Isu Iran dan F-35 Menguat, Pernyataan Insinyur Turki Jadi Perhatian

Avatar photo
Isu Iran dan F-35 Menguat, Pernyataan Insinyur Turki Jadi Perhatian
Pesawat jet tempur F-35. (Foto: Dok. Defense News)

SUDUTPANDANG.ID – Isu terkait klaim Iran mengenai jet tempur F-35 Lightning II kembali menguat, seiring munculnya pernyataan dari insinyur asal Turki belum lama ini yang menyoroti aspek operasional pesawat tersebut. Pernyataan itu menjadi perhatian di tengah perdebatan mengenai kemampuan dan penggunaan jet tempur generasi kelima tersebut.

Dilansir dari Aksarayhaber.net, Rabu (25/3/2026), insinyur dan manajer proyek di Lockheed Martin, Nalan Yazgan, menyampaikan bahwa pengoperasian F-35 tidak sepenuhnya berada di tangan negara pengguna.

Ia menyinggung adanya faktor perangkat lunak yang disebut dapat memengaruhi kemampuan peluncuran maupun penggunaan pesawat dalam kondisi tertentu.

Pernyataan tersebut muncul saat merespons beredarnya laporan terkait klaim Iran yang menyebut berhasil menembak jatuh jet F-35.

BACA JUGA  Warga Iran Meninggal Dunia Usai 18 Tahun Terjebak di Dalam Bandara Prancis

Klaim itu sebelumnya telah menjadi perbincangan luas, meskipun tidak disertai bukti yang dapat diverifikasi secara independen dan dibantah oleh pihak lain.

Bahkan, dalam perkembangan lain, media pemerintah Iran mengakui bahwa laporan sebelumnya mengenai penembakan F-35 tidak akurat dan bersumber dari informasi yang tidak dapat dipastikan kebenarannya.

Yazgan juga menyinggung sistem pada F-35 yang disebut mampu mengirimkan data operasional selama penerbangan.

Ia menilai hal tersebut berpotensi membatasi fleksibilitas penggunaan oleh negara yang mengoperasikan pesawat tersebut.

Di sisi lain, Turki sebelumnya merupakan bagian dari program pengembangan F-35. Namun, pada 2019, Amerika Serikat mengeluarkan Turki dari proyek tersebut setelah Ankara membeli sistem pertahanan udara S-400 dari Rusia. Kebijakan itu juga terkait dengan kekhawatiran negara-negara NATO mengenai keamanan teknologi.

BACA JUGA  Rudal Iran Serang Markas Spionase Israel di Irak dan Suriah

Setelah keluar dari program F-35, Turki mengembangkan jet tempur dalam negeri KAAN serta menjajaki pengadaan Eurofighter Typhoon.

Hingga kini, belum terdapat konfirmasi resmi dari pihak terkait mengenai klaim terbaru yang mengaitkan Iran dan F-35.

Namun, pernyataan Yazgan menambah dimensi baru dalam perbincangan mengenai operasional dan kemampuan jet tempur tersebut di tengah dinamika geopolitik yang berkembang.(red)