BRI Life Cegah Stunting Balita melalui Intervensi Gizi

BRI Life Cegah Stunting Balita melalui Intervensi Gizi
Pejabat Eksekutif BRI Life Aestika Oryza Gunarto (keempat dari kiri) secara simbolis memberikan bantuan untuk kegiatan pencegahan stunting Balita di Kelurahan Cijawura, Kecamatan Buahbatu, Kota Bandung, Jawa Barat.(Foto:Dok. BRI Life)

“Melalui program ini, BRI Life memberikan edukasi kesehatan, pemantauan tumbuh kembang, serta asupan makanan bergizi selama enam bulan bagi anak di bawah usia lima tahun dan ibu hamil.”

JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID – PT Asuransi BRI Life mengambil peran aktif dalam upaya pencegahan stunting balita melalui program intervensi gizi berkelanjutan di Kelurahan Cijawura, Kecamatan Buahbatu, Kota Bandung, Jawa Barat. Program ini menjadi bagian dari komitmen BRI Life untuk mendukung peningkatan kualitas kesehatan anak usia dini sekaligus memperkuat kontribusi sektor swasta dalam pembangunan sumber daya manusia.

Upaya tersebut sejalan dengan tren penurunan angka stunting nasional. Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2024 yang dirilis Kementerian Kesehatan (Kemenkes), prevalensi stunting di Indonesia tercatat sebesar 19,8 persen. Angka ini menurun dibandingkan 21,6 persen pada 2022 dan 21,5 persen pada 2023. Meski demikian, pemerintah terus mendorong kolaborasi lintas sektor agar penurunan stunting dapat berlangsung secara berkelanjutan.

Menyadari dampak jangka panjang stunting terhadap pertumbuhan fisik dan kualitas hidup anak, BRI Life bekerja sama dengan Rumah Zakat merancang program pencegahan stunting balita melalui pendekatan intervensi gizi yang terukur dan berkesinambungan. Program ini menyasar anak usia dini dan keluarga yang berisiko mengalami gangguan pertumbuhan.

BACA JUGA  Balimester Sukses Lima Besar Kelurahan Terbaik Tekan Stunting 2023

Rangkaian kegiatan dalam program tersebut meliputi edukasi dan pelatihan melalui kelas bebas stunting, pemantauan tumbuh kembang anak secara intensif, serta pengukuran berat badan, tinggi badan, dan lingkar kepala. Selain itu, dilakukan pula skrining perkembangan dan status gizi anak untuk memastikan intervensi yang diberikan tepat sasaran.

BRI Life juga mendukung penyediaan sarana pendukung berupa dapur gizi guna menunjang produksi Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbasis pangan lokal. Dukungan gizi khusus diberikan kepada baduta dan balita dengan kategori undernutrition melalui pemberian makanan tambahan setiap hari selama enam bulan, yang dilaksanakan secara terukur dan termonitor sejak Februari hingga Juli 2026.

Wujud Kepedulian

BRI Life Cegah Stunting Balita melalui Intervensi Gizi
Pejabat Eksekutif BRI Life Aestika Oryza Gunarto (paling kanan) saat diskusi dengan tim dari Rumah Zakat.(Foto: Dok. BRI Life)

Pejabat Eksekutif BRI Life, Aestika Oryza Gunarto, mengatakan program tersebut merupakan wujud kepedulian perusahaan terhadap kesehatan generasi penerus bangsa. Menurut dia, BRI Life berupaya memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui pendekatan kesehatan yang komprehensif.

BACA JUGA  Dinkes Sumut-Pemkab Asahan Gelar Pemberdayaan Germas di Berbagai Tatanan

“Melalui program ini, BRI Life memberikan edukasi kesehatan, pemantauan tumbuh kembang, serta asupan makanan bergizi selama enam bulan bagi anak di bawah usia lima tahun dan ibu hamil,” ujar Aestika.

Ia menegaskan, program tanggung jawab sosial perusahaan ini juga merupakan bentuk dukungan BRI Life terhadap upaya pemerintah dalam menurunkan prevalensi stunting nasional serta mendorong pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).

“Kami memastikan bantuan ini tersalurkan tepat sasaran dan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat,” katanya.

Adapun faktor penyebab stunting di Indonesia antara lain pola asuh yang belum optimal, terutama dalam pemberian makan pada balita, infeksi pada anak, keterbatasan akses terhadap makanan bergizi, rendahnya asupan vitamin dan mineral, serta pemenuhan gizi ibu hamil yang belum memadai.

Selain berfokus pada pencegahan stunting, program ini juga bertujuan meningkatkan kapasitas kader kesehatan desa serta membantu pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat untuk menekan faktor risiko gangguan pertumbuhan anak.

BRI Life Cegah Stunting Balita melalui Intervensi Gizi
Ibu dan anak penerima bantuan pencegahan stunting balita di Kelurahan Cijawura, Kecamatan Buah Batu, Kota Bandung, Jawa Barat.(Foto: Dok. BRI Life)

Aestika menyampaikan apresiasi atas kolaborasi dengan pemerintah kelurahan setempat dalam pelaksanaan program tersebut. Ia berharap intervensi yang dilakukan dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat Kelurahan Cijawura.

BACA JUGA  Ketua DPRD Pesibar Kunjungi Balita Stunting

“Kami berharap program ini dapat berkontribusi langsung dalam meningkatkan kualitas tumbuh kembang anak dan menurunkan risiko stunting secara berkelanjutan,” ujarnya.

Suparti, salah satu orang tua penerima manfaat, mengungkapkan bahwa bantuan tersebut sangat berarti bagi tumbuh kembang anaknya. Ia pun menyampaikan apresiasi kepada BRI Life atas kepedulian dalam penanganan stunting di wilayahnya.

“Terima kasih atas bantuan dan perhatian yang diberikan. Ini sangat membantu pemenuhan kebutuhan gizi anak kami, terutama untuk susu dan makanan bergizi lainnya,” ucap Suparti.(PR/01)