Berharap Langkah Konkret, Koramil Paiton Hadiri Rakor Dampak Pasang Air Laut dan Normalisasi Sungai

Berharap Langkah Konkret, Koramil Paiton Hadiri Rakor Dampak Pasang Air Laut dan Normalisasi Sungai
Kegiatan rapat kordinasi (Rakor) tindak lanjut dampak pasang air laut dan normalisasi sungai Mandaran Karanganyar di Desa Pondok Kelor (Foto Istimewa)

PROBOLINGGO – JATIM | SUDUTPANDANG.ID – Komandan Koramil (Danramil) 0820-16/Paiton Kapten Cke Adi Suwarso menghadiri kegiatan rapat kordinasi (Rakor) tindak lanjut dampak pasang air laut dan normalisasi sungai Mandaran Karanganyar di Desa Pondok Kelor, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Rabu (22/7/2026).

Danramil 0820-16/Paiton Kapten Cke Adi Suwarso menegaskan bahwa pemerintah daerah akan segera mengambil langkah-langkah penanganan, baik jangka pendek maupun jangka panjang.

“Kami hadir di sini untuk memastikan kondisi masyarakat dan melihat langsung dampak banjir akibat air pasang, pemerintah akan berupaya maksimal agar penanganan bisa segera dilakukan,” kata Kapten Cke Adi Suwarso.

Menurut Kapten Cke Adi Suwarso banjir air pasang yang terjadi di wilayah pesisir tentunya memerlukan penanganan yang terintegrasi, termasuk perbaikan infrastruktur drainase, normalisasi saluran air serta kajian teknis terkait potensi pembangunan tanggul atau sistem pengendalian air.

BACA JUGA  SPSL Group Salurkan 49 Hewan Kurban ke Berbagai Daerah

“Kami dari unsur TNI siap mendukung upaya pemerintah daerah, khususnya dalam hal penganggaran dan pengawasan program penanggulangan banjir dan tentunya kondisi yang dialami warga perlu menjadi perhatian serius agar tidak terus berulang setiap musim tertentu,” ujarnya.

Lebih lanjut perwira murah senyum ini menegaskan bahwa pihaknya juga akan mendorong agar penanganan banjir ini menjadi prioritas, terutama untuk wilayah-wilayah yang memang rawan terdampak air pasang.

“Semoga melalui rapat kordinasi ini ada solusi konkret dari pemerintah, mengingat banjir air pasang kerap terjadi dan berdampak pada kehidupan masyarakat termasuk sektor ekonomi dan kesehatan,” pungkasnya.(ACZ/08)