PROBOLINGGO – JATIM | SUDUTPANDANG.ID – Dandim 0820/Probolinggo Letkol Inf Ribut Yodo Apriantono bersama sejumlah pihak menghadiri pelaksanaan penyaluran bantuan langsung tunai (BLT) dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT) kepada buruh pabrik, buruh tani dan masyarakat lainnya di Gor Mastrib, Kota Probolinggo, Jumat (13/3).
Dalam kegiatan yang di fasilitasi oleh Dinas Sosial Pemerintah Kota Probolinggo tersebut juga diserahkan sejumlah bantuan sosial lainnya, diantaranya bantuan alat bagi penyandang disabilitas, bantuan sembako, bantuan alat usaha.serta bantuan nutrisi bagi masyarakat yang membutuhkan.
Dandim 0820/Probolinggo Letkol Inf Ribut Yodo Apriantono menyampaikan, pemberian bantuan langsung tunai merupakan salah satu upaya pemerintah dalam menanggulangi kemiskinan serta membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.”Dengan bantuan ini diharapkan mampu mendorong keluarga penerima manfaat agar lebih mandiri dan dapat meningkatkan taraf hidup mereka,”kata Letkol Inf Ribut Yodo Apriantono.
Dandim menambahkan, berdasarkan informasi dan data dari dinas terkait total penerima BLT DBHCHT tahun 2026 sebanyak 2.729 orang yang terdiri dari buruh pabrik sebanyak 95 orang, buruh tani 66 orang serta masyarakat lainnya dari kelompok desil 1 sampai 3 sebanyak 2.545 orang.
“Jika dirinci berdasarkan wilayah kecamatan, penerima bantuan berasal dari Kecamatan Wonoasih sebanyak 434 orang, Kademangan 550 orang, Mayangan 598 orang, Kedopok 483 orang serta Kecamatan Kanigaran 664 orang,”ujarnya.
Sementara Wali Kota Probolinggo Aminuddin mengungkapkan biasanya bantuan disalurkan setiap tiga bulan sekali. Namun menjelang Idul Fitri Dinas Sosial berinisiatif mempercepat penyalurannya agar dapat dimanfaatkan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pokok.
“Pemberian bantuan ini disegerakan sebelum Idulfitri agar bisa dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pokok, gunakan bantuan ini untuk membeli bahan pangan seperti beras, minyak dan kebutuhan penting lainnya,”ungkapnya.
Lebih lanjut Aminuddin menegaskan, penyaluran bantuan ke depan nya akan dilakukan melalui sistem kartu bekerja sama dengan Bank Jatim sehingga dapat dipantau secara berkelanjutan dan terintegrasi dengan program pemerintah lainnya.
Penanganan kemiskinan menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah, angka kemiskinan di Kota Probolinggo saat ini telah mengalami penurunan sebesar 0,69 persen.“Kita berharap masyarakat Kota Probolinggo ke depan bukan lagi sebagai penerima bantuan, tetapi menjadi pihak yang mampu memberikan bantuan,”tuturnya.(ACZ)


