SUDUTPANDANG.ID – Dampak serangan Amerika Serikat (AS) ke Venezuela meluas hingga sektor transportasi udara dan memicu gangguan penerbangan di kawasan Karibia. Ratusan penerbangan menuju dan dari Puerto Rico serta sejumlah negara Karibia terpaksa dibatalkan, sehingga ribuan penumpang mengalami keterlambatan dan pembatalan.
Serangan militer tersebut diketahui menjadi rangkaian awal penangkapan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, bersama istrinya di Caracas pada Sabtu (3/1/2026), yang memicu gangguan penerbangan akibat memburuknya situasi keamanan di kawasan tersebut.
Situasi keamanan yang memburuk mendorong otoritas AS memberlakukan pembatasan wilayah udara di kawasan tersebut.
Mengutip laporan CNBC, sebanyak sekitar 400 penerbangan dari dan menuju Bandara Internasional Luis Muñoz Marín, Puerto Rico, dibatalkan. Jumlah tersebut mencakup hampir 60 persen dari total penerbangan yang dijadwalkan beroperasi pada hari itu.
Selain Puerto Rico, gangguan juga terjadi di wilayah Karibia lainnya. Tercatat 15 penerbangan dari San Juan dibatalkan pada Minggu, sementara 91 penerbangan keberangkatan dan kedatangan di Bandara Internasional Queen Beatrix, Aruba, dibatalkan pada Sabtu (3/1).
Pemerintah AS mengonfirmasi adanya pembatasan penerbangan sebagai langkah pengamanan. Menteri Transportasi AS, Sean Duffy, menyebut kebijakan tersebut bersifat sementara.
“Jika dianggap perlu, pembatasan wilayah udara ini akan dicabut,” ujar Duffy melalui unggahan di media sosial X, dilansir Sudutpandang.id, Minggu (4/1/2026).
Tanggapan Maskapai
Sejumlah maskapai besar terdampak kebijakan ini, antara lain American Airlines, Delta, Southwest Airlines, JetBlue Airways, United Airlines, dan Frontier Airlines.
Kendati demikian, maskapai-maskapai tersebut memberikan keringanan kepada penumpang berupa pembebasan biaya perubahan jadwal dan selisih harga tiket hingga akhir bulan.
JetBlue Airways, yang memiliki banyak rute di kawasan Karibia, dilaporkan membatalkan sekitar 215 penerbangan akibat meningkatnya aktivitas militer. Namun, maskapai tersebut memastikan penerbangan menuju Republik Dominika dan Jamaika tidak terdampak pembatasan pemerintah.
Sementara itu, American Airlines menyatakan telah membatalkan seluruh penerbangan ke wilayah Karibia Timur pada Sabtu sebagai langkah antisipasi situasi keamanan.
Otoritas penerbangan dan maskapai penerbangan mengimbau para penumpang untuk terus memantau informasi terbaru terkait jadwal penerbangan serta kebijakan perjalanan.
Penumpang juga disarankan berkoordinasi dengan maskapai masing-masing guna mengantisipasi dampak lanjutan dari gangguan penerbangan yang masih berpotensi terjadi di kawasan Karibia.(01/Sumber: CNBC)









