Depok, Sudutpandang.id – Kala fajar menyapa lembut rimbunnya pepohonan di Sukamaju, deru langkah serdadu tak lagi menyuarakan genderang perang. Di sini, di atas tanah yang basah oleh peluh keikhlasan, jemari baja para prajurit merajut benang-benang harapan, mengubah jalan menjadi bentangan asa, dan mengalirkan jernihnya air ke dalam bejana-bejana doa masyarakat yang rindu akan perubahan.
Sinergi Tanpa Batas di Kota Belimbing
Pagi itu, mentari di bulan Februari 2026 terasa berbeda di cakrawala Kota Depok. Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Cilodong, menjadi titik sentral sebuah gerakan kolosal bertajuk TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127.
Acara yang dimulai sejak 10 Februari ini bukan sekadar rutinitas militer. Ini adalah janji suci pengabdian Kodim 0508/Depok untuk menyentuh langsung denyut nadi kehidupan warga yang selama ini mungkin terlewat oleh derap pembangunan metropolitan.
Upacara pembukaan di Lapangan Gelora Bojong Lio berlangsung khidmat. Kehadiran Kasrem 051/Wijayakarta, Kolonel Inf Donald Erickson Silitonga, S.I.P., M.Si., memberikan sinyal bahwa kegiatan ini memiliki nilai strategis dalam pertahanan wilayah.
Wali Kota Depok, Dr. H. Sopian Suri, M.M., dalam pidatonya menekankan bahwa TMMD adalah akselerator kesejahteraan. Beliau melihat sinergi ini sebagai kekuatan kunci untuk menjawab tantangan infrastruktur di pinggiran kota.
“Atas nama Pemerintah Kota Depok, saya mengucapkan terima kasih kepada TNI dan Polri. Program TMMD merupakan bentuk nyata kehadiran negara di tengah masyarakat melalui kegiatan pembangunan fisik maupun nonfisik,” tegas Supian Suri.
Sinergitas ini bukan hanya antara instansi, tetapi juga melibatkan hati. Sebanyak 150 personel dari berbagai matraAD, AL, AU, hingga Polri dan Masyarakat melebur dalam seragam kebersamaan, bekerja dari terbit hingga terbenam matahari.
Satgas Kodim 0508/Depok membersihan jalan yang sudah dibetonisasi
Membangun Jalan, Membuka Akses Kesejahteraan
Fokus utama sasaran fisik dimulai dari pengerasan jalan di GDC sektor Gardenia Blok Q, RT 03/07 Kelurahan Tirtajaya. Jalan sepanjang 222 meter dengan lebar 4,5 meter ini sebelumnya kerap menjadi kendala bagi mobilitas warga, terutama saat cuaca buruk.
Kini, beton yang kokoh telah terbentang. Warga setempat, Bapak Bambang, tak mampu menyembunyikan rasa harunya.
“Dulu kalau hujan, jalan ini seperti kubangan. Sekarang, anak-anak berangkat sekolah bisa tenang, sepatu mereka tetap bersih,” ungkapnya penuh syukur.
Infrastruktur bukan hanya soal kenyamanan, tapi soal martabat. Dengan jalan yang layak, nilai ekonomi wilayah ikut terangkat. Kurir logistik tak lagi segan masuk ke pelosok, dan pedagang keliling kini bisa menjangkau lebih banyak pintu rumah warga.
Tak jauh dari sana, masalah genangan air di Jl. Bojong Lio RT 03/28 Kelurahan Sukamaju diselesaikan secara permanen. Pembuatan drainase sepanjang 200 meter menggunakan U-ditch beton menjadi bukti teknis bahwa pembangunan ini dikerjakan secara serius.
Saluran air yang tertata memastikan lingkungan tetap sehat dan bebas dari ancaman banjir lokal. Warga yang dulu sering mengeluhkan air meluap ke halaman rumah kini bisa bernapas lega setiap kali awan hitam mulai menggantung di langit.
Pengerjaan drainase ini pun melibatkan masyarakat secara aktif. Gotong royong kembali hidup; pemuda desa bahu-membahu bersama prajurit mengangkat beton-beton berat, seolah membuktikan bahwa berat sama dipikul, ringan sama dijinjing.
Dandim 0508/Depok, Kolonel Inf Triano Iqbal, S.I.P, M.M.Si, saat memberikan bantuan kepada warga Depok
Istana Kecil bagi Senyum yang Kembali
Kisah paling mengharukan datang dari program Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Tiga keluarga yang selama ini hidup dalam kerentanan, kini memiliki “istana” baru yang kokoh, sehat, dan bermartabat.
Rumah Bapak Ujang Fadilah di Jl. Pamoras dengan luas 109 M2 kini berdiri tegak. Dinding yang dulunya rapuh telah diganti tembok permanen yang kuat. Baginya, ini adalah mimpi yang menjadi kenyataan di hari tua.
Hal yang sama dirasakan Ibu Murdiana di Jl. H. Ipit. Rumah seluas 134 M2 miliknya kini tak lagi bocor saat badai melanda. “Terima kasih Bapak TNI, sekarang saya tidak perlu lagi menaruh ember di tengah ruang tamu saat hujan,” ucapnya sembari menyeka air mata bahagia.
Saelan Abidin pun merasakan manfaat yang sama pada rumahnya yang seluas 150 M2. Renovasi ini mencakup sanitasi yang lebih baik, ventilasi udara yang sehat, dan atap yang aman, menciptakan standar hidup yang jauh lebih tinggi dari sebelumnya.
Dandim 0508/Depok, Kolonel Inf Triano Iqbal, S.I.P, M.M.Si, menekankan bahwa hunian adalah fondasi utama keluarga.
“Kami ingin kemanunggalan ini menciptakan kondisi wilayah yang sejahtera. Rumah yang layak adalah awal dari keluarga yang bahagia,” tuturnya.
Keberhasilan RTLH ini dipantau ketat oleh Tim Wasev Mabesad. Brigjen TNI Donny Pramono, S.E., M.Han., saat meninjau lokasi, memberikan apresiasi tinggi terhadap kualitas bangunan yang tidak asal-asalan meski dikerjakan dalam waktu singkat.
Warga Bersama Satgas TMMD 127 Kodim 0508/ Depok bergotong royong dalam Program Pembuatan Sumur Bor
Mata Air Kehidupan dan Sanitasi Bersih
Program unggulan TNI AD berupa pembuatan sumur bor menjadi primadona dalam TMMD kali ini. Sebanyak lima titik sumur bor dibangun untuk menjawab jeritan masyarakat akan kebutuhan air bersih yang selama ini sulit didapatkan.
Titik pertama di MI Darul Falah II menjadi berkah bagi para siswa. Air yang bersih menjamin kesehatan anak-anak saat belajar. Sementara sumur bor di Masjid Jami Al Mujahidin dan tiga mushalla lainnya memastikan ibadah warga berjalan khidmat tanpa kendala wudu.
“Air adalah sumber kehidupan. Dengan adanya sumur bor di Posyandu Mekarsari, layanan kesehatan ibu dan anak menjadi jauh lebih maksimal,” ujar salah satu petugas kesehatan setempat yang sangat terbantu dengan fasilitas baru ini.
Tak berhenti pada air, sanitasi ditingkatkan melalui pembuatan dan rehabilitasi MCK. Pembangunan MCK baru di Perum Mekar Perdana dan rehab MCK di Jl. Proklamasi menjadi bukti bahwa TNI sangat peduli pada isu kesehatan lingkungan masyarakat.
MCK yang bersih dan layak adalah benteng pertahanan pertama melawan berbagai penyakit menular. Bagi warga di pemukiman padat, fasilitas ini adalah kemewahan yang sangat disyukuri karena sangat berdampak pada kualitas hidup harian mereka.
Di antara riuhnya suara cangkul dan menderunya mesin pengaduk semen, ada bisikan angin yang membawa pesan damai. Kemanunggalan ini bukanlah tentang siapa yang memberi dan siapa yang menerima, melainkan tentang bagaimana kita saling memahat pundak untuk memikul beban bangsa bersama-sama.
Kegiatan non fisik TMMD 127 Kodim 0508/ Depok Posyandu, Posbindu dan Stunting
Menyemai Ilmu, Memanen Karakter
TMMD bukan sekadar urusan batu dan semen. Pembangunan karakter manusia menjadi sasaran non-fisik yang tak kalah vital. Sebanyak 12 jenis penyuluhan digelar untuk membekali warga dengan pengetahuan yang relevan terhadap tantangan zaman.
Mulai dari penyuluhan kesehatan masyarakat hingga materi keluarga berencana (KB). Warga diajak untuk memahami pentingnya perencanaan keluarga demi masa depan anak-anak yang lebih terjamin dan terdidik secara optimal.
Materi tentang UU Lalu Lintas dan Bahaya Narkoba sangat relevan bagi anak muda Depok. Di tengah kerentanan kota besar, edukasi ini menjadi tameng agar para pemuda tidak terjerumus dalam perilaku menyimpang yang merusak masa depan.
Aspek ideologi pun tak dilupakan.
Penyuluhan Wawasan Kebangsaan (Wasbang) dan Bela Negara dilakukan untuk membangkitkan kembali rasa cinta tanah air. Tujuannya jelas: menjaga NKRI tetap kokoh mulai dari tingkat kelurahan.
Penyuluhan pencegahan Radikalisme dan Stunting di Posyandu menunjukkan betapa komprehensifnya program ini. TNI berperan aktif menyiapkan generasi emas yang sehat fisiknya dan kuat nasionalismenya, bebas dari ancaman paham ekstrem.
Tak ketinggalan, edukasi praktis seperti budidaya ikan dan kesejahteraan sosial memberikan harapan baru bagi ekonomi rumah tangga. Warga kini memiliki bekal keterampilan untuk menambah penghasilan dari halaman rumah sendiri.
Program penanaman pohon TMMD 127 Kodim 0508/Depok
Lingkungan Hijau dan Spiritualitas yang Terjaga
Upaya pelestarian alam diwujudkan melalui penanaman pohon di area UIII Cisalak. Ini adalah investasi lingkungan untuk mengurangi polusi dan menjaga ketersediaan air tanah di masa depan bagi masyarakat Sukmajaya dan sekitarnya.
Karya Bakti berupa pembersihan Mushallah Ar Rahman dan lingkungan sekitar Jl. Gardenia menjadi ajang pembersihan lahir dan batin. Tempat ibadah yang bersih membuat jemaah merasa nyaman dan khusyuk dalam mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.
Kegiatan Karya Bakti ini dilakukan berulang kali untuk memastikan kebersihan menjadi budaya baru. Masyarakat tidak hanya menonton, tetapi ikut terjun membersihkan selokan dan sampah, menciptakan lingkungan yang asri dan enak dipandang mata.
Momen religius pun sangat terasa saat para prajurit melaksanakan shalat tarawih bersama warga di Masjid Baitul Rahim. Di dalam shaf yang rapat, tidak ada jarak antara komandan, prajurit, dan rakyat biasa. Semua sujud dalam satu ketaatan.
Tarawih bersama ini menjadi sarana komunikasi sosial yang paling efektif. Sambil beristirahat setelah shalat, warga dan TNI berdiskusi santai, saling bertukar cerita, dan mempererat ikatan kekeluargaan yang tulus dan jujur.
Kedekatan ini sangat diapresiasi oleh Kasdim 0508/Depok, Letkol Inf Rendra Satrio Wibowo. “Ini adalah wujud nyata gotong royong. Kolaborasi ini adalah fondasi penting untuk mewujudkan ketahanan sosial warga Depok,” tegasnya dalam sebuah kesempatan.
Tim Wasev Mabesad Kadispenad, Brigjen TNI Donny Pramono, S.E., M.Han., saat meninjau Program RTLH TMMD 127 Kodim 0508/Depok
Capaian Paripurna Menuju Hari Kemenangan
Menjelang penutupan, seluruh target pekerjaan telah dinyatakan selesai 100%. Tidak ada pekerjaan yang tertunda, semua fisik berdiri megah, dan seluruh penyuluhan telah tersampaikan kepada ribuan warga.
Ketepatan waktu ini adalah hasil dari manajemen kerja yang disiplin dan dedikasi tanpa henti. Menjelang penutupan, suasana di Kelurahan Sukamaju dipenuhi haru biru perpisahan antara warga dengan para prajurit yang sudah dianggap keluarga sendiri.
Walikota Sopian Suri menegaskan bahwa sinergi ini akan terus dipelihara. Rencana apel siaga rutin tiga bulanan antara Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan aparat kelurahan menjadi komitmen bersama untuk menjaga apa yang telah dibangun selama TMMD.
Brigjen TNI Donny Pramono selaku Tim Wasev menegaskan bahwa evaluasi berkala sangat penting. “Jika ada kekurangan, perbaiki. Tapi yang saya lihat di Depok, kualitasnya melebihi ekspektasi. Ini harus menjadi standar bagi wilayah lain,” pujinya.
Keberhasilan ini membuktikan bahwa ketika TNI, Polri, dan Pemerintah Kota bekerja bersama masyarakat, tidak ada tantangan yang terlalu besar. Depok kini memiliki model pembangunan yang efektif dan sangat dicintai oleh rakyatnya sendiri.
Panglima Kodam Jaya Mayjen TNI Deddy Suryadi, S.I.P., M.Si., saat penutupan TMMD-127 Kodim 0508/Depok
Perkokoh Ketahanan Nasional dan Kemanunggalan TNI dengan Rakyat
Panglima Kodam Jaya Mayjen TNI Deddy Suryadi, S.I.P., M.Si., menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang terlibat. Ia menegaskan bahwa TMMD bukan sekadar pembangunan infrastruktur, melainkan upaya memperkokoh ketahanan nasional dan kemanunggalan TNI dengan rakyat.
“Program ini telah memberikan manfaat besar dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Saya berpesan agar semangat gotong royong yang telah terbangun terus dipelihara, dan hasil pembangunan yang ada dapat dirawat dengan baik,” ujar Pangdam Jaya saat menutup kegiatan secara resmi.
TMMD Ke-127 mungkin berakhir, namun jejak kaki para prajurit di jalanan Sukamaju dan tetesan air sumur bor yang mereka bangun akan terus bercerita tentang cinta yang tak pernah lekang oleh waktu.
Perubahan ini bukan hanya tentang beton yang mengeras, melainkan tentang hati masyarakat yang kian mantap mencintai tanah airnya. Di tangan mereka, hasil pembangunan ini akan dirawat sebagai warisan bagi anak cucu di masa depan.
Prajurit TNI kini kembali ke barak, namun jiwa manunggal mereka tetap tinggal di setiap sudut gang, di setiap rumah yang direnovasi, dan di setiap senyum warga Depok yang kini menatap hari esok dengan lebih optimis dan berani.
Ketika bendera penutupan perlahan diturunkan, bukan berarti pengabdian berakhir. Sebab, kemanunggalan yang telah terpatri di lubuk hati rakyat Sukamaju akan tetap abadi, seperti akar pohon yang mencengkeram bumi, memberi kekuatan bagi setiap insan untuk terus bertumbuh, menjaga amanah pembangunan demi masa depan Depok yang lebih sejahtera.


