Jakarta, Sudutpandang.id – Harapan Indonesia untuk meraih gelar juara di sektor ganda putra pada ajang Amman Men’s World Tennis Championship M-25 Seri VII kian terbuka.
Pasangan Christhoper Rungkat dan Muhamad Rifqi Fitriadi memastikan langkah mereka ke final setelah tampil gemilang di dua pertandingan krusial, Jumat (12/9/2025), di lapangan tenis Nusa Dua, Bali.
Perjalanan ganda putra tuan rumah menuju final dimulai dari babak perempat final saat mereka menghadapi unggulan kedua, Yi Jui Lo (China Taipei) dan Grigoriy Lomakin (Kazakhstan).
Bermain solid sejak awal, Rifqi yang menempati sisi kanan lapangan tampil agresif dengan servis keras dan reli groundstroke, sementara Christo tampil dominan di depan net dengan pukulan voli cepat.
Kombinasi ini membuat lawan kesulitan mengembangkan permainan. Pertandingan berakhir singkat dengan skor 6-3 dan 6-1.
Momentum positif itu berlanjut di babak semifinal. Pasangan Indonesia ditantang wakil Portugal, Joao Graca/Diogo Moraes. Set pertama berjalan mulus bagi Christo/Rifqi yang unggul 6-3.
Namun, di set kedua mereka sempat mendapat tekanan setelah lawan mengubah strategi dengan memperlambat tempo permainan.
Taktik defensif tersebut sempat menurunkan agresivitas tuan rumah, memaksa laga berlanjut ketat hingga tie-break.
Meski demikian, kepiawaian dalam membaca situasi membuat pasangan Indonesia menutup pertandingan dengan kemenangan 7-6 (7).
Usai memastikan tiket final, kedua petenis Indonesia itu saling memuji kontribusi pasangannya. Christo mengaku nyaman berduet dengan Rifqi meski sudah lama tidak tampil bersama.
“Rifqi mampu menguasai reli-reli panjang dan itu memberi saya ruang untuk mengeksekusi di depan net,” ungkapnya.
Rifqi pun menegaskan bahwa kepercayaan diri yang ditanamkan Christo sangat berpengaruh terhadap performanya.
“Saya berani beradu groundstroke karena Christo terus memberi motivasi dan keyakinan penuh. Itu membuat kami bisa keluar dari tekanan,” ujarnya.
Di final, Sabtu (13/9/2025), ganda Indonesia akan menghadapi pasangan campuran Malaysia-Jepang, Mitsuki Wei Kang Liong/Koki Matsuda.
Lawan tersebut tampil mengejutkan setelah menyingkirkan unggulan pertama asal India, S.D. Prajwal Dev/Nitin Kumar Sinha, lewat rubber set 6-3, 6-7(8), dan 10-2.
Selain ganda putra, persaingan di sektor tunggal juga berlangsung ketat. Unggulan pertama asal Inggris, Max Basing, berhasil menembus semifinal setelah mengalahkan Alexander Klincharov (Selandia Baru) 7-5, 6-4 dalam laga berdurasi hampir dua jam.
Di babak empat besar, Basing akan bertemu petenis India, S.D. Prajwal Dev, yang sebelumnya mengatasi Koki Matsuda (Jepang) 7-6(3), 6-3.
Unggulan kedua, Arthur Weber (Prancis), juga melangkah mulus ke semifinal. Ia menang atas petenis Jepang, Kazuki Nishiwaki, yang terpaksa mundur akibat cedera saat tertinggal 3-6.
Sementara itu, Niccolo Catini (Italia) memastikan tempat di empat besar usai mengalahkan Mitsuki Wei Kang Liong (Malaysia) dengan skor 6-3, 6-1.
Tunggal Putra – Perempat Final M-25 Seri VII:
Max Basing (Inggris) mengalahkan Alexander Klincharov (Selandia Baru) 7-5, 6-4
S.D. Prajwal Dev (India) mengalahkan Koki Matsuda (Jepang) 7-6(3), 6-3
Niccolo Catini (Italia) mengalahkan Mitsuki Wei Kang Liong (Malaysia) 6-3, 6-1
Arthur Weber (Prancis) mengalahkan Kazuki Nishiwaki (Jepang) 6-3 (mundur)
Ganda Putra – Perempat Final:
Muhamad Rifqi Fitriadi/Christhoper Rungkat (Indonesia) mengalahkan Yi Jui Lo (TPE)/Grigoriy Lomakin (KAZ) 6-3, 6-1
Mitsuki Wei Kang Liong (MAS)/Koki Matsuda (JPN) mengalahkan Niccolo Catini (ITA)/Anders Matta (USA) 7-5, 6-3
Joao Graca/Diogo Moraes (POR) mengalahkan Shanker Heisnam/Digvijay Paratap (IND) 7-6(5), 6-4
S.D. Prajwal Dev/Nitin Kumar Sinha (IND) mengalahkan Anup Bangargi (IND)/Ethan David Zapp (INA) 6-4, 6-3
Ganda Putra – Semifinal:
Muhamad Rifqi Fitriadi/Christhoper Rungkat (INA) mengalahkan Joao Graca/Diogo Moraes (POR) 6-3, 7-6(7)
Mitsuki Wei Kang Liong (MAS)/Koki Matsuda (JPN) mengalahkan S.D. Prajwal Dev/Nitin Kumar Sinha (IND) 6-3, 6-7(8), 10-2
Dengan hasil ini, publik tenis nasional menaruh harapan besar agar duet Christo/Rifqi mampu menutup turnamen dengan gelar juara.
Keberhasilan mereka lolos ke final dianggap menjadi momentum kebangkitan ganda putra Indonesia di level internasional.


