Jaga Harga Pangan, Pemkot Kediri dan BI Gelar Bazar SERAMBI 2026

SERAMBI 2026
Pemkot Kediri saat bersama BI Kediri dan sejumlah stakeholder pada kegiatan Bazar Pangan Ramadan SERAMBI 2026. (Foto : Chandra Nurcahyo)

KEDIRI, SUDUTPANDANG.ID – Pemerintah Kota Kediri bersama Bank Indonesia (BI) Kediri dan sejumlah pemangku kepentingan menggelar Bazar Pangan Ramadan SERAMBI 2026 di GOR Joyoboyo Kota Kediri pada 7-8 Maret 2026.

Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai langkah menjaga stabilitas harga bahan pokok sekaligus memastikan pasokan pangan tetap tersedia bagi masyarakat selama bulan Ramadan hingga menjelang Idul Fitri.

Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, menjelaskan bahwa pelaksanaan bazar pangan ini merupakan bentuk kolaborasi antara pemerintah daerah, BI, serta berbagai pihak untuk membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.

Ia menyebutkan, menjelang Ramadan dan Idul Fitri biasanya terjadi kenaikan harga sejumlah bahan pokok karena meningkatnya permintaan masyarakat.

“Melalui bazar pangan Ramadan ini kami ingin menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan ketersediaan bahan pokok di Kota Kediri. Sehingga masyarakat bisa menjalankan ibadah puasa dengan tenang tanpa khawatir lonjakan harga,” ujar Mbak Wali kepada media, Sabtu (7/3/2026).

BACA JUGA  Komnas Perempuan: Penganiayaan Berujung Kematian Dini Sera Afriyanti oleh GRT Termasuk Femisida

Melalui bazar tersebut, masyarakat dapat membeli berbagai paket sembako dengan harga lebih murah dibandingkan harga di pasaran.

“Salah satu paket sembako berisi beras premium dari Bulog, minyak goreng premium, gula, dan kebutuhan lainnya dijual seharga Rp90.000 per paket,” terangnya.

Selain paket sembako, sejumlah komoditas lain seperti telur juga dijual dengan harga setara distributor sehingga lebih terjangkau bagi masyarakat.
Pada kegiatan ini, BI Kediri menyiapkan sekitar 1.500 paket sembako yang dapat dibeli masyarakat.

“Saya mengimbau masyarakat untuk membeli kebutuhan sesuai dengan keperluan agar distribusi bahan pangan dapat merata,” katanya.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BI Kediri, Yayat Cadarajat, menyampaikan bahwa pihaknya juga meningkatkan penyediaan uang layak edar untuk memenuhi kebutuhan transaksi selama Ramadan dan Idul Fitri tahun ini.

BACA JUGA  Wali Kota Bekasi Tuntaskan Kasus PHK Karyawan Resto di Galaxy

“Total uang yang disiapkan mencapai sekitar Rp5,3 triliun, meningkat dibanding tahun lalu sekitar Rp4,9 triliun,” ujarnya.

Menurut Yayat, peningkatan jumlah uang tersebut dilakukan untuk mengantisipasi tingginya aktivitas transaksi masyarakat selama Ramadan hingga menjelang Idul Fitri, seiring dengan membaiknya kondisi perekonomian.

Ia menambahkan, dalam upaya pengendalian inflasi secara berkelanjutan, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terus menjalankan strategi berbasis empat pilar, yakni menjaga ketersediaan pasokan, memastikan keterjangkauan harga, kelancaran distribusi, serta memperkuat komunikasi kepada masyarakat.

“Selain bazar pangan Ramadan yang diinisiasi BI Kediri, Pemerintah Kota Kediri juga terus menggelar Operasi Pasar Murah (OPM) dan Gerakan Pangan Murah (GPM) hingga pertengahan Ramadan guna menjaga stabilitas harga bahan pokok di pasaran,” tutupnya(CN/04).