Banjir Rendam 20 Kecamatan di Karawang, Ribuan Warga Mengungsi

Avatar photo
Banjir Rendam 20 Kecamatan di Karawang, Ribuan Warga Mengungsi
Sungai Citarum meluap pasca hujan deras yang mengguyur Kabupaten Karawang.(Foto: istimewa)

KARAWANG, SUDUTPANDANG.ID – Banjir kembali melumpuhkan aktivitas warga di Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Luapan Sungai Citarum dan Sungai Cibeet merendam sebagian besar wilayah kabupaten tersebut, dengan dampak meluas hingga 20 dari total 30 kecamatan.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karawang, banjir telah merendam 9.650 rumah yang tersebar di 58 desa dan kelurahan. Sedikitnya 10.927 kepala keluarga atau sekitar 31.601 warga dewasa terdampak, termasuk 969 balita, 111 bayi, dan 599 lanjut usia. Sebanyak 1.198 warga terpaksa mengungsi ke sejumlah titik pengungsian yang disiapkan pemerintah daerah.

Kondisi darurat dipicu oleh meningkatnya debit air Sungai Citarum dan Sungai Cibeet yang sejak Sabtu (24/1) dini hari berstatus Awas. Situasi tersebut mendorong pemerintah daerah menetapkan langkah cepat dengan mengevakuasi warga yang bermukim di bantaran sungai.

BACA JUGA  Anas Urbaningrum Bebas Dari Lapas Sukamiskin

Bupati Karawang Aep Syaepuloh mengatakan, peningkatan status sungai menandakan potensi bahaya serius bagi keselamatan warga.

“Sejak pukul 01.20 WIB, status Sungai Citarum dan Cibeet sudah berada di level Awas. Kami meminta seluruh warga yang tinggal di sekitar bantaran sungai untuk segera mengungsi ke tempat yang lebih aman,” ujar Aep dalam keterangannnya.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) mengerahkan personel gabungan untuk membantu proses evakuasi dan pendistribusian bantuan. Sejumlah fasilitas umum, seperti balai desa dan gedung sekolah, difungsikan sebagai tempat pengungsian sementara.

Hingga Sabtu pagi, banjir justru menunjukkan tren meluas. Jika pada hari sebelumnya tercatat merendam 13 kecamatan, jumlah tersebut meningkat menjadi 20 kecamatan berdasarkan laporan BPBD Karawang per Jumat (23/1) malam.

BACA JUGA  Banjir Rendam 58 Hektar Sawah Hampir Panen di Karawang

Wilayah terdampak terparah berada di Desa Karangligar. Ketinggian air di kawasan tersebut dilaporkan hampir mencapai dua meter, sehingga warga harus dievakuasi menggunakan perahu karet dan bantuan petugas.

Puluhan desa di sejumlah kecamatan, antara lain Karawang Barat, Karawang Timur, Rengasdengklok, Telukjambe, Cilamaya, Rawamerta, dan Tempuran, masih terendam hingga Sabtu siang. Aktivitas warga lumpuh, sementara sebagian besar akses jalan tidak dapat dilalui kendaraan.

Pemerintah daerah mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, mengingat curah hujan tinggi masih berpeluang terjadi di wilayah hulu Sungai Citarum dan Cibeet. Tim gabungan terus bersiaga untuk memastikan keselamatan warga dan kelancaran penanganan bencana.(Asep/01)