JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono Harbuwono, menegaskan bahwa kegiatan olahraga lari seperti ASN Runners 2026 memiliki peran penting dalam meningkatkan kesehatan mental sekaligus menjaga kebugaran fisik masyarakat, khususnya Aparatur Sipil Negara (ASN).
Pernyataan tersebut disampaikan Dante di Media Center Kemenpora, Jakarta, Rabu (1/4/2026), saat menyoroti manfaat aktivitas lari yang tidak hanya berfungsi sebagai olahraga fisik, tetapi juga sebagai sarana melatih ketahanan mental dan mencegah berbagai penyakit katastropik.
Menurut Dante, proses dalam mengikuti lomba lari jarak jauh seperti marathon 42 kilometer tidak dimulai pada hari pelaksanaan saja, melainkan jauh sebelumnya melalui latihan yang bertahap dan konsisten.
“Latihan dimulai dari jarak pendek, seperti 10 kilometer, kemudian meningkat secara bertahap, misalnya naik 20 persen menjadi 12 kilometer, lalu 15 kilometer, 18 kilometer, hingga mencapai 32 kilometer sebelum akhirnya diturunkan kembali,” ujar Dante.
Ia menjelaskan, pola latihan tersebut tidak hanya meningkatkan kemampuan fisik, tetapi juga membentuk mental yang kuat.
Proses peningkatan jarak secara gradual dinilai efektif dalam melatih konsistensi, disiplin, dan daya tahan seseorang dalam menghadapi tantangan.
Dante menambahkan, untuk mampu menyelesaikan marathon sejauh 42 kilometer, seorang pelari umumnya membutuhkan total jarak latihan mencapai 200 hingga 250 kilometer.
Hal ini menjadi indikator bahwa olahraga lari bukan sekadar aktivitas fisik, melainkan juga latihan mental yang intens.
“Dalam proses latihan, sering muncul rasa lelah dan pertanyaan dalam diri, seperti kenapa harus berlari sejauh ini. Namun, seiring waktu, hal tersebut akan menjadi kebiasaan dan bahkan memberikan kenikmatan tersendiri, terutama saat mengikuti perlombaan,” katanya.
Lebih lanjut, Dante menilai kehadiran ASN Runners 2026 menjadi momentum penting untuk mendorong partisipasi masyarakat dalam berolahraga, khususnya di kalangan ASN.
Ia menekankan bahwa tidak ada batasan dalam memulai aktivitas lari, baik dengan kecepatan tinggi, santai, maupun sekadar berjalan kaki.
“Yang terpenting adalah memulai. Komunitas seperti ASN Runners sudah menyediakan wadah bagi masyarakat untuk ikut bergerak,” ujarnya.
Dalam konteks kesehatan nasional, Dante juga menyoroti hasil temuan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang menunjukkan bahwa sekitar 94 persen masyarakat Indonesia masih kurang melakukan aktivitas fisik.
Kondisi ini dinilai berisiko meningkatkan prevalensi penyakit tidak menular yang bersifat katastropik.
Beberapa penyakit yang dimaksud antara lain kanker, diabetes, serta penyakit ginjal, yang tidak hanya berdampak pada kualitas hidup masyarakat, tetapi juga membebani sistem kesehatan nasional.
Untuk itu, Dante menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menggalakkan budaya olahraga di masyarakat.
Menurutnya, upaya promotif dan preventif melalui aktivitas fisik seperti lari dapat menjadi langkah strategis dalam menekan angka penyakit tersebut.
“Dengan rutin berlari dan melakukan latihan yang baik, kita bisa mengurangi risiko terkena penyakit mematikan,” tegasnya.
Sebagai pelayan publik, ASN dinilai memiliki tanggung jawab lebih dalam memberikan contoh kepada masyarakat terkait gaya hidup sehat.
Oleh karena itu, keikutsertaan ASN dalam kegiatan olahraga diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat luas.
Dante juga mengingatkan pentingnya peran ASN dalam menggerakkan masyarakat untuk aktif berolahraga, sejalan dengan semangat memasyarakatkan olahraga dan mengolahragakan masyarakat.
“ASN harus menjadi role model. Ketika ASN aktif berolahraga, masyarakat akan ikut terdorong untuk melakukan hal yang sama,” katanya.
Sementara itu, ASN Runners sebagai komunitas lintas instansi yang mewadahi para pelari dari kalangan ASN di seluruh Indonesia kembali menggelar ajang lari bertajuk ASN Runners 2026.
Pada penyelenggaraan tahun ini, kegiatan tersebut mengusung konsep jarak tempuh sejauh 81 kilometer.
Angka tersebut dipilih sebagai simbol peringatan usia kemerdekaan Indonesia yang ke-81 tahun.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga sarana mempererat solidaritas antar ASN dari berbagai instansi sekaligus memperkuat komitmen terhadap gaya hidup sehat.
Dengan semakin meningkatnya kesadaran akan pentingnya kesehatan fisik dan mental, kegiatan seperti ASN Runners 2026 diharapkan mampu menjadi gerakan kolektif yang berkelanjutan.
Melalui pendekatan komunitas dan dukungan pemerintah, upaya meningkatkan aktivitas fisik masyarakat diharapkan dapat berjalan lebih efektif dan memberikan dampak positif bagi kesehatan nasional secara menyeluruh. (09/AGF).



