Hector Souto Fokus Regenerasi Timnas Futsal di AFF 2026

Pelatih kepala Timnas Futsal Indonesia, Hector Souto, menjadikan Piala AFF Futsal 2026 sebagai momentum penting untuk memulai fase baru regenerasi skuad Garuda. (Foto: ist).
Pelatih kepala Timnas Futsal Indonesia, Hector Souto, menjadikan Piala AFF Futsal 2026 sebagai momentum penting untuk memulai fase baru regenerasi skuad Garuda. (Foto: ist).

JAKARTA, SUDUTPANDANG.ID — Pelatih kepala Timnas Futsal Indonesia, Hector Souto, menjadikan Piala AFF Futsal 2026 sebagai momentum penting untuk memulai fase baru regenerasi skuad Garuda.

Turnamen yang akan digelar di Thailand tersebut diproyeksikan tidak hanya sebagai ajang kompetisi regional, tetapi juga bagian dari strategi jangka panjang menuju target tampil di Piala Dunia Futsal 2028 dan 2032.

Dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (31/3/2026), Hector menegaskan bahwa fokus utama tim pelatih saat ini adalah memperluas basis pemain nasional dan memberikan kesempatan kepada talenta muda untuk berkembang di level internasional.

“Turnamen ini menjadi kesempatan bagi kami untuk melihat bagaimana para pemain beradaptasi dengan tekanan dan intensitas pertandingan. Ini adalah bagian dari proses menuju target yang lebih besar,” ujar Hector.

Seiring dengan visi besar Federasi Futsal Indonesia, pelatih asal Spanyol tersebut kini tengah membangun kedalaman skuad dengan memperluas pool pemain menjadi 30 hingga 40 nama yang siap dipanggil kapan saja. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga konsistensi performa tim dalam jangka panjang.

Dalam pemusatan latihan (training camp/TC) yang digelar selama sepekan di Jakarta, sebanyak 19 pemain dipanggil untuk menjalani program intensif. TC ini dilaksanakan usai berakhirnya kompetisi Professional Futsal League (PFL) dan bulan Ramadan, sehingga fokus utama diberikan pada pemulihan kondisi fisik sekaligus pematangan taktik.

BACA JUGA  LavAni Tampil Cemerlang, Kalahkan Sukun Kudus 3-1

Menghadapi Piala AFF Futsal 2026 dengan waktu persiapan yang relatif singkat, Hector memiliki pendekatan berbeda terkait target tim. Ia tidak hanya menitikberatkan pada hasil akhir, tetapi lebih pada proses pembentukan karakter dan pengalaman bertanding para pemain.

“Target utama saya adalah melihat bagaimana para pemain ini dapat membuktikan diri dalam kompetisi nyata yang penuh tekanan. Ini berbeda dengan laga persahabatan. Tentu saja, kami ingin mencapai semifinal dan kemudian berjuang untuk hasil yang lebih baik,” katanya.

Dalam menyusun komposisi pemain, Hector melakukan sejumlah perubahan dibandingkan skuad sebelumnya di ajang AFC. Ia hanya mempertahankan dua pemain muda, yakni Yogi Saputra dan Dewa Rizki, sebagai bagian dari regenerasi yang tengah dijalankan.

Selain itu, beberapa pemain yang sempat absen kembali dipanggil, termasuk Guntur Sulistyo, untuk dievaluasi performa dan kesiapan mereka. Hector juga mengambil langkah berani dengan memanggil pemain muda berusia 19 tahun, M Farhan, ke dalam skuad senior.

Menurut Hector, fokus pada pemain usia 18 hingga 24 tahun menjadi bagian penting dalam strategi jangka panjang. Ia menilai kelompok usia tersebut akan berada dalam fase emas saat Indonesia menargetkan tampil di Piala Dunia Futsal 2032.

BACA JUGA  Kesempatan Christo dan Nathan Raih Gelar Juara

“Kami harus proaktif dalam membantu pemain muda untuk berkembang. Memanggil pemain usia 19 hingga 22 tahun adalah investasi jangka panjang, karena mereka akan menjadi tulang punggung tim di masa depan,” ujarnya.

Ia juga menyoroti masih terbatasnya jumlah pemain muda yang mendapatkan kesempatan bermain di kompetisi domestik. Oleh karena itu, Hector mendorong klub-klub untuk lebih berani memberikan menit bermain kepada pemain usia muda guna mempercepat proses regenerasi.

Di sisi lain, Timnas Futsal Indonesia juga akan mendapatkan kesempatan berharga untuk meningkatkan kualitas melalui agenda internasional. Setelah Piala AFF, skuad Garuda dijadwalkan menjalani pemusatan latihan di Spanyol, termasuk menghadapi klub papan atas seperti Palma Futsal.

Selain itu, Indonesia juga akan berpartisipasi dalam turnamen elit di Brasil pada Oktober 2026. Ajang tersebut akan mempertemukan timnas dengan sejumlah negara kuat dunia, yang menjadi bagian dari upaya meningkatkan daya saing di level internasional.

“Pergi ke Spanyol dan Brasil adalah eksposur terbaik bagi para pemain. Jika kita ingin berkembang dan menjadikan futsal sebagai karier profesional yang menjanjikan, kita harus memberi mereka kesempatan bertanding di level tertinggi,” kata Hector.

BACA JUGA  Pemkab Asahan Apresiasi AFC Juara Liga Futsal Nusantara 2025

Ia menambahkan bahwa pengalaman menghadapi tim-tim top dunia akan membantu pemain memahami standar permainan internasional sekaligus meningkatkan mental bertanding.

Menjelang keberangkatan ke Thailand, Timnas Futsal Indonesia masih akan melanjutkan program TC di Jakarta untuk mematangkan persiapan. Fokus latihan mencakup aspek taktik, fisik, serta koordinasi tim guna menghadapi persaingan ketat di Piala AFF Futsal 2026.

Dengan pendekatan regenerasi yang terencana dan dukungan program jangka panjang dari federasi, Timnas Futsal Indonesia optimistis dapat meningkatkan kualitas permainan dan bersaing di level Asia Tenggara, Asia, hingga dunia.

Piala AFF Futsal 2026 menjadi langkah awal penting dalam perjalanan panjang tersebut, sekaligus ajang pembuktian bagi generasi baru pemain futsal Indonesia menuju panggung global. (09/AGF).