Jakarta, Sudutpandang.id – Antusiasme dan raut bahagia para calon pemudik tampak di Masjid Al-Khodamuttaqwa, Pelabuhan Tanjung Priok hari ini, saat PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) secara resmi membagikan 500 tiket Program TJSL Mudik Gratis Bersama Pelindo Group untuk rute Jakarta–Semarang dan arus balik Semarang–Jakarta. Sebanyak 10 armada bus telah disiapkan IPC TPK untuk mengantar para peserta dalam perjalanan pulang dan kembali, menandai dimulainya rangkaian mudik yang dinantikan masyarakat.
Pendaftaran program telah dibuka secara daring pada 24 Februari lalu, dan mendapat animo tinggi dari masyarakat. Para peserta dijadwalkan berangkat pada 16 Maret 2026, dengan jadwal arus balik yang telah disiapkan pada 27 Maret 2026.
Program ini bukan sekadar penyediaan fasilitas transportasi, tetapi juga mencerminkan komitmen perusahaan terhadap prinsip Diversity, Equity, and Inclusion (DEI). Melalui skema pendaftaran terbuka untuk umum, IPC TPK memastikan akses yang setara bagi masyarakat dari berbagai latar belakang sosial dan ekonomi untuk dapat merayakan Idul Fitri bersama keluarga di kampung halaman.
“Program ini mencerminkan komitmen berkelanjutan IPC TPK dalam menciptakan nilai sosial yang nyata, sekaligus mendukung mobilitas masyarakat secara tertib dan aman selama periode mudik Lebaran, sekaligus memastikan akses yang inklusif bagi mereka yang membutuhkan,” ujar Pramestie Wulandary, Corporate Secretary IPC TPK.
Seluruh peserta akan diberangkatkan menggunakan moda transportasi darat yang telah memenuhi standar keselamatan dan kenyamanan. Koordinasi operasional dilakukan secara matang bersama Pelindo Group guna memastikan perjalanan berlangsung tertib, aman, dan lancar.
Sebagai bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), program ini memperkuat peran perusahaan dalam menciptakan dampak sosial yang berkelanjutan. Dari perspektif DEI, Mudik Gratis menjadi bentuk kehadiran perusahaan yang tidak hanya berorientasi pada bisnis, tetapi juga menghadirkan keadilan akses (equity), merangkul keberagaman penerima manfaat (diversity), serta memastikan tidak ada kelompok yang tertinggal dalam momentum penting seperti Lebaran (inclusion).
Selain meringankan beban biaya perjalanan masyarakat, program ini turut mendukung upaya pemerintah dalam mengurangi kepadatan lalu lintas dan menekan risiko kecelakaan selama periode arus mudik dan balik.
Melalui inisiatif ini, IPC TPK menegaskan bahwa keberlanjutan tidak hanya tentang kinerja operasional, tetapi juga tentang memastikan manfaat perusahaan dapat dirasakan secara luas dan setara oleh masyarakat.

