JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memberikan penghargaan besar kepada para atlet peraih medali SEA Games 2025 dengan bonus berlimpah hingga kenaikan pangkat.
Penghargaan itu disampaikan langsung saat Presiden mengundang para atlet dan pelatih ke Istana Negara, Jakarta, Kamis (8/1/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo menyampaikan rasa bangga dan apresiasi atas capaian kontingen Indonesia di ajang olahraga Asia Tenggara tersebut.
Indonesia berhasil mengoleksi total 333 medali, terdiri dari 91 medali emas, 111 perak, dan 131 perunggu.
Capaian itu dinilai mencerminkan kerja keras, dedikasi, serta semangat juang tinggi para atlet dan pelatih dalam mengharumkan nama bangsa.
“Dalam pembangunan sebuah negara dan perjuangan kebangkitan sebuah bangsa, olahraga adalah cermin keberhasilan. Para olahragawan yang mewakili bangsanya memberikan simbol bahwa bangsa itu adalah bangsa yang kuat,” ujar Presiden Prabowo dalam sambutannya.
Presiden menegaskan bahwa para atlet yang dikirim ke SEA Games bukan sekadar bertanding untuk meraih medali, tetapi membawa harga diri dan kehormatan Indonesia di mata negara lain.
Oleh karena itu, negara berkewajiban memberikan apresiasi yang setimpal atas pengorbanan dan kerja keras yang telah mereka curahkan.
Sebagai bentuk penghargaan, Presiden Prabowo memberikan bonus senilai Rp1 miliar kepada atlet peraih medali emas perorangan.
Bonus tersebut diharapkan dapat menjadi tabungan masa depan bagi para atlet setelah menyelesaikan masa aktif mereka di dunia olahraga prestasi.
“Negara menghargai putra-putrinya yang berjuang untuk kehormatan bangsa. Penghargaan berupa uang ini dimaksudkan sebagai bekal di masa depan. Untuk mencapai prestasi seperti ini, Saudara telah mengorbankan waktu, tenaga, dan masa muda. Ini adalah penghargaan atas keringat dan perjuangan Saudara,” kata Presiden.
Presiden juga menekankan bahwa menjadi atlet di level internasional membutuhkan mental yang kuat, disiplin tinggi, serta komitmen jangka panjang.
Oleh karena itu, dukungan negara tidak boleh berhenti pada tuntutan prestasi semata, tetapi juga harus memperhatikan kesejahteraan dan masa depan atlet.
Apresiasi tersebut mendapat sambutan positif dari Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir.
Menurutnya, dukungan langsung Presiden menjadi suntikan motivasi besar bagi para atlet untuk terus berprestasi dan menjaga performa di ajang internasional.
“Alhamdulillah, luar biasa. Bapak Presiden memberikan dukungan yang maksimal dan memiliki visi jauh ke depan. Atlet tidak hanya dituntut berprestasi, tetapi juga diapresiasi melalui bonus yang dapat menjadi tabungan. Ini menunjukkan Presiden benar-benar memikirkan masa depan atlet,” ujar Erick Thohir.
Menpora menambahkan, perhatian Presiden juga menjadi dorongan kuat bagi seluruh pemangku kepentingan olahraga nasional untuk menyiapkan prestasi pada multievent berikutnya, termasuk Asian Games.
Ia menilai konsistensi dukungan negara akan berpengaruh langsung terhadap mental bertanding atlet.
Selain bonus, Presiden Prabowo juga memberikan penghargaan berupa kenaikan pangkat bagi atlet berstatus prajurit TNI.
Tiga atlet berkuda nomor eventing yang berasal dari TNI mendapatkan kenaikan pangkat menjadi perwira sebagai bentuk apresiasi atas prestasi mereka di SEA Games 2025.
Penghargaan serupa diberikan kepada lifter andalan Indonesia, Letda TNI Rizki Juniansyah. Atlet angkat besi tersebut tidak hanya meraih medali emas di SEA Games Thailand, tetapi juga berhasil memecahkan rekor dunia.
Atas prestasi gemilang tersebut, Rizki mendapatkan kenaikan pangkat dua tingkat dari Panglima TNI, dari Letnan Dua menjadi Kapten.
Di akhir sambutannya, Presiden Prabowo berpesan agar para atlet dapat mengelola bonus yang diterima dengan bijak dan menjadikannya sebagai tabungan masa depan.
Presiden juga meminta para atlet tetap fokus meningkatkan prestasi dan menjaga semangat juang untuk menghadapi ajang internasional berikutnya, khususnya Asian Games.
Pesan Presiden tersebut sejalan dengan langkah Kementerian Pemuda dan Olahraga yang terus menyiapkan agenda pembinaan atlet.
Menpora Erick Thohir menjelaskan, Kemenpora bersama National Paralympic Committee (NPC) Indonesia akan melepas kontingen atlet paralimpik untuk tampil di ASEAN Para Games yang dijadwalkan berlangsung pada 20 Januari mendatang.
Selain itu, pemerintah juga mulai mematangkan persiapan kontingen Indonesia menuju Asian Games, Asian Para Games, hingga Youth Olympic Games.
Langkah ini dilakukan untuk menjaga kesinambungan prestasi dan memastikan Indonesia tetap kompetitif di level regional maupun internasional. (09/AGF).









