Prince Poetiray menjadi salah satu daya tarik dalam closing ceremony FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, Senin (5/10/2026).
Keduanya tampil di tengah lapangan GBK dan berhasil membangun suasana meriah sebelum laga final Indonesia vs Thailand. Prince Poetiray mendapat kesempatan membuka rangkaian penampilan musik dengan membawakan lagu “Slalu Ada di Nadimu”, salah satu lagu populer dari film animasi Jumbo.
Mengenakan jersey Timnas Indonesia berwarna putih, Prince terlihat percaya diri sekaligus bangga tampil di hadapan puluhan ribu penonton yang memadati Stadion Utama GBK.
Penampilan Prince juga dibuat semakin spektakuler dengan suguhan visual animasi di layar stadion. Visual burung-burung yang seolah beterbangan membuat suasana di dalam GBK terlihat semakin semarak.
Usai Prince Poetiray menyelesaikan penampilannya, giliran Anggun C. Sasmi mengambil alih panggung.
Ia tampil anggun mengenakan gaun berwarna kuning. Ia membuka penampilan dengan lagu “Mimpi”.
Begitu alunan lagu terdengar di seluruh penjuru Stadion Utama GBK, sorak-sorai pendukung Timnas Indonesia langsung menggema.
Anggun juga terlihat menikmati penampilannya dengan ikut bergerak dan menari mengikuti irama musik. Suasana semakin indah ketika cahaya lampion dan flashlight dari ponsel penonton menerangi tribun stadion.
Tak berhenti di “Mimpi”, Anggun kemudian membawakan lagu “Snow on the Sahara”. Penampilannya semakin menarik dengan kehadiran para penari dari Bali yang menjadi bagian dari koreografi.
Perpaduan musik, tata cahaya, koreografi, serta unsur budaya Indonesia membuat penampilan Anggun menjadi salah satu momen yang mencuri perhatian dalam closing ceremony FIFA ASEAN Cup 2026.
Bagi Anggun, tampil di Stadion Utama GBK bukan sekadar pertunjukan biasa. Penyanyi berusia 52 tahun tersebut memiliki kenangan panjang dengan stadion kebanggaan Indonesia itu. Anggun mengungkapkan bahwa dirinya pertama kali tampil di GBK ketika masih berusia 16 tahun.
“Pertama kali manggung di GBK pada pertengahan tahun 90 saat saya masih 16 tahun. Kala itu saya berkarier sebagai penyanyi rock dan setiap saya tur keliling Indonesia hampir selalu manggungnya di GOR atau stadion-stadion daerah,” kata Anggun.
Kini, setelah puluhan tahun berlalu, Anggun kembali mendapat kesempatan tampil di GBK dalam ajang olahraga internasional.
“Dan setelah menyanyi untuk Asian Games Opening Ceremony, malam ini kembali di Jakarta Stadium GBK, saya akan menyanyi untuk Closing Ceremony FIFA ASEAN Cup 2026,” sambungnya.
Selain antusias tampil di GBK, Anggun juga mengungkapkan rasa bangganya melihat Timnas Indonesia berhasil mencapai partai final FIFA ASEAN Cup 2026.
Ia berharap skuad Garuda mampu mengakhiri perjuangan di turnamen tersebut dengan membawa pulang trofi kemenangan saat menghadapi Thailand.
“Bangga sekali saya hari ini karena @timnasindonesia masuk final! Mari kita dukung Indonesia insya Allah menuju kemenangan,” tuturnya.
Dukungan tersebut disampaikan Anggun menjelang pertandingan final yang mempertemukan Indonesia dengan Thailand. Kemeriahan panggung musik FIFA ASEAN Cup 2026 tidak hanya diisi Anggun dan Prince Poteray.
Pada half time show babak pertama, Judika turut tampil menghibur penonton di Stadion Utama GBK.
Judika membawakan lagu “Laskar Pelangi” yang dipopulerkan oleh grup band Nidji. Ia tampil mengenakan setelan jas berwarna putih dan ditemani seorang penyanyi cilik.
Setelah penampilan tersebut, Judika kemudian berkolaborasi dengan Anggun dan Prince Poteray. Ketiganya membawakan sejumlah lagu daerah Indonesia sebagai bagian dari pertunjukan yang mengangkat nuansa budaya Nusantara.
Anggun membuka kolaborasi dengan lagu “Sik Sik Sibatumanikam”. Setelah itu, Prince Poteray menyanyikan “Si Patokaan”. Kolaborasi ketiganya kemudian ditutup dengan lagu “Yamko Rambe Yamko”.
Rangkaian closing ceremony FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama GBK semakin spektakuler dengan pesta kembang api. Langit di atas stadion dihiasi cahaya kembang api yang menandai berakhirnya rangkaian pertunjukan.
Penampilan Anggun C. Sasmi, Prince Poteray, dan Judika, ditambah visual spektakuler serta kolaborasi lagu daerah, membuat suasana di GBK semakin semarak sebelum dan selama pertandingan final FIFA ASEAN Cup 2026.
Malam tersebut pun menjadi panggung perpaduan musik modern, lagu populer, dan kekayaan budaya Indonesia di hadapan para penonton yang hadir di Stadion Utama Gelora Bung Karno.(04)











