JAKARTA,SUDUTPANDANG.ID – Proses seleksi calon anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memasuki tahap akhir, dengan masuknya 14 nama ke meja Dewan Perwakilan Rakyat.
Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Dody Achmad Sudiyar Dalimunthe mengatakan pelaku jasa asuransi sangat berharap besar kepada para Komisioner OJK ke depannya. Supaya pengaturan dan pengawasan dapat efektif dilakukan agar industri asuransi menjadi sehat berkontribusi pada perekonomian negara.
“Untuk itu sistem pengaturan dan pengawasan harus terintegrasi dengan sektor lain dalam mendongkrak literasi dan perlindungan konsumen,” kata Dody saat dihubungi pada Kamis, 24 Maret 2022.
Dia mengatakan, orang-orang yang terpilih harus adaptif pada dinamika industri yang cepat, khususnya sektor jasa keuangan. Lalu harus ada dukungan perhatian ke insurtech dan ekonomi digital.
Selain itu, kata Dody, juga perlu mendukung dan menjadi pelopor isu-isu global, seperti keuangan berkelanjutan dan ekonomi hijau. Mengenai latar belakang para calon saat ini, dia juga tidak mempermasalahkan, asalkan memiliki sifat negarawan dan kepemimpinan.
“Sepanjang memiliki sifat kenegarawanan dan kepemimpinan yang kuat untuk dapat mengkoordinasikan semua pihak di sektor industri jasa keuangan, juga dengan sektor industri lainnya,” tuturnya.
Dody juga berharap supaya industri asuransi ada tambahan perhatian, agar peran dan kontribusinya dapat memberi sumbangsih maksimal di sektor jasa keuangan dan ekonomi nasional. Mengingat juga bahwa pekerjaan rumah para komisioner yang baru ini juga banyak, karena menyangkut independensi dan kredibilitas dalam mewujudkan industri jasa keuangan yang tangguh dan berkelanjutan.
Dia ingin para konsumen dan masyarakat terlindungi dengan memfasilitasi kebijakan sektor jasa keuangan yang berkeadilan dan mensejahterakan. Dody juga mengingatkan bahwa sejumlah tantangan sudah menanti para komisioner yang kelak terpilih, mulai dari pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid-19 dan mengembalikan kepercayaan publik terhadap industri asuransi.
“Khusus untuk industri asuransi tentunya bagaimana meningkatkan kembali kepercayaan publik sebagai dampak dari munculnya permasalahan2 industri yang mempengaruhi persepsi dan tingkat kepercayaan masyarakat,” ungkapnya.
Kemarin, Anggota Komisi XI Hafisz Tohir telah mendengar Surat Presiden mengenai calon anggota OJK sudah masuk ke pemimpin DPR pada Selasa, 22 Maret 2022. Menurut informasi, kata Hafisz, surat tersebut mencantumkan 14 nama calon anggota Komisioner OJK.
“Kami belum rapat di Komisi XI, tapi informasinya sudah masuk Selasa, 22 Maret 2022 ke pimpinan DPR. Kemudian nanti rapat Bamus akan memutuskan diserahkan ke Komisi XI (untuk diseleksi),” kata Hafisz saat ditemui di sela-sela sidang parlemen sedunia (Inter-Parliamentary Union/IPU) ke-144 di Nusa Dua, Bali, Kamis, 24 Maret 2022.
Dalam surat tersebut Presiden Joko Widodo mengusulkan dua nama calon Ketua OJK, yakni Mahendra Siregar yang saat ini menjabat Wakil Menteri Luar Negeri; dan Darwin Cyril Noerhadi yang menjabat anggota Dewan Pengawas Lembaga Pengelola Investasi.
Lalu pada posisi calon Wakil Ketua OJK terdapat nama mantan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Mirza Adityaswara, dan Komisaris Utama IFG M. Fauzi Maulana Ichsan. Calon Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan diisi Dian Ediana Rae dan Ogi Prastomiyono, calon Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Inarno Djajadi dan Doddy Zulverdi.
Selanjutnya calon Kepala Eksekutif Perasuransian, Dana Pensiun, Lembaga Pembiayaan, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (IKNB), Hoesen dan Pantro Pander Silitonga; calon Ketua Dewan Audit Hidayat Prabowo dan Sophia Isabella Watimena; serta calon anggota Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen Friderica Widyasari Dewi dan Hariyadi.
Hafisz menilai Mahendra dan Cyril sama-sama memiliki rekam jejak yang luas di bidang keuangan. Namun, ucapnya, secara politis Mahendra lebih diuntungkan karena selain memiliki pengalaman di bidang moneter dan keuangan, juga menjabat Wakil Menteri.
“Jam terbangnya juga cukup tinggi dan dia di setiap pemerintahan terpakai. Saya melihat ada peluang untuk menjadi Ketua,” katanya.
Untuk menyelesaikan pekerjaan rumah OJK sebelumnya, Hafisz mengatakan, Komisi XI akan memperkuat proses fit and proper test. Metodologi pengujian tidak lagi memakai asas kekuatan ilmu dan kemampuan berwacana, melainkan dengan mengukur kemampuan calon mengatasi persoalan.
Para calon akan diminta membuat kajian dan analisis kasus, lalu dipaparkan dalam seleksi. “Kalau selama ini kan lebih kepada kemampuan akademis. Tapi sekarang pengalaman-pengalaman di lapangan juga harus dicek. Apakah pernah mengatasi persoalan dengan baik,” tutur Hafisz.
Dia juga menekankan pentingnya fungsi literasi bagi OJK periode mendatang. Selain sebagai pengawas lembaga keuangan, OJK dituntut mendidik masyarakat supaya memahami produk keuangan. Jangan sampai masyarakat lebih dulu mendapat informasi dari sumber-sumber yang tidak kredibel. “Saya melihat titik lemah OJK (sekarang) adalah dalam memberikan literasi kepada masyarakat, sehingga masyarakat terlambat tahu,” ucapnya.
Perihal lobi-lobi dari pihak luar, termasuk Istana, Hafisz mengaku tidak tahu lantaran rapat internal Komisi XI belum digelar. Dia memperkirakan, Surat Presiden akan turun dari Badan Musyawarah DPR pada Senin mendatang.
“Senin harusnya sudah di Komisi XI. Proses di Bamus kan cepat, 1-2 jam sudah dikirim suratnya,” ungkap Hafisz.
Pada 7 Maret 2022 lalu, sebagaimana diketahui Jokowi telah menerima Panitia Seleksi Pemilihan Calon Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Periode 2022-2027 di Istana Kepresidenan Bogor. Saat menghadap presiden, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati sekaligus ketua panitia seleksi melaporkan 21 nama calon Komisioner OJK untuk seleksi selanjutnya.

